Sentuhan Adik Sahabatku
“Tiga ratus dua puluh ribu, Bu. Lebarnya standar. Ini kualitas premium lokal.”
Gerakan tangan Priska terhenti. Jarinya masih menempel di kain, tapi pikirannya sudah menghitung. Ia menoleh sekilas ke Jennar. “Kualitas premium, Jen. Pantas bagus.”
“Iya, Ma.”
“Saya lupa, Mas. Kalau buat kebaya, biasanya butuh berapa meter?” tanya Priska.
“Dua setengah meter, Bu. Kalau mau jatuhnya bagus, jangan dipaksa dua. Terus perlu furing juga. Biasanya satu setengah meter.”