PELUKAN BERDARAH
Dari dalam saku jaket hitamnya, ia mengeluarkan sebuah kantong kecil berisi bubuk putih keabu-abuan.
“Inilah waktunya,” ucap Riko lirih, matanya berkilat dingin. “Obat ini tidak berwarna, tidak berbau. Campurkan ke setiap minuman yang ada di rumah—air, teh, bahkan kopi mereka. Dalam waktu singkat, tubuh mereka akan melemah, tidak berdaya. Saat itu, kita bisa melakukan apa pun yang kita mau.”
Hot Chapters