Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kelemahanku kekuatan untuk bertahan hidup

Kelemahanku kekuatan untuk bertahan hidup

“Maka bagimu, kejahatan ini akan seperti retakan tembok yang hampir jatuh, yang menyembul pada tembok yang tinggi, dan akan runtuh tiba-tiba dalam sekejap. Kehancurannya akan seperti tempayan tukang periuk, yang dihancurkan tanpa disayangkan sehingga di antara pecahan-pecahannya, tidak satu pecahan pun yang ditemukan, yang dapat digunakan untuk mengambil api dari perapian atau mencedok air dari sebuah waduk.” Di sini disebutkan tentang tembok yang tinggi yang dihancurkan sedemikian rupa sehingga Anda tidak dapat menemukan sekeping pun pecahannya yang dapat dipakai untuk mengambil arang dari tungku api atau untuk mencedok air dari dalam bak. Mari kita pahami gambaran ini: Dosalah yang menghan
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai ulat tembok
Baca
+Pustaka
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

“Menyeretmu untuk bergabung dengan para biksu!” Pria itu mendengus kasar, “Huh! Omong kosong!” Saat mereka selesai balas bertukar kata satu sama lain, tembok tinggi di depan arena perlahan bergeser dengan suara berat. Sedikit demi sedikit, orang-orang bisa melihat bagian tembok lain di baliknya, yang telah dipahat membentuk jalur-jalur kecil yang terhubung dari atas ke bawah.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai ulat tembok
Baca
+Pustaka
Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

sahut Rehan dengan segera dan juga bersemangat. "Emang iya, Mas? Aku baru tau kalau ada tukang urut khusus untuk tulang," gumam Elen, bertanya-tanya pada dirinya. Karena selama ia hidup, baru kali ini dirinya mendengar profesi tersebut.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai ulat tembok
Baca
+Pustaka
Diary Mafia yang hilang

Diary Mafia yang hilang

bisik Anak buah Robert yang berjaga di pintu keluar Mansionnya. "Sst! Jangan ngomong seperti itu. Tembok mansion itu seperti punya telinga. Jangan sampai kita dipenggal setelah kamu bicara seperti itu." Tegur temannya. Lelaki itu langsung terdiam dengan wajah pucat.
572 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai ulat tembok
Baca
+Pustaka
Bukan Sopir Biasa

Bukan Sopir Biasa

Hati Armila bersorak gembira ketika dilihatnya sebuah tembok yang menjulang tinggi, di jarak beberapa meter di depannya. “Alhamdulillah, sepertinya di balik tembok itu ada sebuah jalan atau mungkin pemukiman penduduk. Semoga saja perkiraanku ini benar, sehingga aku bisa segera mendapat pertolongan. Tapi, di mana pintu keluarnya? Masak aku harus manjat tembok itu sih? Mana bisa aku lakukan itu?” gumam Armila seorang diri.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai ulat tembok
Baca
+Pustaka
Mengejar Hati Cewek Dingin

Mengejar Hati Cewek Dingin

"Cepat keburu ada guru sama kak Ika." Samar-samar El dapat mendengar suara seseorang dari ujung lorong. Nampak terlihat tiga orang cowok berusaha memanjat tembok. Yang satu naik ke atas punggung temannya dengan kedua tangan berusaha menggapai atas tembok. Sedangkan yang satu lagi sedikit berjinjit menatap ke arah berlawanan, seperti mengawasi. "Cepatan naiknya! Pegel nih punggung gue."
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai ulat tembok
Baca
+Pustaka
Sang Pendekar Naga Hitam

Sang Pendekar Naga Hitam

Tidak terasa lima hari telah berlalu sejak rapat darurat itu. Senjata-senjata yang sedang tinggal sedikit lagi selesai. Satrio Wirang, Wirang, Raja Argadana dan Anggoro sedang berkumpul membahas persiapan perang mereka sudah sejauh mana. Satrio Wirang untuk mengajuk usul untuk menutup sementara tembok sebelah utara dengan kayu terlebih dahulu mungkin tidak dapat menghentikan pasukan musuh tapi setidaknya dapat menghambat mereka.
9.670.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai ulat tembok
Baca
+Pustaka
Nikahi Mantan Istriku

Nikahi Mantan Istriku

Dengan langit-langit yang kiri dan kanannya ditopang balok kayu, dan teras yang dibatasi tembok pendek setinggi lutut orang dewasa. Lebar antara tembok rumah dan teras pun mungkin hanya sekitar satu meteran, dengan tembok yang berwarna coklat muda. Plesteran tembok rumah sudah banyak terkelupas, dan agak memudar warna catnya. Arini mengucapkan salam kepada pemilik rumah tersebut tepat di depan pintu. "Assalamualaikum." "Waalaikum salam."
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai ulat tembok
Baca
+Pustaka
Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

tebakku menyadari sebuah fakta memalukan yang baru saja aku temukan barusan pada menit ini. Aku baru menyadari bahwa wujud struktur dinding tembok rumah besar ini ternyata sama sekali tidak memiliki sifat kedap suara. Dinding rumah mewah ini benar-benar tidak sanggup menahan pantulan suara bising dari dalam kamar tidur seperti dugaanku sebelumnya. Telinga ibu kandungku pasti berhasil menangkap semua suara aktivitas fisik kami berdua secara amat sangat jelas dari jarak ujung lorong.
9.31.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39.1K kali sebagai ulat tembok
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
malapalas
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yang menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar btw bagus ceritanya toor...🫶🏻🫶🏻 keren!!🫰🏻
Baca Semua Ulasan
JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

Tampak sebagian tembok jebol. Lemari baju roboh dan beberapa sisi kayu lepas, hingga tampak baju-baju berserakan di lantai. Meja dan kursi yang berada dekat jendela kamar hancur tertimpa tembok yang ambrol. Hanya tempat tidur yang utuh tak tersenggol angin ribut barusan. Ustaz Hamdan tersenyum geli melihat fenomena ini. Ah, masih bucin juga dia. Masih tak tega menyakiti Jamila. Mustafa ... Mustafa! Batin ustaz muda ini.
1075.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai ulat tembok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status