Rahim yang Tergadai
Kemudian, dengan gerakan cepat, ia menunduk dan mengecup punggung tangan Maiza.
"Kamu?!" Maiza terlonjak, menarik tangannya dengan mata terbelalak. Hampir saja ia menampar Galen lagi, tapi pemuda itu malah tertawa terbahak-bahak.
"Serius, gue rasa Dinas Pencatatan Sipil salah nulis tahun lahir lo di akta kelahiran, Mai!"
Maiza mengernyit, antara kesal dan tersanjung.
"Kalau lo beneran umur 30-an, nggak akan sebaper ini, Mai." Galen menyeringai.