Balas Dendam Sang Pendamping Setia
"Dan most importantly, remember that you are loved unconditionally. Not because of your achievements, not because of your success, but because you are you."
Pelukan itu—warm, unconditional, tanpa agenda atau calculation—membuat semua walls yang Nayla bangun suddenly crumble. Untuk pertama kalinya dalam berbulan-bulan, ia menangis bukan karena frustration atau anger, tapi karena overwhelming love dan realization bahwa dalam pursuit of becoming untouchable, ia hampir kehilangan ability to be touched.
"Aku takut, Ma," bisik Nayla di antara tangisnya. "Takut kalau aku kembali lembut, orang-orang akan take advantage lagi. Takut kalau aku membuka heart, aku akan hurt lagi."
Hot Chapters