Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Lalu dengan gerakan yang sangat natural dia berusaha menutup kembali kaca mobil. Akan tetapi gerakan Ernest tersebut dihentikan oleh pria bertato. Sontak membuat ketegangan di sana semakin kuat. "Aku tahu kalian ingin pergi dari sini," tegas pria bertato. "Jika iya itu bukan urusanmu, dan jika pun bukan, tentu bukan urusanmu!" Tegas Ernest, lalu dengan cepat dia menutup kaca mobil tanpa memperdulikan tangan pria bertato yang masih bertengger di atasnya.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai undeterred
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

(Aku ingin tahu apa yang ia katakan. "Не вмешивайтесь в то, что не ваше дело, Zander." (Jangan campuri apa yang bukan urusanmu, Zander.) Meskipun berkata seperti itu, mata mengintimidasi Rexy menatap wanita yang berjalan pelan seolah sesuatu menahan langkah Arini yang biasanya cepat meski menunduk.
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 803 kali sebagai undeterred
Baca
+Pustaka
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

"Aku masih ada urusan di kantor." Senyum Sania pudar seketika, sorot matanya sekilas terlihat rasa tak terima di matanya, tetapi dia tetap patuh mendorong Alex keluar. "Baiklah, lain kali kita bisa datang lagi." Begitu mobil baru saja meninggalkan taman hiburan, Tama berkali-kali mengambil ponselnya. Pesan yang dikirim ke Winda beberapa hari terakhir seolah tenggelam di dasar laut. Saat dia menekan kirim lagi, layar tiba-tiba menampilkan tanda seru merah.
27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai undeterred
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

Jujur aku takut kesadaranku ini lama-kelamaan akan hilang namun, ingin berusaha menghindar akan terlihat aneh untuk sekarang. “Aneh rasanya ingin menyudahi sesuatu yang belum pernah dimulai”kataku pada diri sendiri. Apa-apaan ini aku terlihat menyedihkan sekali.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai undeterred
Baca
+Pustaka
Never Cease

Never Cease

lanjutnya lagi. Mark mengusap wajahnya kasar. "Lantas aku harus apa? Berpura-pura tidak mengetahui apapun? Bersikap biasa saja? Bagaimana bisa Ning!" jawabnya. Ningning hanya menjawab dengan sebuah anggukan. -o- Kau adalah alasan mematikan bagi sebuah kata menyerah. Terpaham hingga termakna. —Kim Dahyun
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai undeterred
Baca
+Pustaka
TRUST

TRUST

Dia tak mampu menyembunyikan perasaan senangnya. “Ingat, jangan dekati tunanganku dan jangan melakukan hal yang bisa membuatku kutendang dari sini.” Caroline memutar bola matanya, baru saja ia merasa senang. “Tch. Kau tak perlu mengancamku,” balas Caroline. Meski tidak bisa mempercayai perkataan gadis itu, Celine beranjak pergi. Dia tidak mau berdebat atau berlama-lama dengan adiknya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai undeterred
Baca
+Pustaka
DISENTUH TANPA CINTA

DISENTUH TANPA CINTA

Entah apa yang ia kerjakan, aku tidak tahu. Otak ini tengah berpikir langkah apa yang harus dilakukan untuk menolong Ega. Jam besar berdetang delapan kali. Bapak Ibu mertua belum juga kembali. Entah apa reaksi mereka jika mendengar kabar ini. Memikirkan itu, air mataku meleleh kembali. "Minumlah!" Winda kembali dengan gelas panjang di tangan berisi air putih.
1057.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai undeterred
Baca
+Pustaka
STRANDED (TERDAMPAR)

STRANDED (TERDAMPAR)

Benar-benar dikerjain oleh makhluk kasat mata mereka. Wendra juga berusaha untuk membuka jendela dengan paksa. Bahkan salah satu dari kaca jendela yang ada dicoba dipecahkannya dengan menggunakan kursi lipat yang rangkanya terbuat dari baja bulat. Mengherankan, kaca yang seharusnya pecah itu ternyata begitu keras. Bahkan keras yang terasa mengalahkan kerasnya baja. Tenaga Wendra seolah-olah tak berarti apa-apa. Hal itu jelas sekali menunjukkan adanya suatu kekuatan misterius yang menahannya. “Bah....! nggak bisa pecah, mampuslah kita.” Wendra menepuk jidatnya tak percaya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai undeterred
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status