PERFAKE HUSBAND
“Waktunya gak lama, sekarang aja udah mau akhir tahun ‘kan? Kayaknya aku harus pasrah aja buat kuliah di sini.”
“Hei, jangan pesimis. Aku tahu dari Nadia kamu mau kuliah jurusan Art karena kamu hobi melukis. Kalau kamu udah yakin dengan itu, terusin, Ra. Bakat kamu memang ada di seni.”
“Kemungkinannya kecil, Sean. Aku—gak sekaya Karina atau kamu yang bebas milih universitas. Aku baru sadar di motor tadi, kalo kendala aku ternyata ada banyak, gak cuma di bahasa. Aku harus kubur dalem-dalem mimpi aku.”
Hot Chapters