Perempuan Tanah Adat
Bayangan dari Nina sejak bayi, balita, anak-anak, remaja bergantian terlihat di mata Wati, hingga Nina yang sekarang tiba di depannya meraih tangan yang menggantung tadi.
“Ayo, Mak!” ajak Nina dengan senyum yang mengembang.
Para rombongan niniak mamak, kedua orang tua, dan sesepuh adat dari pihak keluarga Nina sudah bersiap di luar rumah. Kue-kue dan buah-buahan manis sudah tersusun rapi di atas dulang yang dibawa para dunsanak. Tak lupa sirih dan pinang lengkap yang akan diberikan kepada pihak keluarga Zul juga sudah tersusun di dalam carano. Sirih melambangkan kulit manusia, sedangkan pinang melambangkan daging, dan ketika keduanya dimakan akan menghasilkan air ludah bewarna merah yang mel
Hot Chapters