Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
REUNI

REUNI

Rasa asam, manis, dan segar seketika memenuhi tenggorokan saat aku meminumnya dalam beberapa teguk. "Enak?" tanya Tama melirikku sekilas lantas kembali melajukan mobil ketika kemacetan sedikit demi sedikit mulai terurai. "Enak banget, seger." "Boleh aku minta? Aku cuma bawa satu botol tadi." Eh? Aku mengerjap, dan menatap botol berukuran 330 Mili itu dengan bingung. "Tapi ini sudah aku minum. Masa kamu mau minum dari bekasku?"
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 361 Times as usil
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
SUAMI USIL

SUAMI USIL

Menghapus rasa sakit di hatinya. Setelah bakso urat yang ku pesan datang, dia hanya menatapku, lalu melihat semangkuk bakso di depannya. Bukan Darius kalau tidak bisa meningkatkan selera makan Karmila. Dengan suara menggiurkan aku menyedot sum-sum di dalam tulang iga. Mila menatapku lekat. Ku lihat ia pun menelan salifa. "Enak, Mas?" tanyanya.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as usil
Read
+Library
SUSAN

SUSAN

Jika kemarin hanya duduk diam di atas toilet kali ini dia melihat Susan begitu kesal dengan menginjak-injak gantungan kunci berkepala singa itu menggunakan tumit high heels-nya . "Jangan sampai kau juga menjadikanku miskin karena membeli benda seperti ini!" "Kau bisa cek sendiri saldo rekeningmu nanti." "Jika kau tidak bersembunyi di dalam kepalaku pasti aku sudah mencakarmu pengecut !"
1070.6K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as usil
Read
+Library
Utari

Utari

tanya Edo sambil mengeluarkan permen kapas dari tasnya. "Apa itu tuan?" tanya Utari. "Ini namanya permen kapas, rasanya manis.." jawab Edo."Ambillah, aku sengaja belikan ini buat kamu.." jelas Edo. "Untuk aku tuan?" tanya Utari menegaskan. "Iya buat kamu..ambil..." ucap Edo sambil mengepalkan batang permen kapas itu pada Utari."Apa kau belum pernah beli permen kapas?" tanya Edo penasaran.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as usil
Read
+Library
Tes

Tes

Aura Lika transser12el
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as usil
Read
+Library
TITISAN

TITISAN

jawab Asep penuh hormat. “Ya sudah, kalian selawatan dulu saja, sambil menunggu yang lain,” lanjut pria yang rambutnya telah beruban itu. “Baik, Bah,” jawab Asep dan Faisal kompak. Lantunan selawat Badar menggema dari sebuah Toa—speaker corong— yang berada di atas kubah langgar. Alunan penuh rasa damai di waktu senja itu semakin menambah kesyahduan suasana desa.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as usil
Read
+Library
Euforia

Euforia

Dan disinilah mereka sekarang, di warung kecil yang untungnya ada berjualan makanan berat, karena perut keduanya sudah dilanda keroncongan sejak tadi. Nindi mengambil semangkok mie yang disodorkan kepadanya, lalu menatap Eiden dengan tatapan dalam. "Hei, Poseidon." Eiden menatap tak percaya, ternyata Nindi masih saja menamainya dengan sebutan Poseidon. Tak mau kalah, Eiden menjawab, "Apaan, sih? Dasar tikus got." Bola mata Nindi membulat, "APA? TIKUS GOT?!" tangannya refleks menggebrak pelan meja.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as usil
Read
+Library
SELIR HATI

SELIR HATI

“Dias, kenapa kau terlihat takut?” “Aku tidak takut!” teriak Dias. “Aku hanya muak dengan fitnah!” Tabib mengambil sedikit cairan dari cangkir Dian dan mencampurnya dengan ramuan uji. Beberapa detik kemudian, warna cairan berubah gelap. Tabib menghela napas. “Ada zat berbahaya di dalamnya.” Raja Ayah memejamkan mata sesaat. Ibunya Dias terduduk lemas.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 136 Times as usil
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Kini mereka berada di sebuah ruangan dan kebetulan di sana sedang tidak ada orang. “Apa?” tanya Sarah. “Lihat sendiri!” Sarah pun melihat ponsel milik Sinta, betapa terkejutnya dia tatkala melihat video dirinya yang sedang berpesta di pantai itu. Terlihat jelas dia menenggak minuman memabukkan langsung dari botolnya. “Gila kamu Sar.” Sinta kesal bukan main, bukan tanpa alasan. Jika Sarah terkena skandal bukan tidak mungkin jika karier Sarah bisa hancur kapan saja.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as usil
Read
+Library
MULUTMU, RACUN UNTUKKU

MULUTMU, RACUN UNTUKKU

Dia mulai mendekat pada Nayla dan menendang punggung wanita itu. "Kamu bilang apa tadi? Gila? Rasakan ini karena kamu telah berani menyebutku gila!"
102.4K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as usil
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status