Godaan Penghuni Kos Puteri
Pintu tertutup perlahan, meninggalkan keheningan di lorong itu.
Raga berdiri kaku, perasaan campur aduk berputar dalam kepalanya. Wajahnya masih panas, jantungnya tak juga tenang. Ia mencoba menghela napas dalam, tapi suara bisikan tiba-tiba membuatnya menoleh.
“Mas Raga,” suara Wulan terdengar pelan tapi tegas. “Kali ini kamu utang budi sama aku.”
Raga mengernyit, berusaha menyembunyikan keterkejutannya. “Maksudmu apa, Wulan?”