Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku Bukan Mantanku

Tetanggaku Bukan Mantanku

"Kan aku yang bilang kamu jelek bukan Abi. Kamu kan cuma nguping jadi gak tahu kan ekspresi muka Abi waktu aku bilang kamu jelek?" "Enggak. Emang ekspresinya gimana?" "Pengin makan orang, aku aja sampai ngeri sendiri hahaha." Hening. "Emangnya kenapa kalau Risa jelek, seingatku dia sangat cantik. Mau seperti apa pun dia sekarang. Dalam potret mataku dia adalah gadis berkucir dua dengan senyum yang manis." Baik Risa dan Utari menatap Rangga. Utari malah memasang ekspresi cemburu. Rangga yang menyadari calon istrinya sudah bertanduk segera melanjutkan bicaranya.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai utang rasa
Baca
+Pustaka
EUFORIA

EUFORIA

Milikku cocok dengan lubang serangga, katanya? Benar-benar perempuan sombong. Kelancangan yang patut diberikan pelajaran bagaimana untuk tidak menilai sesuatu dari yang terlihat. Maka, di hari ini aku menguatkan tekad untuk lebih berusaha memadamkan cahaya keangkuhan di wajahnya. Karina Dwi Utari, akan kubungkam mulutmu lancangmu itu dengan pisangku yang mengembang. Lihat saja apa yang akan terjadi denganmu nanti.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai utang rasa
Baca
+Pustaka
Catatan Utang Seorang Istri

Catatan Utang Seorang Istri

Belum juga kuraih knop pintu, sudah ada yang menagih utang. "Berapa utangnya, Bu?" tanyaku masam. Aku seorang juragan kelapa sawit dengan kebun berpuluh hektar merasa terhina karena kelakuan Rika. Apa uang yang kuberikan tak cukup baginya? Perempuan sama saja, suka menghambur-hamburkan uang.
9.315.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai utang rasa
Baca
+Pustaka
Karma Ipar yang Sengaja Menahan Utang

Karma Ipar yang Sengaja Menahan Utang

"Bang, terus terang aku gak ihklas uang itu dimakan mereka. Tapi, sudahlah cukup perjuangan kita. Jika untuk urusan sakit, lalu kita masih menagih, maka kita yang akan dicap tidak berperikemanusiaan. Utang itu adalah dosa yang tidak terampuni, bahkan semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni, kecuali utang. Jika dia tidak mau melunasi, biarlah dia mempertanggungjawabkannya kepada Rabb-nya." "Ya, sudah," sahut Safwan lesu. Arlina meraih tangan Safwan, "Tadi ceria, kenapa jadi lesu. Aku jadi sedih." Perlahan lesu pada wajah yang coklat akibat selalu terpapar matahari itu mencair, lalu binar ceria kembali mewarnai rautnya.
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai utang rasa
Baca
+Pustaka
Antara Pasal dan Perasaan

Antara Pasal dan Perasaan

tanyanya dengan santai, meski Aura tahu bahwa Dito tahu lebih banyak tentang perasaannya terhadap Ari daripada yang ia ungkapkan. Aura hanya menggelengkan kepala, memandangi layar laptopnya yang sudah kembali terbuka dengan tulisan esai hukum yang belum selesai. Hukum dan perasaan—dua dunia yang seolah tidak bisa bersatu, namun justru membuatnya semakin bingung. Ia ingin fokus pada kasus ini, tapi hatinya terasa tak menentu. Apa yang sebenarnya ia cari? Perasaan atau kebenaran?
935 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai utang rasa
Baca
+Pustaka
TEKANAN BATIN SEORANG ISTRI

TEKANAN BATIN SEORANG ISTRI

Suara Rangga terdengar rendah dan bergetar marah. Ucok menyeringai, Namun tidak sedikitpun mundur. "Kenapa? Dia kan istri Lo. Gue pikir Lo mau menghalalkan segala cara biar utang Lo bisa lunas." Rangga menggeleng keras. "Gue bakal lunasin utang gue. Tapi jangan libatkan Ratih!"
10979 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai utang rasa
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

Saya di sini hanya untuk menyampaikan nota penagihan atas hidup yang Anda jalani sekarang. Arka berdiri, auranya yang dominan mulai merambat keluar, memenuhi ruangan dengan tekanan yang menyesakkan. Apa maksudmu? Aku tidak memiliki hutang pada siapa pun. Aku adalah pemilik dari segala hal yang aku inginkan.
10823 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai utang rasa
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Pengorbanan yang ditawarkan tanpa keseimbangan hanya melahirkan utang baru.” Ayu merasakan denyut kain merah memuncak. Ia tahu—kain itu menuntut sesuatu yang lebih dalam. “Jika utangnya adalah ingatan,” katanya pelan, “ambil ingatanku tentang rasa takut. Biarkan aku berjalan tanpa bayangannya.” Badarawuhi mendekat. Udara bergetar. “Tanpa takut, kau bisa menjadi apa saja. Bahkan sesuatu yang tak ingin kau akui.”
857 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai utang rasa
Baca
+Pustaka
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

"Lima puluh miliar, El. Bayangkan. Utang lunas, bisnis selamat. Kamu hebat, Sayang. Kamu benar-benar aset berharga." Aset berharga. Bukan istri tercinta. Bukan belahan jiwa. Aset. Seperti tanah. Seperti saham. "Adrian..." suaraku bergetar, menahan gejolak emosi. "Dia... dia memperlakukanku seperti manusia. Bukan aset." Senyum Adrian memudar. Wajahnya mengeras. "Maksudmu apa?"
663 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai utang rasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status