Sentuhan Panas Editorku
Deskripsi hujan yang puitis kini berganti menjadi:
“Nafasnya memburu di belakang leherku. Kemeja putihku sudah tak karuan, dan bunyi detak jam dinding seolah menertawakan segala kepura-puraanku sebagai wanita baik-baik ... aku begitu menikmati sentuhannya ....”
Ini jelas bukan karyanya. Ini novel erotis murahan! Meysa, sang penulis idealis, merasa integritasnya telah diinjak-injak.
Tiba-tiba, sebuah notifikasi DM masuk dari akun anonim dengan fitur “Lihat Sekali”. Dalam kondisi syok, Meysa refleks menekannya.
Layar ponselnya menampilkan video pendek seorang pria tanpa wajah yang sedang memuaskan hasratnya sendiri. Fokus utama video itu adalah bagian intim pria tersebut yang tampak sangat vul
Bab Populer