Kinari dan Benang Waktu
Kael mengerutkan dahi, “Kalau begitu, jika kita uraikan kembali—‘Nolvarëa’… Pilar abadi, atau mungkin ‘Kosongkan’ dalam arti metaforis; ‘Si’van thal’qel’… mata dan bayangan, ‘lyriën vhalë karnys’… jalan dan terbuka.”
Kinari menarik napas dalam, matanya menyipit seolah mencoba menembus lapisan-lapisan makna tersembunyi.
“Kalau kalimat itu disatukan berwrti ‘Kosongkan mata dari bayangan, maka jalan akan terbuka’,"
Kinari mengusap dagunya, lalu matanya menyipit.
"Jadi ini bukan hanya pesan biasa. tapi sebuah perintah—ajakanku untuk melepaskan persepsi yang tertutup oleh ilusi.”
Hot Chapters