Under His Darkness
Tanggal yang tertera di layar ponsel menunjukkan catatan pekerjaan yang harus dia hadiri malam nanti.
Fashion bukan sekadar pekerjaan bagi Nayla. Itu merupakan bahasa, pelarian, dan sekaligus tameng. Sebagai stylist, dia membaca tubuh dan karakter, lalu memadukan potongan dan warna. Kliennya beragam. Ada sederet selebriti ternama, model, bahkan politisi yang ingin tampak lebih manusiawi. Di balik layar, dia bukan sekadar penata gaya. Dia adalah arsitek ilusi yang menciptakan versi terbaik dari seseorang— termasuk dirinya sendiri, saat dunia luar terlalu bising untuk dihadapi tanpa lapisan kain yang dipilih dengan hati-hati.
“Ini benar hari Sabtu?” lirih Nayla, lebih kepada berbicara pada dir
Bab Populer