Suamiku Jadul
Pakaiannya teramat seksi, hanya pakai celana pendek dan kaus oblong setengah badan, kubilang setengah badan karena kausnya tidak sampai menutupi pusernya.
"Kami tutup, Bu, kami sore baru buka," kata wanita itu seraya mengucek matanya. Ya, ampun, dia tak kenal aku.
"Kalian siapa, sudah lama buka karaoke di sini, siapa yang izinkan?" tanyaku kemudian.
"Emangnya ibu siapa nanyak-nanyak?" wanita muda ini justru balik bertanya.
"Saya kepala desa terpilih," kataku kemudian. Mungkin karena terlalu banyak masalah keluarga, aku jadi tidak tahu perkembangan desa. Tahu-tahu sudah ada tempat karaoke.
Hot Chapters