Mengembalikan Senyum Bidadari
“Pa, hanya wanita yang enggak punya hati yang membela perselingkuhan. Kalau pria berpoligami dengan cara yang baik, saya rasa wanita di luar sana juga mengerti. Tetapi selingkuh, kemudian mencampakkan istrinya dan menikah dengan selingkuhannya, itu namanya bukan poligami, melainkan ganti istri.”
Bram yang melihat Pandu dan istrinya tersudut segera mengalihkan topik pembicaraan. “Udah, jangan bicara itu lagi. Nanti ibu-ibu emosi, dan makanannya jadi enggak enak.”
Semua tamu tertawa.
Rosa tak berani menyela. Ia merasa tertampar. Tadi ia di sanjung setinggi langit, sekarang ia dijatuhkan dengan keras hingga tak bisa lagi bangkit walau hanya sekadar menengadahkan kepala.