Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Dia mengeluarkan ekspresi santai khas Om Kais—yang biasanya jadi tanda bahaya kalau dia mau melakukan sesuatu yang nggak bisa kutebak.
“Sayang, kamu suka warna orange?”
Aku langsung menggeleng cepat. “Nggak begitu. Kayak jus jeruk. Atau traffic cone.”
“Kalau gitu warna hitam saja, ya.”
Hah? Maksudnya apa warna hitam?
Tapi sebelum aku sempat protes, Om Kais sudah mengangguk pada pramuniaga toko.
“Mas, tolong bungkus dua unit yang ini. Warna hitam dua-duanya.”