Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Miliarder Tersembunyi

Sang Miliarder Tersembunyi

ucap Axton berusaha menangkan Nesya dengan memeluknya. Safira berjalan menuju ke meja makan dengan menggunakan sebuah gaun putih. Iya, dia sangat menyukai warna putih. Warna tersebut sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih. Meski tanpa make up, tapi tetap saja menunjukkan kecantikan alami. "Safira minta maaf, atas apa yang terjadi semalam," ujar Safira duduk dan menundukkan kepala.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai warna nafi
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

“Dari jauh iya biru. Pas dekat itu malah cokelat kayak gini tahu. Jadi kak, warna cokelat pun berguna untuk kakak bawa.” Mulai dari sini terlihat wajah bimbang Naomi. Semula yang segala kebutuhan melukisnya telah siap hendak di bongkar lagi sebelum Dante datang dan mencegahnya. “Di bawa nggak apa-apa kak. Semua warna ini nanti bisa kakak padu padankan. Mau cokelat atau hijau bahkan biru sekali pun bisa kakak pakai. Awan nanti bisa kakak lukiskan dengan aplikasi warna lainnya. Jadi ini penting.” Dante rapikan ke dalam kantongnya lagi. Dan helaan napasnya serta kedua tangan yang bersidekap dada membuat Bara dan Arma menunduk dengan cengiran tanpa dosa.
1.518.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 694 kali sebagai warna nafi
Baca
+Pustaka
Masa Lalu Yang Belum Usai

Masa Lalu Yang Belum Usai

“Sayang mau yang mana?” Namira segera mendekat ketika Arhan bertanya. Wanita itu menelisik model serta warna yang terpanjang di depannya. “Mau yang itu warna hijau.” Tunjuk Namira pada ponsel model terbaru yang dipoles dengan warna hijau mint yang cantik.
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai warna nafi
Baca
+Pustaka
Simpanan Ayah Mertua

Simpanan Ayah Mertua

Rendi menggandeng tangan istrinya untuk membeli gula kapas. Lagi-lagi, karena bawaan bayi dalam perut, Naya mulai meminta yang aneh-aneh pada penjual gula kapas. Dia tidak mau gula kapas yang warnanya biasa. Dia mau gula kapas yang warnanya mirip pelangi. “Mau yang warna-warni ya, Pak. Saya nggak mau yang warnanya biasa aja,” ucap Naya sambil mengelus perutnya yang membuncit.
1038.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 968 kali sebagai warna nafi
Baca
+Pustaka
KAU MENDUA AKU PUN SAMA

KAU MENDUA AKU PUN SAMA

“Bu Annisa bilang apa?“ Naira menatap kosong ke arah lemari kabinet di belakang Bu Anya. “Mereka ingin sesuatu yang mewah tapi elegan untuk acara nanti.“ Bu Anya menjawab sambil menikmati puding di depannya. “Bunda pikir, ada baiknya kita ambil warna pastel, Nai,“ sambungnya. Naira hanya mengangguk pelan, tapi pikirannya melayang entah kemana. “Menurut kamu gimana, Nai? Kamu suka nggak warna pastel?” Naira tersentak, menatap ibunya. “Hah? Oh … iya, Bun. Warna pastel juga bagus.” Bu Anya mengerutkan dahi. “Kamu nggak kelihatan antusias, Nai. Ada masalah apa lagi?” Naira menggigit bibir bawahnya, mencoba mencari jawaban yang tepat. “Nggak, Bun. Aku cuma capek tadi habis belanja dan banyak yang
9.971.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai warna nafi
Baca
+Pustaka
CEO Galak Itu Kekasihku

CEO Galak Itu Kekasihku

Walaupun sebenarnya ia sendiri sangat menyukai warna merah muda, jadi dapat di katakan hanya setengah kebohongan saja yang terdapat dari ucapannya. Navier terdiam, memikirkan ucapan Keira. Ia harus akui kalau perusahaan miliknya tidak pernah merilis ponsel dengan warna merah muda, meningat ciri khas dari ponsel mereka yang selalu menggunakan warna monochrome dan minimalist. “Apa kau punya nomor ponselku?” tanya Navier mengalihkan pembicaraan. Keira menujukkan deretan giginya untuk yang kedua kalinya. “Hehehe… tidak.”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai warna nafi
Baca
+Pustaka
Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda

jawabnya dusta. Raffael merasa kesal. Ingin marah, tetapi tidak mungkin. Bagaimana tidak? Kamarnya disulap dengan cat berwana pink. Sungguh di luar dugaannya. Setahu Raffael, warna favorit dirinya dan Revalina sama, yaitu dark color. Pink, warna yang benar-benar Raffael tidak suka. "Maaf, Yang. Kamu tidak salah pilih warna, kan?" tanya Raffael dengan hati-hati.
9.7287.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai warna nafi
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Suci Komala
Halo, Kakak semua. Terima kasih sudah baca cerita ini. Mohon maaf gak bisa balas komentarnya satu-satu (komen Kakak di masing-masing bab) karena saya bingung/tidak tahu Kakak komen di bab berapa aja. Karena kalau di pf ini harus buka bab satu per satu. Sekali lagi, Terima kasih banyak. Sehat selalu.
aloha
ceritanya mirip sm novel lain, judul nya pun mirip, duda anak 1, dosen, kaya, mantan istri si dosen model, calon istri mahasiswi, dan anak si dosen yg ngedeketin duluan si mahasiswi. tp tetep aja dibaca juga dua2nya
Baca Semua Ulasan
Fantarna

Fantarna

tukas Byzan. “Kami hanya sedang mencari kristal yang jatuh. Kurasa ia terlempar ke balik air terjun dan masuk ke gua itu,” Falfayria menjelaskan dengan tenang. “Kau tahu, aku masih tidak mengerti kenapa ada Warnarish Nila. Terutama Warnarish itu adalah kau, siapalah kau ini,” ujar Byzan dengan nada mencemooh. “Benarkah. Bagaimana menurutmu dengan, jingga dan kuning, merah dan merah muda atau biasa disebut pink, putih dengan abu-abu, ungu dan… mari kita lihat, nila?”
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai warna nafi
Baca
+Pustaka
Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Suara Rafa terdengar ceria, namun mengandung ketegangan terselubung. Nafeeza menarik napas dalam, menatap wajahnya sekilas di cermin kecil di dinding. Ia mengenakan gamis hijau zaitun yang sederhana namun anggun, dengan jilbab pashmina krem yang membingkai wajahnya rapi. Wajahnya tampak teduh, meski sorot matanya menyiratkan ketegangan. "Siap, insya Allah," jawabnya pelan. "Danis juga ikut, ya."
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai warna nafi
Baca
+Pustaka
Bayaran Cinta Sang Miliarder

Bayaran Cinta Sang Miliarder

Nadira berdiri di depan Pengadilan Agama Jakarta Selatan, mengenakan gamis sederhana berwarna krem pucat. Warna yang dulu ia benci karena dianggap terlalu pucat, terlalu ‘biasa’. Tapi hari ini, warna itu seperti mewakili dirinya — tenang, tanpa topeng. Di tangannya, map merah dengan lambang negara itu terasa lebih berat dari sekadar kertas.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai warna nafi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status