Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

Lokasi: Pos Ronda & Warung Sayur Mpok Ijah Kamis Pagi. Bu Tejo sedang memilah-milah kangkung di gerobak sayur dengan wajah serius, seolah sedang menjinakkan bom. Di sebelahnya, Bu RT dan ibu-ibu lain menunggu "siaran berita pagi" dari mulut Bu Tejo.
10918 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as warung sayur segar
Read
+Library
Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku

Bagian 1 "Yur... sayur...! Ibu... Ibu... sayur...! Sayur segar baru dipetik dijamin segar, ada ikannya juga." Sayup, terdengar jauh Abang tukang sayur sedang teriak menawarkan dagangannya. "Bu Aya! Belanja nggak? Tuh Abang sayurnya sudah di depan rumah Bu Hani, bentar lagi mau pergi!" Teriak Bu Tuti, tetangga sebelahku.
10124.8K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as warung sayur segar
Read
+Library
Gara-Gara Nikah di KUA

Gara-Gara Nikah di KUA

jawabku dengan mencium punggung tangannya. Bang Yusril naik ke motor bututnya, kemudian berlalu. Aku memasang sandal, lalu melangkah ke jalanan untuk ke warung buat beli lauk makan siang nanti. Di gerobak Mak Long, terlihat para Ibu-ibu sedang mengerumuni tukang sayur keliling yang menjajakkan sayurnya dari desa ke desa. “Eh, Naima, beli sayur?” sapa Rasminah, wanita paruh baya yang sebaya dengan Ibuku.
1037.1K viewsCompletedAdded to Library 927 Times as warung sayur segar
Read
+Library
Nasib si Bungsu

Nasib si Bungsu

Aku pergi ke warung terlebih dahulu membeli beberapa kebutuhan. Warungnya tidak terlalu jauh, hanya terhalang tiga rumah dari sini. "Bu, berasnya 2 kilo, sayur bayam 2 ikat, tempe 1 papan, minyak 1 liter," ucapku pada Mbak Sri pemilik warung. Tidak lama belanjaan sudah siap, aku langsung mengeluarkan selembar uang berwarna merah muda untuk membayar.
108.6K viewsOngoingAdded to Library 214 Times as warung sayur segar
Read
+Library
Tukar Ranjang

Tukar Ranjang

Nirwan tersenyum tipis dan menarik lembut lengan Nadira untuk duduk di sebuah meja dekat jendela kaca yang tertutup rapat, tapi dapat melihat pemandangan taman kecil yang ditumbuhi aneka bunga indah. "Bisa di bilang begitu, tapi mereka juga menjual coffe dan bubur ayam." "Bubur ayam? Bergandengan dengan roti?" Nadira cukup terkejut. Sebuah toko kue menyediakan layanan makan ditempat dan di temani dengan segelas coffe itu sudah biasa, namun bubur ayam? Itu terasa aneh dan jarang terjadi. "Katanya pemilik toko ini suka dengan bubur ayam dan desert, jadi dia menyediakan menu itu di tokonya hanya untuk sarapan pagi. Cobain saja, aku yakin kamu suka."
1043.8K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as warung sayur segar
Read
+Library
Ngarep Jadi Istri Sultan Malah Jadi Gelandangan

Ngarep Jadi Istri Sultan Malah Jadi Gelandangan

sapa Mang Kadir tukang sayur yang diperkirakan berumur tiga puluh tahunan itu Diandra membulatkan mata tanpa jawaban, ia tak suka nama Rara disebut-sebut di hadapannya. "Oh iya maaf lupa, udah dicerai ya." Mang Kadir cekikikan karena merasa tak enak. "Kamu mau beli apa, Sayang? daging, ayam, atau udang?" Wira menunjuk ke arah lauk pauk yang ia sebutkan. Diandra merenggut merasa jijik dengan kemasan lauk pauk itu, masa iya cuma dibungkus kresek putih saja, mana banyak darahnya, ga higienis!
1042.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as warung sayur segar
Read
+Library
TETANGGA BARU

TETANGGA BARU

Sop buntut yang dimasak pagi ini, sudah mendidih dan matang. Sop buntut yang bahan masakannya dapat kupesan dari Mang Rustam—tukang sayur keliling langganan di komplek ini. Mang Rustam bahkan telah mengirimkan pesananku ini pukul lima pagi tadi. Seperti isi pesanku. Sehingga aku menambahkan lebih, uang yang kubayarkan padanya. Klek! Kubuka pintu kamar utama. Kamar yang kutempati bersama suamiku. Kamar yang kembali hangat, setelah lima hari hanya aku sendirian yang mengisinya.
1015.5K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as warung sayur segar
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Mungkin juga agar nyamuk tak masuk pada malam hari. Aku membenarkan jilbab setelah membuka helm. Kemudian merapikan pakaianku sebelum menyapa perempuan yang sedang memasak kue yang pernah membuatku marah kepada Mas Adry. Kue lumba atau serabi. Di warung kecil yang berada di halaman rumah itulah wanita itu menjual dagangannya. "Beli apa mbak?" tawar wanita yang kutebak ibunya Audi itu.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as warung sayur segar
Read
+Library
Ketika Suamiku Menikah Lagi

Ketika Suamiku Menikah Lagi

meski ia mengatakan ini hak ku dan lain sebagainya. Warung buk bariah seperti tak kehabisan pembeli bahkan di siang hari seperti ini. Buk yuni sudah membawa satu kresek besar sayuran hijau, bayam, kangkung, ayam dan entah apa lagi. Ia sudah selesai berbelanja tapi ia duduk di bangku kayu diikuti mbak utami yang belum dapat apa-apa. “ Buk, beli 2 tempe dan tahunya lima ribu aja ” buk bariah masih sibuk memilah kulit bawang merah yang mengering.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as warung sayur segar
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

“Baiklah. Nasinya sudah siap, kok. Mbok Karto Tulup memang bisa diandalkan kalau tak ada simbah. Sayur pecel dan sopnya sudah siap. Sisa gudeg tadi pagi juga masih ada.” Warung satu ini memang unik. Mungkin hanya satu-satunya warung kecil yang punya jadwal ketat. Warung ini buka tiga kali sehari: pagi, siang dan sore. Hari besar dan hari Minggu tutup. Warung ini juga tutup bila Universitas Gela-Gelo baru libur semesteran. Saat warung dibuka sudah ada yang menunggu di depan pintu. Tak lain Bambang Senggotho and his gang. Bambang Senggotho yang juga menaruh hati mencoba menarik perhatiannya. Hal itu hanya ditanggapi Sarni Trilili dengan senyuman. Namun senyum manis itu yang justru menaikkan
1.6K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as warung sayur segar
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status