Nasi Kotak
"Eh, Pak. Namanya borong itu harus punya duit banyak. Lha dia. Duit dari mana. Orang baru kemarin pergi kerja jadi pembantu, eh … sekarang sudah pulang."
"Saya borong semua isi warung ini. Siapa saja boleh ambil apa yang dibutuhkan, tapi jangan berebut." Memberikan segepok uang sepuluh juta. "Kalau kurang, Mbak Nar bilang saja. Assalamu'alaikum."
"Ci-Ci. Suci. Ini beneran?" tanya Mbak Nar dengan tangan bergetar.
"Untuk apa saya bohong."
"Ci, saya boleh ambil sabun, beras, dan sayuran 'kan," tanya seseibu disusul pertanyaan dari lainnya. Mereka heboh.
Hot Chapters