RUMAH EYANG
Luwes sekali dia bicara.
Herannya, kenapa dia bisa ingat ya? Kalau usia kami dulu sama, seharusnya kamu sama-sama tak ingat.
Nunik menarik tanganku untuk duduk di saung. Sudah ada teko berisi sirup dingin di situ. Juga ada kue yang dibungkus dengan daun pisang, semacam lepat.
"Ini Yoga," kata Nunik mengenalkan Yoga. Saat aku mengulurkan tangan, Yoga menyambut tanganku tanpa menyebut namanya lagi.