BODYGUARD KESAYANGAN
Namun, gadis itu yang justru berlari dan dan mendekap perempuan yang telah melahirkannya sambil bertaruh nyawa.
“Aya, sudah lama kamu nggak pulang. Kamu pasti betah, ya, di sana.” Amira membelai rambut Aya yang sangat halus. Berbeda dengan Aya ketika memegang rambut mamanya, mudah sekali rontok.
“Aya bahagia, karena itu ayo, Ma, kita ke gunung sama-sama.” Aya melepaskan pelukan.
“Tuan Putri,” ucap Saka sambil menggeleng, dia mengingatkan di gunung ada peperangan.
Hot Chapters