Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istirahatlah yang Tenang, Istriku!

Istirahatlah yang Tenang, Istriku!

"Iya, Kak. Ini udah jalan ke kantor." *** "Kacau banget. Kakak rasa, Wira mau kasih kamu kesempatan lagi. Ternyata, kamu malah menyia-nyiakannya." Aku mengembuskan napas pelan, pusing dengan semua ini. Kenapa bisa terjadi? Astaga. Kak Anton mengetuk-ngetukkan tangan ke meja. Ini sedang jam istirahat kantor. "Eh, katanya ada anak baru. Sebentar lagi lewat."
13.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai wattpad nen di kantor
Baca
+Pustaka
Jebakan Meluluhkan Hati Pengacara Dingin

Jebakan Meluluhkan Hati Pengacara Dingin

Ada kesan akrab saat berpandangan dengannya. Dia mendekat dan mengulurkan tangan. "Nona Natalie ya? Aku Kadir, kepala lembaga ini." Natalie berdiri dari sofa, berjabat tangan dengannya, lalu melirik sekeliling. "Sepertinya karyawan di sini nggak banyak ya?" Kadir tersenyum. "Ini cuma kantor cabang. Kantor pusat kami ada di provinsi lain dan baru dibuka, jadi belum sempat merekrut terlalu banyak karyawan."
10106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai wattpad nen di kantor
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Empat Lapan
Thor kenapa up bab nya di kurangi...padahal sudah bagus sehari up bab 4...lah ini kurang 2...seharusnya di tambahin/lebihkan bukanmalahdikurangi...Apa mungkin karena readers nya makin banyak jadi Authornya nya mulai sombong ..........
Ikeu Kodila
ini kayaknya kalo perhari up 6 atau 8 bab bisa trending 1 kek judulnya Dosenku disiang hari Suamiku dimalam hari deh soalnya cerita dan bahasanya tuh ga bikin cringe ngalir aja tapi sayang cuman 4bab perhari padahal bagus banget ceritanya
Baca Semua Ulasan
Arisan Bodong Keluarga

Arisan Bodong Keluarga

Bila mendapat gono gini pun Cantika berniat menyimpannya untuk dana pendidikan anak anaknya di masa depan. " Ya sudah kamu hati hati ya " jawab Pak Imam, dia mengantarkan kepergian putrinya sampai pintu toko. Setengah jam perjalanan Cantika sudah tiba di kantor Keenan. Sebuah Bank swasta yang terkenal dan cukup besar. Beberapa kali dia ikut acara kantor sehingga mengenal beberapa teman Keenan. Dia mendapat kabar dari salah satu kenalannya bahwa Pak Rojak manager Bank tersebut sedang ada di tempat.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai wattpad nen di kantor
Baca
+Pustaka
Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Membayangkan sebentar lagi akan berada di kantor papanya yang megah, Dinda begitu senang. Selama ini ia hanya mendengar cerita dari teman- temannya kalau kantor tempat papa Dinda bekerja itu sangat megah dan ramah terhadap anak- anak. Kantor menyediakan tempat khusus untuk bermain anak- anak karyawan yang terpaksa harus ikut ke kantor. Namun Dinda belum pernah menginjakkan kakinya di sana.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai wattpad nen di kantor
Baca
+Pustaka
Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa

Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa

“Kenapa, emang?” “Biar aku nggak harus berlarian dan antri sepanjang warga antri bansos lagi. Kamu tahu, kan sekarang Nexus lagi banyak anak magang. Nah, mereka semua bikin kantin super penuh,” celoteh Tata, mendramatisir. Keeva mendecih. “Ck! Semudah itu kamu kalah antrian sama anak magang?” cibirnya “Hei. No! masalahnya kaki aku cenat cenut banget, nih! Butuh belaian pria mapan yang uangnya miliaran biar aku bisa rebahan aja di rumah.”
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai wattpad nen di kantor
Baca
+Pustaka
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

tanya Lintang kecil. “Itu…” Ia berpikir sebentar sambil mengernyit lucu. “…di Nalendra.” Lintang langsung sedikit menegang. “Di Narendra?” “Iya.” Liana mengangguk. “Yang mana?” tanya Lintang. Liana malah terlihat bingung sekarang. “Memangnya banyak ya Om nama kantor Nalendra?” Lintang menahan senyum kecil samar. “Banyak. Banyak cabangnya juga.”
978 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai wattpad nen di kantor
Baca
+Pustaka
Menikahi Papa Karyawanku

Menikahi Papa Karyawanku

Tidak akan ada lagi air mata Ergan, tidak akan ada lagi ketakutan Jihan. Pagi itu, suasana kantor terasa lebih sibuk dari biasanya, beberapa karyawan berlalu-lalang di koridor dengan berkas di tangan, sementara suara dering telepon dari meja resepsionis tak henti terdengar. Dona memasuki ruang kerjanya dengan langkah pasti, wajahnya terlihat segar meski malam sebelumnya ia hanya tidur beberapa jam.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai wattpad nen di kantor
Baca
+Pustaka
Office Hour!

Office Hour!

Rapurpletetangga
Dengan isyarat, ia memintaku mengikutinya, melalui pintu kaca dan sampai di ruangan besar dengan tulisan besar 'LOTUS PUBLISHING' Sungguh tak seperti bayanganku tentang kantor. Maksudku, biasanya kantor kan di penuhi kubik-kubik yang dimiliki setiap karyawan, lalu semua akan duduk di kubiknya dan sibuk sendiri, serta semua akan saling menjegal karena memiliki ambisi yang besar. Sebut aku terlalu banyak novel fiksi, namun begitulah yang tergambar dalam benakku.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai wattpad nen di kantor
Baca
+Pustaka
CEO Yang Hilang Ingatan

CEO Yang Hilang Ingatan

"Gak berangkat ke kantor kamu?" Sudah hampir semingguan ini aku tak hadir di kantor. Untuk apa? Ada Om Pramudya yang bisa mengurus semua pekerjaanku. Lagi pula untuk mengetahui perkembangan perusahaan aku bisa minta dikirimkan data-data ke email. Work from home. "Males Pa, gak ada rapat atau hal penting yang harus diurus," kataku menjelaskan. Papa menaruh koran yang dibacanya di meja kayu, "Soal pertengkaranmu di Klub Heaven, media sosial bahkan televisi swasta sudah menayangkan siaran beritanya."
1033.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai wattpad nen di kantor
Baca
+Pustaka
Rahasia di Balik Meja Kerja

Rahasia di Balik Meja Kerja

Ya Allah. Karyawan kantor ini kalau kerja secepat mereka bikin asumsi, mungkin perusahaan udah buka cabang di Swiss. “Padahal kita cuma—” “—suka satu sama lain?” sambung Dinda. Aku langsung melotot. “Pelan dikit napa ngomongnya?!” “Ya habis itu kenyataannya.” Aku jatuh lemas ke sandaran kursi. Iya sih.
879 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai wattpad nen di kantor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status