SUCI TAK PERAWAN
Kedua orang tuaku tidak diterima dengan baik saat hendak berbicara dengan papa Cean lewat telepon, yang aku dengar, mereka tak butuh mempelai laki-laki untuk melangsungkan acara resepsi yang mau tidak mau tetap harus dilakukan.
Restoran ini adalah usaha yang aku rintis setelah lulus dengan pendidikanku hingga menjadi chef profesional. Di tempat ini, aku memiliki ruang dan kamar pribadi, bahkan dapur pribadi untuk bereksperimen dengan menu baru.
Ketiga temanku, Adrian, Nicholas, dan juga Putra. Dari kami berempat, aku yang belum menikah, dan dari mereka inilah aku terobsesi dengan darah perawan itu. Adrian dan Putra mengatakan jika wanita yang pertama kali melakukan itu akan mengalami sedikit