Married? Insya Allah
“Kabar buruknya persiapan pernikahan kita berjalan dengan sangat lambat, penuh kendala di sana–sini. Rasanya seperti menyulam sebuah tembok yang kotor dengan mengecat warna putih saja. Sedangkan pernikahan kita tinggal beberapa hari lagi. Terhitung mulai besok dan rasanya kita tidak jadi resepsi. WO yang aku sewa menipuku, mereka perusahaan fiktif. Seharusnya aku lebih teliti dan hati-hati. Semua uang, biaya gedung, dan lain-lain, dibawa kabur oleh mereka. Allah, buruknya lagi, uang itu adalah hasil tabungan gajiku selama ini, dan juga hasilku menjual mobil. Aku sudah tak punya apa-apa. Semua habis, kecuali beberapa lembar uang ratusan di dalam dompet, imbuhnya.
“Tadi, aku hendak mengecek se
Hot Chapters