Sang Legenda dalam Takdir Tuan Muda
Rednispuisi senja yang indahcerpen senja terindahlirik adera lebih indahlirik menuju senja
Aku mengirim pesan pada Will bahwa aku akan menunggu kacamataku, dan bertanya apakah dia akan menunggu di mobil atau di kafe atau dia memilih pergi karena ada urusan.
Sambil menunggu balasannya, aku berselancar di dunia maya—mencoba lebih memahami lagi apa saja yang ada di tahun 2025 ini. Tren apa saja yang tersedia, istilah-istilah apa yang biasa digunakan, serta teknologi apa saja yang berkembang dan berbeda dari eraku.
Ponsel pintarku bergetar singkat, memunculkan notifikasi pesan dari Will yang bilang bahwa dia akan pergi dulu untuk sebuah urusan yang tidak dia sebutkan. Aku menjawab, ‘Ok.’
Hot Chapters