Menutup Pintu Masa Lalu
Peter pulang dengan wajah letih, tangannya masih menenteng seikat bunga segar.
Dia berjalan mendekatiku tanpa sedikit pun rasa bersalah di wajahnya, “Aurel, aku bawakan bunga lisianthus kesukaanmu.”
Lisianthus, bunga yang melambangkan kesetiaan dan cinta yang tunggal. Tapi saat ini, berada di genggamannya, rasanya seperti sebuah lelucon.