21 Days in Sukabumi
Pria itu lantas mengembuskan napas, menatap ke langit yang sedikit tertutup awan lalu menjawab, "Hidup bukan sekedar menikmati kenikmatan dunia, tapi juga berjuang untuk dunia itu sendiri."
Kalimat itu mungkin bisa kucatat supaya dapat menjadi motivasi suatu saat nanti. Hawa sejuk mulai menyelimuti, sinar jingga yang semula tertutup gumpalan awan kini terlihat kembali tepat berada di ufuk barat, perlahan mulai menenggelamkan cahayanya.
"Kalau begitu, kami berdua pamit dulu ya. Besok ke sini lagi, sekalian mau liat beberapa tempat. Boleh temenin kami keliling besok, Pak?"
Hot Chapters