Kinari dan Benang Waktu
Dua tanduk menonjol dari keningnya, merah seperti bara yang memadat; sayapnya terbuka, kulitnya menyala dengan retakan api gelap.
Ia berkaki besar, cakar-cakarnya menggores aspal; mulutnya memancarkan bisik yang menumbuhkan amarah. Wrath telah memilih bentuknya: bukan lagi Rage setengah jadi, melainkan manifestasi penuh — hukum yang berjalan.
Kinari tak menunggu.
Insting ratu meraung di dadanya.
Ia menanamkan kakinya pada tanah seperti jangkar kapal, lalu melepaskan Hydroblast; bukan dari tangan, tetapi dari ubun-ubun sampai tumit, pijar air melesat sebagai tombak cair.
인기 회차