Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anara

Anara

[Sayang] disertai emot love dan cium. [Ya] balas Anara. [Irit amat hurufnya, yank!] emot menutup mulut tertawa. [Kangen.] emot love berbaris dan wajah menangis. [Aku juga] emot love sebiji. [Aku tunggu di club, malam ini.] emot cium. [Oke!]
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
Kinan

Kinan

Nora Althea Skykaninakani
Tak lupa, Kinan mengambil beberapa kaleng minuman bersoda dan membawanya bersama ke balkon. "Ini sedikit pedas, mungkin kau akan menangis." "Kau meremehkanku ya?" tanya Kinan memandang sinis. Noah mengaduk-aduk mie instannya dan memakannya pelan. Kinan yang tidak mau kalah pun, ikut memakan mie berasa pedas itu sampai ia tidak menyadari panas dari kuah mie tersebut. "Ah, lidahku!" "Makanya kalau makan itu pelan-pelan!" Noah berdecak pelan, ia mengambil satu kaleng minum soda—membukanya dan kemudian menyodorkannya ke Kinan. "Nih, minum!"
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Arrgh, padahal aku penasaran banget gimana rekasi si Yi Kyung asli yang jahat itu. “Jana, cepetan turun makan,” teriak tante Anna dari bawah. “Iiya, Tante,” aku langsung mematikan laptop dan mengubur sejenak rasa penasaranku dari drama korea yang baru setengah kutonton, Bride Of The Century, waktunya makan.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

Mengapa orang Indonesia selalu menanyai namanya. Yasa yang mengerti langsung menghampiri kedua orang tuanya. "Namanya Speranza ma," jawab Yasa. "Mama tidak bertanya kepadamu Yasa!" teriak mamanya kesal. Yasa terdiam dan mengangguk mengerti. "Maaf," ujar Yasa. "Jawab! Siapa nama panjang kamu?" tanya mama Yasa sekali lagi. "Speranza Constanzo," jawabnya dengan malas.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
Reuni

Reuni

********** Hasan meraih gelas yang ada di meja kamar tidurnya itu, di genggamnya erat gelas itu "Aku tidak suka dikhianati, bagaimanapun kamu sudah kotor Asti..lihat apa nanti yang akan aku lakukan padamu wanita hina..!", Bara yang menyala-nyala seolah keluar dari kedua bola mata pria yang tengah penuh amarah itu, tangannya yang sebelah pun mengepal keras seakan hendak melayangkan tinju ke arah orang yang telah menginjang-injak harga dirinya itu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

titah Kenan membuat Alice membolakkan matanya. Apa dia gak salah dengar? Minta maaf dengan orang yang tak tau kata maaf? "Minta maaf? Malah aku minta maaf dia semakin men—" "Gak ada alasan! Minta maaf!" potong Kenan dengan cepat, Alice mendecih dalam hati. Dia dapat melihat jelas jika Ying merasa menang hari ini. Angle Wing inti akhirnya mendekati Alice, setelah lama mereka duduk di pinggir lapangan menonton mereka adu otot.
105.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
Mas Sena

Mas Sena

ejek Zelina “Iya , saya gila,” Sena menjeda ucapannya “Gila karena kamu,” lanjut Sena Zelina yang mendengar jawabann dari Sena pun justru tertawa terbahak bahak. Ia bukan tipe cewek yang mudah digombali. “Kenapa kamu ketawa, apa ada yang salah?”Tanya Sena “Emmm gakada. Dasar tua tua keladi,”ejek Zelina
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
ANATASYA

ANATASYA

Ana menatap pantulan dirinya di cermin. "Ayo semangat!" Ana mengepalkan tangannya ke udara. Ana selalu seperti ini, ketika ia merasa lelah. Ia akan menyemangati dirinya sendiri. Ana membuka handphone nya, di bukanya aplikasi W*. Tapi tidak ada chat yang penting. Jadi Ana memutuskan untuk mematikan handphonenya. ~~~~~~~ "Hati-hati di jalan." teriak Ana kepada Inggrid dan Anggi. Ia melambaikan tangannya. Rumah Inggrid dan Anggi itu satu arah, jadi mereka bisa pulang bersama.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
Anneth

Anneth

DePanic Cafe. 12.15. Anneth memenuhi janjinya untuk bertemu dengan Devaro (Lea) saat istirahat kerja di cafe yang baru saja dibuka dengan mengusung konsep ala Santorini, Yunani. Saat pertama kali melangkah di halaman depan cafe, mata Anneth langsung disajikan dekorasi yang kebanyakan didominasi warna biru dan putih khas bangunan-bangunan di Santorini. Ia pun melanjutkan langkah kakinya dan masuk ke dalam cafe, disana sudah banyak pengunjung yang didominasi muda-mudi. Saat mengedarkan pandang dan belum menemukan batang hidung Devaro (Lea) disana, langsung saja Anneth memutuskan untuk memilih tempat duduk yang menurutnya nyaman dan bisa langsung menikmati view taman dan danau disamping cafe se
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

Ayus telah menjelma menjadi sosok lelaki yang benqr-benar buruk di matanya. "Kau sudah bangun?" suara bariton itu membuyarkan lamunan Riri. "Ya," jawab Riri singkat. "Kenapa pagi-pagi begini kau sudah badmood?" tanya Arnold sembari mendekati Riri. Bahkan lelaki itu memberikan kecupan hangat di kening untuk Riri. "Sudah kubilang, jangan memikirkan apapun oke? Ini untukmu."
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai yané
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status