Pembantu Rasa Nyonya
ucapku dengan menunjukkan tatapan memohon pengertian.
Dia akan meraih tanganku, tetapi diurungkannya. Mungkin dia mengingat kesepakatan kami, yang tidak boleh ada kontak fisik.
"Baiklah. Tapi, tolong tetap di sini, ya. Dan, kasih tahu kalau sudah ada sedikit tempat untukku," katanya dengan mengganti kata saya dengan aku.
Aku menjawab dengan anggukan dan senyuman. Saat ini, prioritasku adalah Wisnu. Untuk urusan jodoh, aku tidak berharap banyak, biarkan kehidupan mengalir apa adanya.