Terbuai Setelah Malam Pertama
“Kenapa harus keberatan? Dalam bisnis, profesionalitas nomor satu. Lagipula, aku selalu tahu mana yang harus aku prioritaskan dan mana yang cuma pengisi waktu. Kamu tidak perlu memikirkan hal berat dulu untuk saat ini.”
Maksud Bima, dia lebih memprioritaskan Megha, agar kondisinya cepat pulih dan aman dari orang-orang di sekitarnya.
Dada Megha serasa dihantam batu besar. Kata-kata ‘pengisi waktu’ diucapkan Bima dengan begitu ringan. Dia merasa kalau harga dirinya baru saja diinjak halus oleh pria di hadapannya.
“Tentu, Pak Bima. Saya paham betul posisi saya. Terima kasih sudah mengingatkan batas antara prioritas utama Anda dan sekadar pengisi waktu,’ balas Megha tajam, tapi tetap terkontrol.