Balas Dendam Berbalut Sutra
Rambut panjangnya yang diikat kuda menjuntai melewati lengan.
Punggungku kembali bersandar malas pada sofa. Aku menatap Addy lurus-lurus, yang dibalasnya dengan satu alis terangkat. “Kau terlalu meremehkannya,” ucapku kasihan. Kalau jujur, aku sendiri merasa minder jika berhadapan dengan River. Dia punya segalanya: badan yang bagus, wajah yang memesona (meskipun aku mati-matian menentang fakta ini), karier yang cemerlang, dan barangkali kekuasaan yang cukup besar.
“Terserah saja,” ucapnya. “Meskipun dia keturunan singa sekali pun, aku akan tetap datang padanya jika dia macam-macam padamu. Aku sanggup menyiram air keras padanya.”
Hot Chapters