Kutunggu Jandamu
Tanganku meraih handuk lalu kucelupkan ke dalam air dingin, selanjutnya diperas dan ditempelkan perlahan pada bagian yang lebam.
"Auuuh…." Aku meringis menahan perih. Memang saat pemuda itu menghantam wajahku dengan kepalan tangannya, kurasakan rahangku bergetar. Namun, aku berusaha tak peduli sebab fokus untuk menyelamatkan tas yang dicurinya. Kalung indah untuk Berlian ada dalam tas itu. Jika sampai raib, akan sulit memesan dengan model serupa. Limited edition. Dan ini hasilnya. Luka memar dan lebam sebagai hadiah pertarunganku dengannya.
Kuulangi sekali lagi, mengompres tepat di bagian bengkak, sensasinya seperti ditusuk jarum menembus hingga ke urat-urat.
Hot Chapters