Taaruf dengan Anak Wanita Malam
Karena telepon dari Shiza sudah mati dari tadi, dia pun menelpon balik Shiza.
[Halo, assalamualaikum Shiza!] seru Zahrana setelah mengatur suaranya agar terdengar lebih tenang.
[Waalaikumsalam warohmatullah,] jawab Shiza dengan suara yang terkesan cemas.
[Zahra, maaf saya mau tanya, siapa yang taaruf?]
[Um, anu Za, ] jawab Zahrana tergagap. Lebih tepat, berpura-pura tergagap.