Sadena
Air mata Selin lantas mengucur deras, tangan dan lututnya berdenyut sakit ketika bergesekan dengan lantai semen berpasir, bersama popcornnya yang kini terhambur tragis.
"DENA! Hiks. Tolongin aku..."
--Sadena--
Rupanya Zoe belum menyerah, pria itu kembali bangkit meski darah mengaliri sudut bibirnya.
Sadena yang melihat itu tentu tak begitu saja meremehkan, dia mengepalkan kuat tangan dari balik sarung tinju. Ia bertekad kali ini harus mampu meruntuhkan pertahanan pria gila hormat itu dalam sekali pukulan. Sadena pun mengakui, Zoe memang petarung yang handal.
Hot Chapters