LOGINฮารุกะและคิชิโระนักเรียนห้อง5/B ที่ดันไปเปิดหีบต้องสาปเข้าจนเกิดเหตุการณ์วุ่นวายไปทั่วทั้งโลก พวกเขาทั้งาองคนจึงได้รับหน้าที่ให้มากำจัดเงาปีศาจที่เหมืองร้างแห่งนี้
View More“Mempelai pria tidak akan datang. Dia sedang sibuk dengan... wanita lain.”
Suasana ballroom yang sejak tadi sunyi kini terdengar suara bisik-bisik. Vina berdehem untuk mendapatkan perhatian kembali.
“Pesta tetap berlanjut. Silahkan nikmati makanan yang telah tersedia.”
Vina dengan gaun pengantin cantik turun dari panggung dengan senyum di wajah. Bahkan menyapa ramah para tamu undangan yang memberikan ucapan penuh keprihatinan.
“Aku nggak papa. Lebih baik tau sebelum pernikahan, bukan?” Kalimat itu yang selalu meluncur dari bibir Vina tiap kali keluarga atau kerabat menanyai keadaannya.
Tapi akhirnya, Vina lelah juga. Betul kata orang bijak, pura-pura baik-baik saja itu butuh banyak tenaga.
Sahabatnya, Ayla menyeretnya ke meja VIP. Ayla lah yang pertama kali tau bahwa Andreas – mantan tunangannya, selingkuh. Vina tidak percaya begitu saja.
Hingga dua hari sebelum pernikahan, ditemani sahabatnya, Vina memergoki sang tunangan di kamar hotel dengan wanita lain. Detik itu juga Vina memutuskan Andreas.
“Sudah kubilang untuk membatalkan saja pesta ini. Aku risih mendengar banyak orang bertanya tentangmu dan Andreas.” Ayla berbisik sambil menyiapkan piring makanan untuk Vina, lalu pergi untuk menemani para tamu.
Vina menatap sekeliling. Pesta pernikahan tanpa pengantin lelaki ini tetap berjalan meriah dengan dekorasi elegan dan band kenamaan. Hingga akhirnya matanya berair.
Tak mau keluarga dan kerabatnya melihat ia menangis, diam-diam Vina keluar dari ballroom. Perlahan berjalan menuju ruang ganti pakaian untuk sekedar menenangkan diri.
Langkahnya terhenti melihat pemandangan di depan pintu. Andreas dan Ayla sedang bercumbu di sofa. Dua orang terdekatnya ternyata berkhianat. Entah sejak kapan.
Kedua mata Vina hanya menatap kosong pada dua mahluk yang tak sadar ia perhatikan. Tidak ada air mata. Ia hanya mengutuk diri sendiri bagaimana selama ini begitu polos hingga tak tau apa yang terjadi di belakangnya.
Vina segera membalik tubuh dan setengah berlari menjauhi ruang ganti pakaian. Kakinya melangkah tak tentu arah. Hingga akhirnya ia melihat sebuah restoran yang sepi.
Setelah memesan minuman, Vina memangku wajahnya dan merenung. Jantungnya masih berdebar kencang mengingat apa yang barusan ia lihat. Sebenarnya Andreas bersama wanita di hotel atau dengan Ayla?
Tiba-tiba ada sesuatu yang menyelinap ke bawah gaun pengantinnya yang lebar. Tak lama kemudian tiga lelaki kekar masuk dan berkeliling ruangan.
“Ssstttt.” Seorang lelaki bermasker melongokkan kepalanya dari balik gaun. “Tolong sembunyikan aku sebentar, ya.”
Vina mengerutkan kening tak suka. “Pasti lelaki yang di bawah gaunku yang mereka cari.” Vina membatin.
Berpikir cepat apa yang harus ia lakukan, Vina akhirnya memutuskan untuk pura-pura tidak tau. Hingga tiga lelaki kekar itu pergi.
“Mereka sudah pergi, kan?” Lelaki itu keluar dari gaun lebar Vina.
“Plak.” Tangan Vina spontan menampar pipi lelaki tersebut. “Dasar lelaki mesum!”
“Eh, aku nggak lihat apa-apa, kok.” Lelaki itu bersumpah pada Vina sambil memegangi pipinya.
“Lagian, apa nggak ada tempat lain untuk sembunyi dari para penagih hutang itu?”
“Hah? Penagih hutang?” Lelaki itu tampak terkejut.
Dengan wajah menahan marah, Vina melengos lalu pergi. Tetapi, lelaki itu malah membuntuti Vina.
“Aku ikut kamu, siapa tau mereka masih mengejarku.”
“Bukan urusanku!"
“Oh. Mereka juga akan mengejarmu, bahkan menangkapmu juga karena barusan kamu yang menyembunyikanku.” Lelaki itu mengancam sambil berkacak pinggang.
Ini pasti orang gila! Dengan wajah merengut kesal, Vina melewati lelaki itu dan masuk ke dalam lift yang kosong.
Hingga tiba di depan pintu kamar hotel, lelaki itu tetap membuntuti Vina.
“Cukup sampai di sini ngikutin aku.” Vina berkata tegas.
Vina membuka pintu. Saat ia akan masuk, lelaki itu segera mendahuluinya. Spontan, Vina berteriak kesal.
“Heii! Kamu tidak boleh masuk!”
Lelaki itu tidak menjawab. Ia terpaku di tempatnya berdiri sambil menatap sekeliling. “Kamu... ini, kamar pengantin?”
“Keluar!” ulang Vina dengan jari telunjuk mengarah ke pintu. Nada suaranya bergetar saat memerintah.
Lelaki itu mengabaikan ucapan tegas Vina, lalu mengambil secarik kartu pada kue cantik di meja.
“Nona Vina... kami prihatin atas gagalnya pernikahan anda. Terimalah kue ini sebagai rasa kepedulian kami.” Lelaki itu membaca keras-keras. “Aku pikir kamu sedang syuting, pemotretan, cosplay atau apa lah. Ternyata pengantin betulan,” imbuhnya lagi sambil terkekeh.
“Tolong, keluar lah. Aku sedang ingin sendiri.” Vina seperti kehabisan daya untuk emosi, lalu menjatuhkan bokongnya ke sofa dan bersandar lemah.
“Nangis aja kalau mau nangis.” Lelaki itu memberi saran dengan santai. “Lagipula dia yang rugi karena tidak jadi menikahi wanita cantik sepertimu.”
Kalimat itu sudah berkali-kali ia dengar, namun saat ini terasa berbeda. Rasanya kata-kata itu menguatkan sekaligus melemahkannya. Vina jadi terisak sedih.
“Cup, cup, cup.” Lelaki itu menghampiri Vina lalu memeluknya. “Apa ini kali pertama kamu menangis semenjak membatalkan pernikahan?”
Vina tidak menjawab. Untuk sesaat ia larut dalam pelukan lelaki tak dikenal itu. Hingga akhirnya sadar dan mendorong dada lelaki di sampingnya.
“Kamu siapa, sih? Jangan sok menenangkanku.”
“Mmm kamu... tidak kenal aku?” Lelaki itu membuka masker wajahnya.
Kening Vina berkerut menatap si lelaki. Tampan, kulit bersih dengan mata berkilau, struktur wajahnya proporsional. Di mata Vina, lelaki ini seperti sosok playboy internasional.
“Tidak. Kita belum pernah bertemu, kan?”
Lelaki itu mengangkat kedua alisnya, lalu tergelak kencang sambil bertepuk tangan. Vina terpana melihat ketampanan lelaki itu justru bertambah saat tertawa.
“Akhirnya... ada juga wanita yang tidak mengenaliku.” Lelaki itu bergumam sambil menatap Vina dengan senyum misterius.
“Apa maksudmu?” Vina menggeleng bingung.
“Tidak, tidak.” Lelaki itu menggeleng dan menjulurkan tangan. “Kenalkan. Aku Dylan.”
Vina menatap uluran tangan itu tanpa membalasnya. Si lelaki akhirnya menurunkan tangan dan menatap prihatin pada Vina.
“Apa yang lelaki itu perbuat padamu? Selama dia tidak tiba-tiba mati, kamu wajib balas dendam!”
Spontan, Vina menoleh dan menatap Dylan. Saat ini, ia bahkan sulit bernapas, apalagi balas dendam yang butuh ekstra effort?
“Malas!” Vina menjawab dan menghela napas beratnya.
“Hem. Karena tadi kamu membantuku, aku akan balas budi.”
Vina menggeleng lemah. “Tidak perlu. Keluar saja dari kamar ini. Aku butuh ketenangan.”
“Tidak mau. Aku takut kamu bunuh diri.”
Pernyataan itu membuat bibir Vina mencebik. “Sebelum mati, aku ingin tau bagaimana mantan tunangan dan sahabatku bisa selingkuh.”
“What?” Mata Dylan terbelalak lalu memberi saran. “Daripada sedih-sedih, lebih baik menyalurkan energi negatifmu pada hal yang bisa membuat mereka terkejut.”
Vina menghela napas berat. “Aku belum tau harus melakukan apa.”
Dylan menatap sekeliling kamar yang bernuansa cream dan putih serta dekorasi bunga berwarna burgundy. “Aku punya solusi untuk masalahmu.” Dylan menatap Vina dengan wajah serius.
“Apa?”
“Menikah lah denganku!”
สายลมแห่งยามรุ่งอรุณพัดโชยมาปะทะร่าง อิจิ และ ฮารุ ที่ยืนอยู่บนเนินเขาเตี้ยๆ แสงแรกของดวงอาทิตย์สาดส่องลงมายังทิวทัศน์เบื้องหน้า เผยให้เห็นยอดเขาไฟที่สูงเสียดฟ้า มันตั้งตระหง่านอยู่ท่ามกลางผืนป่าดิบชื้นที่พวกเขาเพิ่งฝ่าฟันออกมา หมอกจางๆ ลอยปกคลุมรอบฐานของภูเขาไฟราวกับผ้าห่มสีขาว กลิ่นกำมะถันจางๆ ลอยมาตามลมเป็นสัญญาณเตือนถึงพลังงานที่ไม่สงบนิ่งที่อยู่ภายใน “นั่นแหละ… ยอดเขาไฟ” ฮารุพึมพำ น้ำเสียงของเธอเต็มไปด้วยความกังวล “มันดูน่ากลัวกว่าที่คิดไว้เยอะเลยนะอิจิ” อิจิพยักหน้า สีหน้าของเขาเคร่งเครียด “ใช่… พลังงานมืดมิดที่แผ่ออกมาจากที่นั่นมันมหาศาลมาก ‘ผู้ตื่น’ กำลังจะถูกปลดปล่อยออกมาในไม่ช้า” ผ้ายันต์แห่งความจริงที่ผนึกอยู่ในฝ่ามือของฮารุเรืองแสงจางๆ เป็นการยืนยันถึงความรู้สึกของอิจิ พวกเขามีเวลาเพียงสองราตรีเท่านั้นก่อนที่ ดวงจันทร์สีเลือด จะปรากฏขึ้น ซึ่งเป็นช่วงเวลาที่พันธนาการของ ‘ผู้ตื่น’ จะอ่อนแอที่สุด “เราต้องไปถึงที่นั่นให้เร็วที่สุด” อิจิกล่าว “และเราต้องหารหัสลับแห่งบรรพกาลให้เจอด้วย” “รหัสลับนั่น… มันอยู่ที่ไหนกันนะ?” ฮารุถาม “จิตวิญญาณแห่งต้นไม้บอกแค่ว่ามันอยู่ในผืนป่าแห
คืนเดือนมืดปกคลุมผืนป่าดิบชื้นทางตอนเหนือของสยามประเทศ แสงจันทร์แทบไม่สามารถส่องผ่านม่านไม้หนาทึบลงมาได้ มีเพียงเสียงจิ้งหรีดเรไรร้องระงม และเสียงลมกระโชกแรงที่พัดกิ่งไม้ใบหญ้าให้เสียดสีกันเป็นระยะ ราวกับเสียงกระซิบกระซาบจากวิญญาณแห่งป่า อิจิและฮารุยังคงก้าวเดินอย่างเชื่องช้า ร่างกายของอิจิอ่อนล้าจากบาดแผลที่ไม่ได้รับการรักษาอย่างเต็มที่ ส่วนฮารุก็ดูซีดเซียวจากการใช้พลังแห่งชีวิตครั้งล่าสุด แต่ดวงตาของทั้งคู่ยังคงฉายแววความมุ่งมั่นที่จะค้นหาผ้ายันต์ผืนสุดท้ายที่ปรากฏในนิมิตของฮารุ “อากาศที่นี่มันแปลกๆ นะอิจิ” ฮารุพึมพำ น้ำเสียงของเธอแผ่วเบา “มันเย็นยะเยือกกว่าที่ควรจะเป็น… เหมือนมีบางอย่างกำลังจับจ้องเราอยู่” “ใช่… ฉันก็รู้สึกได้” อิจิตอบ เขากระชับดาบในมือแน่นขึ้น “พลังงานที่นี่ไม่ใช่พลังงานของปีศาจ แต่มันเป็นพลังที่เก่าแก่กว่านั้น… ลึกซึ้งกว่านั้น” ตามนิมิตของฮารุ ผ้ายันต์ผืนสุดท้ายถูกซ่อนอยู่ใต้ต้นไม้โบราณที่สูงเสียดฟ้าในป่าลึกแห่งนี้ ต้นไม้ที่แผ่กิ่งก้านสาขาปกคลุมไปทั่วบริเวณ และมีแสงสีม่วงเข้มเปล่งออกมาจากรากของมัน “เรามาถูกทางแล้วใช่ไหมอิจิ?” ฮารุถาม “ฉันหวังว่าอย่างนั้นฮารุ
ปดปีผ่านไปนับจากเหตุการณ์บน เกาะแห่งม่านหมอก โลกยังคงสงบสุขภายใต้การดูแลของ อิจิ และ ฮารุ พวกเขายังคงทำหน้าที่ผู้พิทักษ์แห่งสมดุลอย่างเงียบๆ ฮารุในวัย 26 ปี กลายเป็นที่ปรึกษาด้านการพัฒนาชุมชนให้กับเมืองหลวง เธอใช้ความเข้าใจในธรรมชาติของผู้คนและความผูกพันกับผืนดินในการช่วยฟื้นฟูหมู่บ้านและส่งเสริมการศึกษา อิจิในวัย 30 ปี ยังคงเป็นองครักษ์เงาที่แข็งแกร่งและรอบคอบ แต่บทบาทของเขาเปลี่ยนไปเล็กน้อย จากผู้ปกป้องส่วนตัวของฮารุ เขากลายเป็นผู้ดูแลความมั่นคงของเมือง คอยสืบสวนเหตุการณ์แปลกประหลาดที่อาจคุกคามความสงบสุขของประชาชน ผ้ายันต์แห่งความจริงที่เคยเป็นกุญแจสำคัญในการผจญภัยครั้งก่อนๆ บัดนี้ถูกเก็บรักษาไว้อย่างดีในหอคอยแห่งปัญญาของเมืองหลวง เป็นสัญลักษณ์แห่งการต่อสู้และความจริงที่ไม่มีวันถูกลืม แม้โลกจะสงบสุข แต่ภายในใจของอิจิกลับมีความรู้สึกบางอย่างค้างคามาตลอด เขาไม่เคยลืมคำพูดของ ‘ผู้ตื่น’ ที่ว่า “ข้าจะกลับมา!” และความรู้สึกของเขาบอกว่าความสงบสุขนี้อาจเป็นเพียงม่านบังตา “อิจิ นายยังคงกังวลเรื่องนั้นอยู่หรือเปล่า?” ฮารุถามในขณะที่พวกเขากำลังเดินเล่นในสวนของวังหลวง แสงจันทร์สาดส่องลงมาต้อง
หลังจากทำข้อตกลงกับหัวหน้าเผ่าสึนะ ไคลด์ ไดชิ และดาอิ ก็เริ่มต้นภารกิจที่อันตรายที่สุดเท่าที่พวกเขาเคยเผชิญมา การเดินทางสู่ แหล่งพลังอาคมแห่งเงาที่แท้จริง ซึ่งซ่อนอยู่ลึกใต้เกาะแสงอรุณ มีเพียงไคลด์เท่านั้นที่รู้ทางเข้า ซึ่งต้องเดินทางผ่านทางน้ำใต้ดินที่ซับซ้อน "พวกเราทุกคนต้องรู้ว่าความมืดมิดที่พวกเจ้าเคยทำลายไปนั้น...เป็นแค่ เปลือกนอก ของพลังงานทั้งหมด" ไคลด์กล่าวขณะนำทางพวกเขาไปยังปากถ้ำที่ถูกซ่อนไว้ใต้รากต้นไม้ใหญ่ริมทะเลสาบ "พลังเงาที่แท้จริงไม่ได้มีไว้เพื่อทำลายล้าง แต่มีไว้เพื่อ รักษาสมดุลของผืนดิน เมื่อหลายศตวรรษก่อน ผู้พิทักษ์รุ่นก่อนได้ผนึกมันไว้ไม่ให้ถูกผู้ใดครอบครอง" ปากทางสู่ความมืด ปากถ้ำนั้นแคบและมืดมิด มีเพียงแสงจากตะเกียงอาคมที่ดาอิสร้างขึ้นเท่านั้นที่ช่วยให้พวกเขามองเห็นได้ ไคลด์ลงไปในน้ำก่อน ตามมาด้วยไดชิและดาอิ พวกเขาต้องว่ายน้ำตามกระแสน้ำใต้ดินที่เย็นเฉียบและมืดสนิทไปนานหลายนาที เมื่อกระแสน้ำสงบลง พวกเขาก็พบว่าตัวเองอยู่ใน อุโมงค์หินขนาดใหญ่ ที่เต็มไปด้วยหยาดน้ำค้างและเสียงสะท้อนที่น่าขนลุก พื้นผิวของผนังถ้ำเต็มไปด้วย คริสตัลเงาสีดำ ที่ส่องแสงสลัว ๆ บ่งบอกถึงคว
![[Unlimited Money] ระบบเงินทุนไร้ขีดจำกัด](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)




