LOGINDendam tersemat Gistara semakin lebur bersama kehadiran Kivanc Adskhan. Pria blasteran Jerman – Turki yang hanya mengambil waktu dua bulan mengerjakan proyek di Jakarta. Ia memaksa Tara hidup dalam ‘titik kebebasan’ dan menikmati hari tanpa perlu menghancurkan kehidupan orang lain. Namun, pertemuan bersama Kivanc justru menghadirkan sentuhan manis dan lembut. Pria itu tidak pernah mencari tahu masa lalu Tara, menjaga privasi dan hanya fokus memperbaiki kehidupan Tara bersama gadis kecil tunawicara. Sampai rasa nyaman itu menemukan titik henti. Kivanc Adskhan ... Tidak benar-benar hadir untuk memperbaiki kehidupan Gistara dan meluruhkan semua dendam masa lalunya.
View More“Iya, aku baik-baik aja dan Flora juga bahagia ada di dekatku.”Tara tahu Kivanc beberapa kali mencuri pandang ke arah dirinya yang menanggapi telepon dari Rio. Setelah pukul delapan pagi setempat membalas pesan Rio. Pria itupun meminta izin menelepon Tara dan perempuan itu tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menanggapinya.“Habiskan minum susu dan serealnya, Flo. Sebentar lagi kita akan bersandar di pulau tetangga yang indah.”Flora mengangguk cepat dengan binaran bahagia. Anak perempuan itu sudah rapi dengan setelan jumpsuit dipadukan topi pantai berwarna coklat muda.Ia segera meninggalkan Tara dan Kivanc yang berada di ruang tengah untuk duduk manis di atas kursi meja makan.“Jadi, kapan undangan pernikahan kamu dan duda anak satu itu ada di tanganku?”Manik hijau Kivanc melirik ponsel yang masih dalam genggaman Tara. “Di luar urusan pekerjaan, kalian sangat dekat. Panggilan seorang Bos dan karyawan berubah menjadi lebih akrab, aku – kamu.”Kivanc mengikis jarak setelah bera
Satu perempuan cantik meliukkan tubuh erotis di tiang tengah klub. Atensi dari ingar bingar kian memanaskan malam yang semakin bergairah. Tara melihat banyak tatapan lapar pria dari kalangan terpandang mencuri, mengabadikan dengan sorot tajam berkabut hasrat ditemani sentuhan perempuan di sisi mereka.Ia menarik sudut bibir. “Terkurung dan ingin bebas mengepakkan sayap,” desis Tara mengepalkan kedua tangan.Kesepakatan di atas kertas dalam bentuk perjanjian, memberikan kesimpulan secara garis besar, jika Tara tidak boleh mengusik kehidupan hubungan orang lain lagi. Tapi tidak ada yang bisa mengatur dirinya untuk berekspresi, bukan? Tara bebas melakukan apa pun, termasuk menggantikan atensi para pengusaha muda dan berusia di atas lima puluh tahun itu.“Dia sakit?!”“Oh, Astaga! Bagaimana bisa di saat kapal ini berlayar dan lebih banyak mengangkut para pengusaha muda yang berlibur, justru kita mendapatkan kabar buruk?! Kalian bisa didepak dari kapal ini jika tidak becus bekerja!”Bentak
“Gue nggak suka berutang, apalagi dengan orang yang baru dikenal.” Sebelah alis Kivanc terangkat. Ia melihat sorot dingin dari Tara yang mengambil alih pintu unit. Perempuan itu sengaja membiarkan Flora masuk duluan. Mereka bertiga menghabiskan waktu di Paradise Cruise dan berakhir makan malam bersama penuh dengan sajian mewah yang belum pernah Tara cicipi. “Aku masih nggak percaya kalau kamu ternyata lamban memahami penjelasan seseorang.” kedua sudut bibir itu menyeringai puas melihat Tara semakin dingin menatap lawan bicaranya. Dengan santainya Kivanc melirik arloji yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Besok mereka masih akan menikmati keindahan kapal pesiar yang membelah lautan, sudah menjauhi negara Singapura. “Kamu sudah mengantuk atau perlu ditemani?” “Gue butuh lo pergi dari hadapan gue,” balasnya datar. “Tapi aku nggak melihat penjelasan itu dari raut wajah kamu yang kesepian,” balas Kivanc dengan santai mengikis jarak. Pria dominan itu segera mengulurkan tangan
Anak perempuan dengan bandana biru muda itu terlihat bahagia. Senyum semringah selama di pesawat, tergantikan sorot takjub, nyaris tidak berkedip melihat kapal yang ia anggap sangat besar, bersandar di pelabuhan. Flora jingkrak bahagia setelah sadar, lalu mendekat pada Kivanc di sampingnya dengan mengayunkan tangan kiri. Kivanc tertawa kecil dan berjongkok dan memainkan jemari tangan. Kapal ini besar, kan? Flora mengangguk cepat, memperlihatkan deretan gigi rapinya. Sekarang, kita harus melihat isi yang jauh lebih lengkap. Ada kolam renang yang akan membuat kamu takjub. Manik hitam pekat itu membeliak sempurna. Ia tengah membayangkan dalam pikiran seorang anak kecil berusia tujuh tahun, ada kolam renang di atas kapal pesiar. Berbeda dengan Flora yang terlalu menunjukkan antusias. Tara bergeming dengan apa yang baru kali pertama ia lihat. Sebenarnya sudah banyak kapal besar bersandar di pelabuhan bagian Indonesia. Entah di wilayah mana yang kerap ia datangi bersama orangtua ata












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.