LOGINKarena kebohongan saudara kembarnya, Alina terpaksa harus pura-pura hamil dan menerima pernikahan kilat dengan Tuan Muda Gallen Dhira Sankara demi melindungi keluarganya. Alina harus menerima hidup bersama pria dingin, cerdas, dan terlalu protektif itu jauh lebih sulit dari yang ia kira. Namun, saat kebohongannya terancam terbongkar, masalah terbesarnya justru tumbuh di hatinya, yaitu perasaan yang tak seharusnya ada.
View Moreภาคมองหน้าเลขาบนตัก ไม่ใช่ก็ไม่ใช่ แต่ตอนนี้กูขอเอาก่อนได้ไหมวะ ตอนนี้เขาแข็งจนทนไม่ไหว อะไรก็ได้ไม่ว่าจะมือ จะรู จะอะไรก็ช่าง..แม่ง! ขอกูแตกก่อน ไม่ได้แตกมานาน คนที่เคยคิดว่าจะไม่กินไก่ของตัวเองชักเริ่มร้อนรน
"ไม่พูดก็ไม่พูด ช่วยหน่อยได้ไหม มือก็ได้" ภาคขออย่างหน้าไม่อายเพราะ ตอนนี้เขาไม่ไหวแล้ว "ทำยังไงคะ" รริดาหันหน้าไปมองเขา ดูจากอาการปวดร้าวของเขาแล้ว เธอก็สงสารเขาไม่ใช่น้อย แค่ใช้มือก็คงพอได้ เธอก็เคยดูมาบ้างในคลิปโป๊ต่างๆ ที่มีการใช้มือ "ผมขอถอดกางเกงก่อนนะ" ภาคถอดเสื้อกับกางเกงพาดไว้กับราวแขวนผ้า จากนั้นเขาก็มานั่งพิงหัวเตียง "..." รริดามองผู้ชายที่สวมกางเกงในบรีฟสีขาว แบบรัดแน่นพอดีตัวจนมองเห็นอะไรต่ออะไรที่ขดเป็นลำอยู่ภายใต้กางเกงใน ไหนบอกว่าไม่แข็งไง นี่มันขยายเต็มตัวแล้วมั้ง เพราะปลายหัวพ้นขอบกางเกงในออกมาแล้ว "คุณ ถอดชุดไหม เดี๋ยวชุดยับ" เขาถาม "ไม่! ฉันแค่ใช้มือชุดจะยับได้ไง" รริดาใช้มือจับกระดุมเสื้อแน่น ถ้าเธอถอดชุดรับรองว่าเขาไม่ปล่อยเธอไว้แน่ ********************* ปล…ฝากนักอ่านทุกท่านกดติดตามกาแฟหอมกรุ่นด้วยนะคะ ซีรีส์ ทั้งหมดมี 5 เรื่อง- ฝากกดติดตาม กาแฟหอมกรุ่นด้วยนะคะ นิยายในซีรีส์ ท่านรองฯ 1. ท่านรองฯ ร้อนแรง (ภาค-รริดา) - เรื่องนี้ 2. รักแรก แลกรัก (ประทีป-พลอยใส) - วางจำหน่ายแล้ว 3. ท่านประธานร้อนเร่า (ภาคี-ลลิตา) - วางจำหน่ายแล้ว 4. คุณชายมาเฟียร้ายรัก ( ชวี-เจนิตา) - วางจำหน่ายแล้ว 5. ท่านประธานร้ายรัก (หวังชาง-ม่านฟ้า) >> วางจำหน่ายแล้ว ภาคกำลังกลัดกลุ้มกับปัญหาใหญ่ระดับชาติ สำหรับเขาปัญหาแรกคือเลขาคู่ใจกำลังจะลาออกในอีกสองเดือนข้างหน้าเพราะเธอท้องและต้องการออกไปเลี้ยงลูก พาฝันหรือคุณพา เป็นเลขาคู่ใจเขามาเกือบแปดปี ตั้งแต่เขาเริ่มทำงานใหม่ ๆ ปัญหานี้แก้ได้ด้วยการรับเลขาใหม่ แต่ปัญหาที่สองนี่สิ ปัญหาระดับชาติ ไม่สิ ต้องบอกว่าเป็นระดับโลกเลย เพราะอะไรน่ะเหรอ ก็เพราะไอ้นั่นของเขามันไม่ขันไง ใช่…นกเขามันไม่ขันมาสองเดือนแล้ว ไม่ว่าเขาจะให้น้ำหรือให้อาหารมันแค่ไหน มันก็ไม่ยอมขัน เขาไม่ได้นอนกับใครมาสองเดือนแล้ว ทั้ง ๆ ที่ก่อนหน้านี้เขาเป็นพวก “ไม่เคยว่างเว้น” จากกิจกรรมร้อนแรงแบบนี้เลย เขากำลังขาดเซ็กซ์และต้องการมันอย่างมาก แต่ไม่ว่าจะทำอย่างไรมันก็ไม่แข็ง เขาถึงขั้นอยากจะลองยาไวอากร้า แต่อีกใจก็ยังกลัว ครั้นหันไปพึ่งหมอ หมอก็บอกเพียงว่า “ช่วงนี้คุณภาคอาจจะเครียดเรื่องงาน ผมว่าพักผ่อนเยอะๆ ลดการดื่มลงบ้างน่าจะช่วยได้นะ” หึ! ช่วยได้กับผีอะไร เขาทำมันมาแล้วทุกอย่าง แต่ก็ยังไม่หาย ภาคนั่งมองวิวนอกหน้าต่าง หรือนี่จะเป็นบาปกรรมที่เขาทำให้ผู้หญิงเสียใจมานับไม่ถ้วน แถมเซ็กซ์แบบวันไนต์สแตนด์ก็ทำมาอย่างโชกโชน เพราะอย่างนี้หรือเปล่า สวรรค์ถึงได้ลงโทษเขา “ท่านรองฯ คะ วันนี้มีสัมภาษณ์เลขาคนใหม่นะคะ” พาฝันเดินมาบอกเจ้านายเพราะอยากให้เขาสัมภาษณ์เอง ถ้าเธอเป็นคนสัมภาษณ์แล้วเขาไม่ถูกใจก็จะลำบากอีก “ผมไม่อยากสัมภาษณ์ คุณเลือกมาเถอะ หรือไม่ก็ให้ท่านประธานช่วยเลือกให้หน่อย นั่น…เขามาโน่นพอดี” ภาคชี้ไปทางภาคี ท่านประธานซึ่งเป็นพี่ชายของเขา “มีอะไร” ภาคีถามขึ้น เมื่อเห็นทั้งสองคนคุยกันและน้องชายของเขาหน้าตาบอกบุญไม่รับ “ท่านรองฯ จะให้ท่านประธานสัมภาษณ์เลขาคนใหม่แทนน่ะค่ะ” พาฝันตอบท่านประธานอย่างกล้าๆ กลัวๆ “ตกลงมึงหรือกูเป็นลูกน้องกันแน่” ภาคีถามขึ้นเมื่อเห็นน้องชายทำหน้าหงอย “กูไม่สบาย จะไปหาหมอ” ภาคตอบอย่างไม่ใส่ใจ “มึงเป็นห่าอะไร ไอ้รองประธาน” “มึงไม่ต้องรู้” ภาคเดินออกจากห้องไป ตอนนี้ปัญหาเรื่องเลขาเขาไม่หนักใจแล้ว ให้ไอ้ท่านประธานมันแก้ปัญหาแล้วกัน มันมีหุ้นเยอะกว่าก็ต้องทำงานหนักกว่าAluna terdiam membeku. Lidahnya terasa begitu berat, seakan ada simpul tak kasatmata yang mengikatnya rapat. Tenggorokannya kering, napasnya tertahan. Tatapan tajam Gallen menekan seperti bilah pisau yang siap menembus pertahanannya kapan saja.“Jangan paksa saya untuk menggunakan cara kejam, Aluna!” Suara Gallen merendah, namun justru terdengar semakin mengancam. Aura dingin memancar dari sorot matanya yang gelap, membuat udara di antara mereka terasa kian menyesakkan.“Jawab! Kalau kamu berhubungan dengan kakak saya, mengapa bisa berhubungan dengan pria lain?!”Tubuh Aluna tersentak kecil. Jari-jarinya meremas kain gaun yang ia kenakan hingga kusut. Kedua matanya menunduk, menghindari tatapan pria itu. Butuh waktu baginya untuk menarik napas panjang, memaksa suaranya keluar.“Saya… akui, saya salah,” bisiknya lirih, nyaris seperti pengakuan dosa yang terpaksa keluar dari bibirnya. “Awalnya saya tidak tahu siapa itu Rakha. Waktu itu Alina bekerja di butik, dan dia pernah mengantar se
Aluna menatap layar ponselnya dengan mata membelalak, tangan yang menggenggam perangkat itu bergetar halus, seolah berat menahan beban kecemasan yang mencekam. Ia menekan tombol panggil ulang berkali-kali, namun suara nada dering yang monoton terus berputar tanpa ada jawaban di ujung sana.“Tristan! Jawab, tolong!” Suaranya pecah, bergetar penuh kepanikan. Nafasnya tersengal, dada sesak seolah ada beban berat menindihnya.Setiap detik berlalu seperti menyeret waktu menjadi sangat lambat. Matanya melirik ke sekeliling ruang tamu vila yang mewah, dinding putih yang bersih dan perabotan elegan terasa sunyi dan dingin, sama sekali tak memberi ketenangan. Hanya ada suara detak jam dinding yang kian memperbesar rasa gelisah di dalam dadanya.Aluna berdiri, langkahnya mulai mondar-mandir tanpa tujuan pasti, tangan terkepal rapat, berusaha menenangkan diri namun gagal. Kepalanya berputar dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggantung tanpa jawaban.“Kenapa kamu tidak mengangkat? Apa yang seben
Begitu tiba di rumah sakit, Gallen tak membuang waktu. Langkahnya lebar dan cepat, nyaris seperti berlari melewati lorong-lorong yang dipenuhi bau menyengat antiseptik. Udara dingin dari pendingin ruangan seakan tak mampu meredam panas amarah dan cemas yang membakar dadanya.Ia langsung mendorong pintu ruang UGD, tatapannya segera tertuju pada sosok Alina yang terbaring di atas brankar. Wajah istrinya pucat, mata terpejam, dan oksigen tipis menggantung di hidungnya. Selang infus menempel di lengan, menyalurkan cairan bening yang menetes pelan.Di sisi brankar, dokter Sarah berdiri dengan clipboard di tangan, wajahnya penuh keseriusan.“Bagaimana keadaannya?” suara Gallen terdengar dalam, tegang, nyaris pecah. Ia menarik kursi kecil dan duduk di tepi brankar, jemarinya langsung meraih lengan Alina yang diinfus, menggenggamnya seolah takut kehilangan.Dokter Sarah menghela napas pelan sebelum menjawab, “Meskipun terjatuh cukup kencang, untungnya janin dalam kandungan Nyonya cukup kuat.
Beberapa hari setelah Aluna melahirkan, bukannya suasana menjadi tenang, justru hati Alina terusik. Seolah setiap hal, sekecil apa pun, menjadi alasan bagi Aluna untuk merepotkan Gallen. Pagi ini saja, baru lewat pukul tujuh, telepon dari Aluna sudah berdering dengan nada panik. Suaranya terdengar terburu-buru, hampir seperti menangis. Katanya, bayinya muntah setelah menyusu, dan ia tak tahu harus berbuat apa. Gallen yang saat itu tengah sarapan bersama Alina pun diminta segera datang. Untungnya, Gallen tidak pernah turun tangan sendiri. Pria itu selalu mengutus orang untuk datang ke rumah Aluna, entah itu bidan, dokter, atau staf rumah tangga yang bisa membantu. Setiap kali itu terjadi, Alina hanya bisa menggelengkan kepala. Ia tak habis pikir, bagaimana mungkin seorang ibu baru bisa begitu bergantung, bahkan untuk hal-hal yang seharusnya bisa ditangani sendiri. Malam ini pun sama. Menjelang tengah malam, ketika Alina baru saja hendak memejamkan mata, Andreas muncul di ambang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore