แชร์

346

ผู้เขียน: Naomiliana
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-10 23:38:39

‘A-ayah?’ batin Lian Wei.

Mata Lian Wei berkaca-kaca saat melihat ayahnya, dari di kehidupan sebelumnya terlihat sama persis. Ia sangat merindukan ayahnya. Ia sangat ingin memeluknya saat ini, tapi tak bisa ia lakukan. Lian Wei kembali menundukkan kepalanya.

“Maaf atas kelancangan saya Yang Mulia Kaisar,” menyadari ia menatap Hong Li Song, membuatnya teringat hukum di kekaisaran ini yang tidak memperbolehkan siapapun menatap mata kaisar.

“Tidak apa, kau bisa tinggal disini. Kau boleh sering be
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   350

    "Tuan sarapan anda sudah siap""Baiklah terimakasih Mingmei, setelah ini kita bersiap untuk kembali""Baik tuan""Panggil Tao Mo kesini sekarang""Saya disini tuan" ucap Tao Mo yang sudah berdiri di hadapan Lian Wei. "Bagus, lalu apa yang kau dapatkan?""Ini adalah token untuk memasuki camp militer. Token ini bisa di gunakan di semua tempat" ucap Tao Mo menyerahkan token pada Lian Wei. "Sangat bagus, pastikan pasukan kita tidak lengah""Anda tenang saja tuan, dengan hadirnya anda di istana ini meningkatkan semangat para pasukan. Selain itu pasukan di luar istana siap mendengar perintah anda""Bagaimana dengan toko?""Toko herbal sudah di buka siang ini, kami menunggu anda untuk acara peresmian""Baiklah, mari kita makan bersama""Tuan?""Putri?"Mingmei dan Tao Mo mengucapkannya bersama, sementara Lian Wei memberi tanda untuk mereka segera makan. "Bagaimana apa kalian menemukan putri pertama?""Tidak Putra Mahkota""Cari lagi keluar ibukota""Baik!""Huan'er, Ying'er apa kalian men

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   349

    "Ambilkan beberapa obat ini secepatnya”"Baik tuan"‘Sangat menarik’ batin Li Song dan Tiong Wai yang ternyata sudah sadar. Lian Wei meminta kertas kembali dan segera diberikan pada Lian Wei. Lian Wei menuliskan beberapa obat kembali. "Siapkan obat ini untuk air mandi Putra Mahkota sekarang. Ingat untuk berendam setiap tiga hari sekali""Baik"Segera tabib dan beberapa pelayan pergi untuk menyiapkan air mandi dan ramuan obatnya. Tak lama bayangan hitam itu datang dan memberikan obat yang diminta Lian Wei. Lalu pergi dari sama setelah tugasnya selesai. Lian Wei segera meracik obat itu, saat sudah selesai meracik obat, ia mencabut jarum akupunktur pada tubuh Tiong Wai. "Tahanlah sebentar Yang Mulia" "Uhk...." rintihnya. Lian Wei membantu Tiong Wai bangun dan meminumkan obat untuknya. Segera tak lama rasa sakitnya menghilang. Tubuh Tiong Wai merasa jauh lebih baik. "Nona air mandi sudah siap""Yang Mulia anda harus berendam air obat untuk mengeluarkan racun. Tunggulah sampai air b

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   348

    "Makam kekaisaran?”"Apa maksudnya?""Aku akan bawa ini lebih dulu"Lian Wei mencari lagi hingga ia mendapati buku sejarah kekaisaran. Ia mengambil buku itu dan membawa bukunya untuk mencari tempat duduk. Ia duduk di dekat jendela, ia membaca semua bukunya tanpa terlewatkan satu pun detail dari sejarah kekaisaran ini. "Begitu rupanya, Kaisar terdahulu meninggal karena dendam pada Kekaisaran Xu. Lalu Kaisar Li Song dendam pada Kerajaan Wei. Apakah ayah juga akan mati karena dendam ini?""Lalu Putra Mahkota, apakah dia berada di pihak kaisar atau di pihaknya sendiri?""Aku harus mencari tahu tentang hal ini"Lian Wei keluar dari perpustakaan saat ia akan kembali ke istana samping, ia melihat banyak pelayan berlarian dan tak lama datang seorang tabib. Merasa penasaran segera ia bertanya pada salah satu pelayan. "Ah tunggu sebentar""Nona ada apa memanggilku?""Kenapa kalian berlarian seperti ini?""Ini... penyakit Putra Mahkota kambuh lagi nona, kami baru saja memanggil tabib""Begitu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   347

    "Aku? Bunuh diri?”"Ya kau!""Ha…? Hahahaha omong kosong apa itu, mana mungkin aku melakukan bunuh diri saat pekerjaanku belum selesai" ucapnya membantah perkataan Tiong Wai. "Lalu apa yang kau lakukan?""Aku sedang menenangkan diri""Kau kenapa?" tanya Tiong Wai."Aku—"Deg.... "Apa ini? Kenapa dengan ku?" perlahan Lian Wei kehilangan kesadarannya. "Ahh... nona?!" pekik Mingmei yang segera dengan sigap menangkap Lian Wei. "Bawa ke istana samping" titah Tiong Wai. "Mari saya tunjukkan jalannya" ucap He Na. Tao Mo segera menggendong Lian Wei dan membawanya. Saat sampai di istana samping, Mingmei menggantikan pakaian Lian Wei dengan pakaian yang diberikan oleh Tiong Wai. Kaisar Hong Li Song tiba-tiba mendatangi istana samping bersama dengan tabib. Tanpa menunggu perintah segera tabib itu memeriksa keadaan Lian Wei. Tabib itu menekan pergelangan tangan kanan Lian Wei dan memeriksa nadinya. Ia juga memeriksa pupil matanya. "Bagaimana?" tanya Hong Li Song. "Yang Mulia, sepertinya

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   346

    ‘A-ayah?’ batin Lian Wei.Mata Lian Wei berkaca-kaca saat melihat ayahnya, dari di kehidupan sebelumnya terlihat sama persis. Ia sangat merindukan ayahnya. Ia sangat ingin memeluknya saat ini, tapi tak bisa ia lakukan. Lian Wei kembali menundukkan kepalanya. “Maaf atas kelancangan saya Yang Mulia Kaisar,” menyadari ia menatap Hong Li Song, membuatnya teringat hukum di kekaisaran ini yang tidak memperbolehkan siapapun menatap mata kaisar.“Tidak apa, kau bisa tinggal disini. Kau boleh sering berkunjung ke istana ini. Tidak akan ada peraturan untuk mu disini,” ucapnya. ‘Putriku,’ batinnya. “Terimakasih Yang Mulia. Kalau begitu saya pamit undur diri,” pamitnya lalu Hong Li Song mengibaskan tangannya pelan. Segera mereka keluar dari sana. Seorang kasim menjelaskan penyakit Putra Mahkota dengan sangat detail pada Lian Wei.“Tuan Kasim, bukan saya tidak paham tetapi saya harus melihat langsung Putra Mahkota untuk bisa mendiagnosa penyakitnya.”“Tidak bisa, dia harapan kekaisaran. Orang

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   345

    Lian Wei tetap tenang.Namun, di balik lengan hanfunya, jemarinya perlahan membuka lipatan kertas yang diberikan prajurit tadi.Hanya ada satu kalimat.‘Jangan percaya siapapun di istana. Termasuk orang yang menyambut kalian.’Mata Lian Wei menyipit.‘Jadi benar. Ada pengkhianat di dalam istana dan orang yang memberikan pesan itu, rupanya juga mengetahui bahwa mereka sedang diawasi,’ batin Lian Wei.Lian Wei segera meremas kertas itu hingga hancur dan menyembunyikannya di telapak tangan.“Tabib Xinxin,” suara Kaisar Song membuatnya kembali menatap ke depan.“Dari mana asalmu?”Lian Wei terdiam sepersekian detik.“Dari Kekaisaran Xu.”Begitu mendengar jawaban itu, salah seorang pejabat di sisi kanan kaisar tampak berubah ekspresi.Sangat singkat.Tetapi Lian Wei melihatnya. Pejabat itu langsung menundukkan kepala seolah tidak terjadi apa-apa.Lian Wei tersenyum dalam hati. Ada yang takut mendengar nama Kekaisaran Xu. Kaisar Song kemudian menyandarkan tubuhnya pada singgasana.“Kalau be

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   3

    Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   2

    "Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status