ข้านี่แหละหลาน(ไม่แท้)ของท่านอ๋องจอมโหด

ข้านี่แหละหลาน(ไม่แท้)ของท่านอ๋องจอมโหด

last update최신 업데이트 : 2025-05-01
언어: Thai
goodnovel12goodnovel
순위 평가에 충분하지 않습니다.
48챕터
5.0K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

เรียกข้าว่าพระสวามีสิ อย่าเรียกเสด็จอา มิเช่นนั้นข้าไม่หยุดเพียงรอบเดียวแน่เยว่ซิน!! มาอีกแล้วค่าๆๆๆ เรื่องใหม่อุ่นๆ (พร้อมอุ่นเตียง อั๊ยย...) ท่านอ๋องคนที่ 3 ออกแนวเสด็จอาที่อายุน้อย เรื่องนี้พระเอกเป็นเสด็จอาของนางเอก แต่อายุต่างกันแค่ 8 ปี ส่วนที่มาที่ไป...ก็ต้องติดตามกันนะคะ ท่านอ๋องของเราขี้หวงหลานสาว(ปลอมๆ)ของตัวเองม๊ากกกก หวงแหละ แต่ปากแข็ง เรื่องความรักที่ดูเหมือนจะง่าย แต่.... .....เรื่องมันไม่ได้ง่ายๆแบบนั้นน่ะสิ มีทั้งมือที่ 3 4 5 ไหนจะเรื่องสาเหตุการตายของพ่ออีก ติดตามต่อได้ในเรื่องเลยจ้า...... บอกไว้ก่อนว่าทั้งเรื่องมีแต่เรื่องรักๆใคร่ๆ ไม่ดราม่านะคะ

더 보기

1화

ตอนที่ 1 เรียกข้าว่าท่านอา

Sammy berjalan menghampirinya, alisnya berkerut. "Louisa, kamu dijebak begini, kenapa nggak telepon aku?"

Louisa tersenyum tipis. "Aku sudah telepon, tapi nomormu aktif nggak?"

Waktu itu, dalam perjalanannya pulang kerja, seorang lansia tiba-tiba terjatuh di depan mobilnya. Dia turun untuk membantu, tapi lansia itu malah mencengkeram lengannya dan berteriak, "Dia menabrakku! Dia ingin tabrak lari!"

Rekaman CCTV membuktikan dia tidak bersalah. Tapi, sesuai prosedur, jika dia ingin pergi, dia harus mendapatkan tanda tangan keluarga sebagai jaminan.

Dia mengatakan tidak memiliki keluarga, polisi tidak percaya. Mereka memeriksa informasi kependudukannya, lalu menemukan nomor telepon Sammy.

Sammy sudah ditelepon, tapi nomornya tidak aktif.

Ditelepon puluhan kali, selalu tidak aktif.

Ekspresi Sammy sedikit berubah. "Valerie sakit perut, jadi aku menemaninya ke rumah sakit. Dia nggak suka suara bising, jadi aku ponselku kumatikan."

Dia berhenti sejenak, lalu merendahkan suaranya. "Maaf."

"Nggak apa-apa," kata Louisa. "Aku memang sejak awal nggak mau memanggilmu. Nggak apa-apa, kamu lanjutkan urusanmu."

Dia berbicara dengan sangat tenang, matanya tidak memancarkan emosi apa pun, seperti danau tanpa angin, tidak beriak sedikit pun.

Sammy menatapnya, lalu tiba-tiba meraih tangannya.

Tangan pria itu panas dan gerakannya kasar, membuat Louisa mengernyit.

"Kenapa kamu nggak marah?" Sammy menatapnya, matanya kebingungan, dan ada sedikit kegelisahan yang tidak ingin dia akui.

Louisa merasa ingin tertawa. "Kenapa aku harus marah? Kamu sudah memberi alasan, dan aku mengerti. Jadi, nggak ada alasan untuk marah."

"Louisa ...."

"Aku capek, mau pulang." Louisa menarik kembali tangannya dan berjalan mengitarinya menuju pintu mobil.

Sammy berdiri diam, menatap punggungnya.

Tujuh hari tidak bertemu, dia terlihat jauh lebih kurus. Kemejanya terlihat longgar di tubuhnya.

Dulu, jika diabaikan olehnya, sekecil apa pun itu, Louisa akan menangis dan marah padanya, bertanya dengan sedih, "Sammy, pernahkah kamu peduli padaku?"

Saat itu, dia berpikir bahwa wanita itu terlalu membesar-besarkan masalah dan bersikap kekanak-kanakan.

Tapi, Louisa sekarang tidak marah lagi, tidak menangis lagi. Apa pun yang dia katakan, wanita itu hanya mengangguk mengerti. Tapi, dirinya justru merasa ... gelisah.

...

Di dalam mobil sangat sunyi.

Sopir mengemudi di depan, Louisa duduk di kursi belakang dekat jendela, menatap pemandangan di jalan yang berlalu lalang.

Louisa tidak seperti dulu lagi, begitu masuk mobil langsung memandanginya, seakan hanya ada pria itu di matanya. Saat mereka berdua saja, Louisa selalu mencari topik pembicaraan, dan meski selalu ditanggapi dengan dingin, dia tetap bisa bicara sendiri sepanjang waktu.

Sekarang, Louisa hanya duduk diam, seolah tidak ada dia di sana.

Sammy akhirnya tidak tahan lagi dan berkata, "Kamu masih marah karena kejadian waktu itu, ya?"

Louisa menoleh menatapnya, matanya tenang. "Nggak. Itu sudah berlalu."

"Lalu, kenapa kamu ..."

"Sammy." Louisa menyela. "Kamu ingin apa dariku? Seperti dulu, mengganggumu setiap saat? Atau seperti sekarang, diam dan memberimu kebebasan?"

Sammy terdiam.

Tentu saja, dia berharap Louisa tidak selalu ribut, tidak terus-menerus bertengkar dengannya karena urusan Valerie. Tapi, ketika Louisa benar-benar menjadi seperti itu, dia merasa ... ada yang salah.

Semua terasa salah.

"Aku cuma merasa kalau kamu berubah," katanya pelan.

Louisa kembali menatap ke luar jendela.

Apakah dia berubah?

Mungkin.

Perilaku seseorang akan menjadi berbeda saat mencintai atau tidak mencintai seseorang.

Keheningan kembali menyelimuti. Sammy ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi ponselnya berdering.

Telepon dari Valerie.

Dia menekan tombol terima, dan suara manja Valerie langsung terdengar dari sana. "Kak Sammy, kamu di mana? Aku di mal, belanjaanku banyak, nggak kuat dibawa sendiri. Bisa jemput aku?"

Sammy melirik Louisa.

Louisa masih menatap ke luar jendela, seolah tidak mendengar.

Dia tiba-tiba merasa kesal. "Valerie, kamu sudah dewasa, jangan selalu bergantung padaku. Lagi pula, kita sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi."

"Tapi, kamu sudah memanjakanku bertahun-tahun, aku sudah terbiasa," kata Valerie dengan nada seolah-olah itu hal yang wajar. "Dulu, kamu nggak pernah menolak setiap aku minta jemput."

"Dulu ya dulu." Suara Sammy mendadak dingin. "Kamu waktu itu pacarku, tapi sekarang aku sudah menikah."

"Menikah?" Valerie mencibir. "Memangnya kamu beneran mencintainya? Kak Sammy, jangan menipu dirimu sendiri. Kalau kamu nggak mau jemput, aku bisa cari laki-laki lain. Banyak kok yang mau membantuku."

Sammy menggenggam ponselnya erat-erat.

Valerie sangat mengenalnya. Dia tahu Sammy paling tidak tahan jika dia mendekati pria lain.

"Tunggu." Sammy mengatakannya dengan rahang terkatup, lalu menutup telepon.

Dia menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh kepada Louisa. "Louisa, aku ..."

"Aku cari taksi." Louisa sudah membuka pintu mobil. "Kamu jemput dia saja."

Dia bergerak begitu cepat, Sammy bahkan tidak sempat bereaksi.

"Louisa!" Sammy turun dari mobil dan mengejarnya, mencengkeram lengannya. "Percayalah, nggak ada apa-apa lagi di antara kami. Tapi, kami sudah berteman sejak kecil. Orang tua kami saling kenal, jadi nggak bisa putus hubungan sepenuhnya."

"Aku tahu." Louisa mengangguk. "Aku mengerti."

Dia selalu berkata "aku tahu" dan "aku mengerti", seperti robot, tanpa emosi sama sekali.

Sammy memandang raut wajahnya yang lesu. Api amarah yang sulit dijelaskan semakin membara di hatinya, tapi Valerie menelepon lagi, mendesak tanpa henti.

"Kamu pulang dulu, aku nanti ...." Dia ingin mengatakan akan pulang nanti, tapi Louisa sudah menghentikan sebuah taksi.

Dia masuk ke dalam taksi, menutup pintu, bahkan tidak meliriknya lagi.

Taksi melaju pergi.

Sammy terpaku di tempat, menatap lampu belakang taksi yang menghilang di antara lautan kendaraan. Untuk pertama kalinya merasa ... ada sesuatu yang sepertinya benar-benar telah berbeda.

Sementara itu, di dalam taksi, ponsel Louisa berdering.

Panggilan dari HRD perusahaan.

"Bu Louisa, penugasan luar negerimu sudah disetujui." Suara di seberang sana terdengar penuh senyum. "Selamat, kamu akan ditugaskan ke kantor pusat di Eropha, ini kesempatan yang langka. Tapi ... suamimu nggak keberatan? Masalahnya, masih belum pasti kapan pulangnya. Kalian harus LDR nanti."

Louisa memandang lampu neon yang berkedip-kedip di luar jendela dan berkata pelan, "Aku nggak punya suami. Aku sudah mengajukan gugatan cerai sejak hari aku mengajukan penugasan di luar negeri. Tinggal tunggu akta cerainya diresmikan, aku bisa pergi."

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기
댓글 없음
48 챕터
ตอนที่ 1 เรียกข้าว่าท่านอา
เมืองเหลียง / เฉินโจว“จะยอมบอกหรือไม่ ผู้ใดส่งเจ้ามาฆ่าล้างสกุลหลัน“ข้ายอมตายแต่ไม่มีทางยอมบอกเจ้า”“ได้ จงลี่ ตัดแขนซ้ายมันออก”“อยะ…นี่พวกเจ้า อย่านะ อ๊ากกก…….”เสียงที่ฟันฉับลงไปที่แขนนั้นทำให้ผู้ที่ถูกกระทำดิ้นพล่านจนแทบทนไม่ไหว สายตาเยือกเย็นดุจเพชฌฆาตหน้าหยกของท่านอ๋องและแม่ทัพหนุ่มแห่งเฉินโจวมองไปยังกบฏที่เขาจับตัวมาไตร่สวน คนที่เหลือเริ่มออกอาการสั่นกลัวจนตัวสั่น “ว่าอย่างไร ไม่มีผู้ใดกล้าพูดเลยงั้นหรือ ได้”ท่านอ๋อง “จวินลู่หาน” เดินไปลากตัวกบฏอีกคนออกมาพร้อมกับถีบเขาให้ล้มลงไปข้างๆศพที่ตายอยู่กับผู้ที่ถูกตัดแขนไป เขาก้มลงพร้อมกับเฉือนหูด้านขวาของกบฏออกไป เสียงร้องโหยหวนนั้นทำเอาเด็กน้อยที่อายุเพียงสิบสี่ที่มีแม่นมกอดอยู่ถึงกับไม่กล้ามอง“เจ้า…เจ้ามันโหดเหี้ยม ต่อหน้าเด็ก…ตัวเล็กๆ…เจ้ายังกล้าทำร้ายคน”“แล้วพวกเจ้าเล่า…พวกเจ้าฆ่าล้างตระกูลนาง ตอนนี้เจ้านับว่าเป็นอะไร ทางที่ดีบอกข้ามาดีๆว่าพวกเจ้ากบดานอยู่ที่ใด ไม่อย่างนั้น…แม้แต่ลูกเมียเจ้าข้าก็ไม่เว้น!!”“ข้ายอมแล้ว…ข้าบอก…ข้าบอกแล้ว”เสียงหนึ่งดังขึ้นมาจากด้านหลัง เมื่อเห็นว่าหลายคนเริ่มตายลงไปพร้อมกับบาดเจ็บและนอนจมกองเล
더 보기
ตอนที่ 2 หลานของเสด็จอา
“แต่ว่าท่านมิได้เป็นน้องชายบิดาข้า เหตุใดข้าถึงต้องเรียกท่านว่าท่านอาด้วย”“เช่นนั้นเจ้าอยากเรียกว่าอะไรเล่า”“ข้าก็ไม่รู้เจ้าค่ะ”“ข้ากับบิดาเจ้าสนิทสนมกันมาก ช่วงสงครามเคยติดตามเขาออกรบบ่อยๆ เขาเป็นแม่ทัพผู้กล้าที่ยากจะมีใครล้มได้ หากมิใช่แผนชั่วของซุนหวง เขาคง….”“พวกเขาเรียกท่านว่าท่านอ๋อง นั่นแสดงว่าท่านคือผู้ที่ปกครองเฉินโจว ท่านอ๋องจะมาเป็นท่านอาของข้าได้อย่างไรกัน”เขาหันมามองหน้าหลันเยว่ซิน นางฉลาดและมีความกล้าจริงๆ เขายิ้มให้นางเป็นยิ้มแรกที่ทำให้ หลันเยว่ซินมองแล้วรู้สึกอบอุ่นราวกับแสงอาทิตย์ในยามเช้า แสงแรกที่ให้ชีวิตใหม่กับนาง แสงแรกที่เปิดออกจากห้องหนังสือตอนที่เขามาช่วยนางเอาไว้“ข้าอยากให้เจ้าเรียกท่านอา เจ้าก็เรียกท่านอา เอาไว้อีกหน่อยเจ้านึกได้แล้วว่าจะเปลี่ยนคำเรียก เราค่อยมาคุยกันใหม่ ดีหรือไม่”หลันเยว่ซินเงยหน้ามองท่านอ๋องที่ยืนสบตานาง สุดท้ายนางจึงคุกเข่าลง ท่านอ๋องตกใจเพราะนางทำเรื่องนี้กะทันหัน“หลันเยว่ซินคารวะท่านอา จากนี้ไปเยว่ซินจะเชื่อฟังคำสั่งสอนของท่านอาเจ้าค่ะ”จวินลู่หานถึงกับทำตัวไม่ถูก เขาพึ่งจะอายุยี่สิบสองแต่ต้องมาเป็นอาของเด็กที่อายุห่างจากเ
더 보기
ตอนที่ 3 สำนักศึกษาป๋อเหวิน
ท่านอ๋องมองหน้านางที่ยังเรียบสงบ แต่บรรยากาศรอบตัวเขากลับเย็นยะเยือกขึ้นอย่างน่าอึดอัดแปลกๆ เหมือนครั้งแรกที่เขาพบนางที่เมืองเหลียง นางมักจะทำให้เขาอึดอัดขึ้นมาจนน่าขนลุกได้เสมอโดยที่ตัวเขาก็ไม่ทราบสาเหตุ “เยว่ซิน เจ้าคิดดีแล้วแน่หรือเอาเก็บไปคิดอีกหน่อยดีหรือไม่ การไปที่สำนักศึกษานั่นต้องไปถึงสี่ปี กว่าจะได้กลับลงมา”“จะอยู่ที่ใดก็ไม่ต่างกันหรอกเพคะ หากไม่มีสิ่งใดแล้วหม่อมฉันขอตัวก่อน เรื่องกำหนดการรบกวนเสด็จ…เอ่อ ท่านอ๋องให้คนนำส่งให้หม่อมฉันด้วยเพคะ”“หลันเยว่ซิน เหตุใดเจ้า…”“ขอบพระทัยที่ทรงดูแลตลอดช่วงเวลาหนึ่งปีนี้นะเพคะ”“เยว่ซิน เดี๋ยวก่อนข้าไม่ได้ตั้งใจให้เป็นเช่นนี้ ข้าแค่นำเรื่องนี้มาหารือกับเจ้า แต่เหตุใดเจ้า....”“ทูลลาเพคะ”เยว่ซินเดินถอยออกมาและคำนับให้เขาเต็มพิธีการและเดินออกจากห้องอักษรไป นางคิดถูกแล้ว ไม่ว่าจะอยู่ที่ใดก็ไม่ต่างกัน ไม่ว่าจะตำหนักอ๋อง สำนักศึกษา หรือแม้กระทั่งข้างถนน ขอแค่นางยังมีชีวิตอยู่นั่นก็เพียงพอแล้วสำหรับนางเรือนพักของเยว่ซิน“คุณหนู จะไปจริงๆหรือเจ้าคะ แล้ว…”“แม่นม ท่านเองก็ชรามากแล้ว ท่านรอข้าอยู่นี่เถิดเจ้าค่ะ อีกไม่นานข้าก็กลับ ไม่ต้องติด
더 보기
ตอนที่ 4 หวนคืนสู่เฉินโจว
พิธีจบการศึกษาผ่านไปอย่างเต็มรูปแบบแต่ก็ไม่ได้มีความคึกคักเนื่องจากอยู่ในภาวะช่วงสงคราม แต่ละคนร่ำลาอาจารย์และทยอยลงเขาส่วนทางเยว่ซินนั้น ตำหนักอ๋องส่งจดหมายมาให้อาจารย์ที่สำนักและกำหนดวันที่จะมารับนางเอาไว้ก่อนหน้านี้แล้ว “เยว่ซิน น่าเสียดายที่เจ้าต้องกลับไปกับรถม้าของตำหนัก ข้าอยากลงเขาไปกับเจ้า”“เอาไว้พบกันที่เฉินโจวก็ได้ ข้าจะแวะไปเยี่ยมเจ้าบ่อยๆนะ”“เจ้าพูดจริงนะ อย่าลืมเสียละ”“ไม่ลืมแน่นอน รีบเก็บของเถอะ”“เฮ้อ ต้องจากไปแล้วจริงๆ คงคิดถึงที่นี่ไม่น้อยเลยนะ”“ข้าจำได้ว่าตอนที่เจ้าพึ่งมาที่นี่เจ้าร้องไห้อยู่เดือนหนึ่งเต็มๆเพราะคิดถึงบ้าน”“ก็ตอนนั้นข้ายังเด็ก ดูสิตอนนี้พวกเราโตแล้ว ดูเจ้าสิเยว่ซิน เจ้าไม่เคยส่งกระจกบ้างหรือว่าเจ้างดงามขนาดไหน สตรีอันดับหนึ่งของเฉินโจวคงต้องสะเทือนบ้างละหากเจ้ากลับไปครานี้”“สตรีอันดับหนึ่ง คือสิ่งใดกันชื่อเสียงจอมปลอมเหล่านั้น มีอะไรให้น่าชื่นชมกัน”“ตายละเยว่ซิน เจ้าคงไม่คิดจะบวชเป็นแม่ชีหรอกนะ ดูพูดเข้าสิ เหตุใดเจ้าพูดแต่ละคำราวกับไม่สนใจทางโลกแล้วเช่นนี้เล่า ไม่เอาๆ หลังจากลงเขาไปแล้วเจ้าต้องมาหาข้า แล้วเราจะไปเที่ยวข้างล่างนั่นให้สะใจไปเลย
더 보기
ตอนที่ 5 พบเจออีกครา....
เสียงฮือฮาดังขึ้นเมื่อหลันเยว่ซินพูดจบ มีเสียงหัวเราะเกิดขึ้นโดยรอบแม้แต่ท่านอ๋องและจงลี่เองก็อดขำไม่ได้ คำนี้ดูจะเหมาะกับชายคนนี้เสียจริงหวังเสิ่นอี้ไม่พอใจและรู้สึกเสียหน้าอย่างมาก เขาเงื้อมือขึ้นมาจะตบนาง เยว่ซินเองก็เตรียมอาวุธลับในมือแล้วเช่นกัน แต่พอเขายกมือขึ้นมา ท่านอ๋องดึงปลอกดาบของจงลี่พุ่งไปที่มือของหวังเสิ่นอี้ แรงนั้นทำให้แขนเขาพลิกไปทันที“โอ๊ย ใครลอบโจมตีข้า นี่เจ้า!! ฮึ้ย….”หวังเสิ่นอี้กำหมัดแน่นและพุ่งเข้าใส่หลันเยว่ซินแต่นางหลบทันพร้อมกับใช้ขาขวางทางเขาเอาไว้พร้อมกับดึงสายเสื้อเขาออกมาและรัดคอเขาและดึงไปรอบๆถนนและฟาดไปที่ต้นไม้อีกฝั่งหนึ่งทันทีพร้อมความสะใจของผู้ที่พบเห็น“ฝีมือไม่เลวนี่”“นี่เจ้า…เจ้า”“ทำไม คุณชายอยากจะลองอีกสักท่าหรือไม่”“เจ้า…หากว่าเจ้าไม่ยั่วยวนข้า ข้าก็คงไม่ต้องทำเช่นนี้ เจ้ามันหญิงแพศยา”“นี่เจ้า!!…..”“ผลัก!!..”หลันเยว่ซินไม่ทันได้ลงมือ ฝ่าเท้าท่านอ๋องพุ่งไปที่ใบหน้าของหวังเสิ่นอี้เต็มแรง ใบหน้าของเขาตอนนี้มีรอยเท้าของคนที่ส่งไปให้เต็มหน้า เลือดที่ออกจากทั้งปากและจมูกนั่นทำให้เขาสลบลงไปทันที“ขอบ…”“เขาพูดเรื่องจริงหรือไม่ที่แม่นางไปยั่วย
더 보기
ตอนที่ 6 เจ้า..คิดถึงผู้ใดบ้าง
หญิงสาวได้แต่เดินไปโดยไม่ได้ตอบเขา เมื่อเห็นว่านางไม่ตอบ ผู้เป็นเสด็จอาจึงได้รั้งแขนนั้นเอาไว้ บัดนี้ดูเหมือนนางจะไม่ใช่เด็กสาวในวัยเยาว์ที่เขารับมาจากเมืองเหลียงอีกต่อไป หากแต่ตอนนี้นางเติบโตเป็นสตรีเต็มวัยที่สามารถออกเรือนได้แล้ว ความเปลี่ยนแปลงนี้ทำให้เขารู้สึกไม่สบายใจแปลกๆ“เจ้ายังไม่ตอบข้าเลย ตกลงว่าข้าจะได้กิน…เกี๊ยวที่เจ้าทำใช่หรือไม่”เย่วซินหันไปมองหน้าบุรุษหนุ่มที่บัดนี้มองนางด้วยสายตาที่ไม่เหมือนกับเมื่อสี่ปีที่แล้ว นางเองก็ไม่รู้ว่าควรรู้สึกเช่นไรกับเขาดี ก่อนหน้านี้เห็นเขาเป็นเพียงท่านอาที่รับดูแลนางจากคนบ้านแตกแต่บัดนี้ดูเหมือนการมองพระพักตร์ของท่านอ๋องนั้นจะยากยิ่งกว่าเดิม หัวใจเจ้ากรรมนี้ก็เช่นกัน มันเต้นรัวไม่หยุดอย่างที่นางควบคุมไม่ได้ ซึ่งไม่เคยเกิดขึ้นมาก่อน“นั่น…ย่อมแน่นอนเพคะ หม่อมฉันตั้งใจ…จะทำให้พระองค์เสวยนี่เพคะ”“ได้ เช่นนั้นก็รีบกลับไปทำเถิด ข้ารอแทบไม่ไหวแล้ว ออกศึกครั้งนี้นานเหลือเกิน รสชาติอาหารที่ทำสุกใหม่ๆเป็นเช่นไรก็แทบจะจำไม่ได้แล้ว”“พระองค์คงลำบากมากเลยสินะเพคะ”“แล้วเจ้าเล่าเยว่ซิน ไปอยู่ที่สำนักศึกษาเสียตั้งนาน เจ้า….ลำบากหรือไม่”“ไม่เลยเพคะ
더 보기
ตอนที่ 7 เกี๊ยวของหลันเยว่ซิน
“หม่อมฉัน…”“อย่าดื้อ เจ้าก็ยังเป็นเจ้า ไม่ค่อยเชื่อฟังข้าอยู่ร่ำไป มานี่”เขาจับแขนนางและพาเดินเข้าไปยังห้องด้านในเพื่อทำแผลให้ กล่องยาถูกนำมาวางโดยจงลี่ที่รู้หน้าที่ เขาจึงได้แกะผ้าที่เขาผูกเอาไว้ออกและเริ่มทาวยาให้นาง ใบหน้าน้อยๆนั่นขมวดคิ้วเล็กน้อย“เจ็บหรือ ข้าทำแรงไปงั้นหรือ”“ปละ…เปล่าเพคะ หม่อมฉันทนได้”“ท่านอ๋องเพคะ คุณหนู เกี๊ยวพร้อมแล้วเพคะ”“เสร็จแล้ว ไปกันเถอะ เจ้าลุกไหวหรือไม่”“ไหวเพคะ หม่อมฉันเพียงแค่มีดบาดนิดเดียวเองนะเพคะเสด็จอา”“อ้อ เช่นนั้นก็ไปกันเถอะ”เยว่ซินทำหน้าไม่ถูก ปกติแล้วก่อนหน้านี้เสด็จอาเคยเป็นเช่นนี้กับนางด้วยงั้นหรือ แต่นั่นจะนับเป็นอะไรได้ นางมาอาศัยที่ตำหนักอ๋องเพียงหนึ่งปีก็ถูกส่งไปที่สำนักศึกษา และช่วงเวลานั้นเป็นช่วงที่ท่านอ๋องไม่ค่อยว่างจากราชกิจในวังเลย เวลาพบหน้ากันก็พูดคุยและถกแค่การบ้านที่อาจารย์ที่เขาจัดมาสอนนางเท่านั้น เรื่องอื่นๆแทบจะไม่ได้คุยกันเลย“นี่คือเกี๊ยวที่เจ้าพูดสินะ ข้ากินได้เลยใช่หรือไม่”“เพคะ เสด็จอาลองชิมดูเพคะ”เขาตักเกี๊ยวที่พอดีคำขึ้นมาพร้อมกับชิมตามที่นางบอก สัมผัสของแผ่นเกี๊ยวที่พอดีคำเข้ากับน้ำต้มกระดูกหมอที่เคี่ยวจน
더 보기
ตอนที่ 8 ห้องอาบน้ำระทึก
ท่านอ๋องจิบชาและลอบมองนางที่ทำสีหน้าไม่ใครสู้ดีนักอย่างนึกสนใจพร้อมกับวางถ้วยชาลง“ใช่ เยว่ซินของข้ากลับมาได้เดือนกว่าๆแล้ว น่าแปลกนะที่เจ้าไม่รู้ ทั้งๆที่ข้าพึ่งก้าวเข้าตำหนักไม่ถึงสองชั่วยาม แต่เจ้ากลับมาถึงหน้าตำหนักได้อย่างน่าแปลก”ซ่งเหมยลี่ทำหน้าตาเลิกลักพร้อมกับยิ้มด้วยท่าทางที่ฝืนเต็มที “เยว่ซินของข้า” งั้นหรือ นี่เขาลืมไปหรืออย่างไรว่านางมิได้เป็นอะไรกับเขาเสียหน่อย แค่เด็กที่เก็บมาเลี้ยงจากเมืองเหลียงเท่านั้นเอง“ต้องขอประทานอภัย ก่อนหน้านี้หม่อมฉันไปถือศีลที่วัดและภาวนาขอให้พระองค์ออกรบและนำชัยชนะกลับมา พึ่งกลับมาถึงจวนไม่นานนี่เอง จึง…ไม่ทราบข่าวเรื่องที่คุณหนูหลันเยว่ซินกลับมาจึงมิได้มาเยี่ยมเพคะ”“ไม่จำเป็นหรอก เยว่ซินชอบอยู่อย่างสงบ ไม่ค่อยชอบรับแขกแปลกหน้าและไม่คุ้นเคย แต่ก็ต้องขอบใจเจ้าสำหรับน้ำแกงนี้ อ้อ อีกไม่กี่วันนี้ข้าจะจัดงานเลี้ยงเพื่อต้อนรับนาง เช่นไรแล้วข้าจะส่งเทียบเชิญไปที่จวนสกุลซ่งด้วย”ซ่งเหมยลี่นั่งบิดผ้าเช็ดหน้าอย่างอดกลั้น ถึงกับจัดงานเลี้ยงเพื่อต้อนรับนางเชียวหรือ“แต่ว่าเมื่อครู่ ท่านอ๋องพึ่งตรัสว่า…ไม่ควรจัดงานเลี้ยงที่เอิกเกริก นี่จะไม่เป็นการ…สิ้
더 보기
ตอนที่ 9 ท่านอ๋องไม่สบาย
จมูกเขาแดงขึ้น ใบหน้าร้อนผ่าวซึ่งไม่น่าแปลกใจเพราะเขาแช่น้ำนานกว่าหนึ่งชั่วยาม ขึ้นๆลงๆอยู่ด้านหลังนั่นจนแน่ใจว่าไม่มีผู้ใดอยู่ด้านนอกแล้วจึงขึ้นมาและพบว่าจมูกเริ่มจะไม่ได้กลิ่นอะไรเพราะเขาสูดไอน้ำในห้องน้ำไปมากนั่นเองห้องบรรทม“เสด็จอาเพคะ นี่น้ำขิงเพคะ ดื่มเสียก่อนเถิดเพคะ”“อืม ขอบใจเจ้ามาก เยว่ซิน มานั่งนี่สิ”เยว่ซินเดินเข้าไปที่โต๊ะทรงอักษรของท่านอ๋องที่บัดนี้เขาสวมเพียงเสื้อนอนและมีชุดคลุมด้านนอกอยู่ “มีสิ่งใดหรือเพคะ”“รายชื่อแขกที่จะเชิญมางานเลี้ยงอีกห้าวันข้างหน้า เจ้าอยากจะเชิญผู้ใดเพิ่มอีกหรือไม่”“หม่อมฉันมีสหายในเมืองเฉินโจวนี้เพียงสองคนเพคะ สามารถเชิญพวกเขามาด้วยได้หรือไม่เพคะ”“ย่อมได้อยู่แล้ว ผู้ใดกัน”ท่านอ๋องถามพลางยกน้ำขิงที่นางต้มนั้นขึ้นมาจิบ“ก็ลี่หลานเฟิน และศิษย์พี่ฟู่หย่งเล่อเพคะ”“แค่ก แค่ก”ท่านอ๋องสำลักน้ำขิงที่พึ่งดื่มเข้าไปในทันทีที่นางเอ่ยถึงบุรุษหนุ่มที่เรียนสำนักศึกษาเดียวกัน แต่บัดนี้เยว่ ซินตกใจและหยิบผ้าเช็ดหน้าขึ้นมาเช็ดปากให้เขา“แย่จริง น้ำร้อนเกินไปหรือเพคะ หม่อมฉันคงไม่ได้เตือนเสด็จอา…ก่อน….เอ่อ…”ใบหน้านางอยู่ใกล้เขาเพียงนิดเดียวเมื่อรีบพุ่
더 보기
ตอนที่ 10 เยือนจวนสกุลลี่
ท่านอ๋องรีบขยับตัวเพื่อให้นางได้จัดที่นอนของตัวเอง เขารีบหันไปมองหลันเยว่ซินที่เดินเอาหมอนและผ้าห่มในหีบที่ตั้งวางไว้เดินมา แต่ช่วงที่นางหันมา ท่านอ๋องเจ้าเล่ห์ก็พยายามทำสีหน้าเหมือนป่วยและไอถี่ๆพอเป็นพิธี“เสด็จอาแน่ใจนะเพคะว่าไม่ต้องการดื่มยาลดไข้ก่อนจะบรรทม”“ไม่ละ คงเพราะเดินทางมาไกลและอากาศเปลี่ยนกะทันหัน ก็เลยปรับตัวไม่ทัน เจ้าคงไม่รังเกียจคนแก่อย่างข้าหรอกกระมังเยว่ซิน”“เสด็จกล่าวเกินไปแล้วเพคะ อายุเพียงเท่านี้จะเรียกว่าแก่ได้เช่นไรเพคะ”“นั่นสิๆ ใช่ๆ ข้ากับเจ้าอายุห่างกันเพียงแค่แปดปีเอง เจ้าว่าหรือไม่ว่านี่มันช่าง….”“หม่อมฉันจะดับไฟแล้วนะเพคะ”“อ้อ….เช่นนั้นข้าจะนอนแล้ว”หลันเยว่ซินลุกขึ้นไปดับไฟพร้อมกับใช้ฝาครอบเพื่อมิให้มีควันออกมารบกวนท่านอ๋อง นางถอดชุดคลุมด้านนอกออกแล้วเดินมาที่เตียงก่อนจะล้มตัวลงนอนข้างๆเขาโดยมีหมอนข้างกั้นเอาไว้ระหว่างทั้งสอง ในตอนเด็กที่นางมาที่นี่ใหม่ๆ นางก็มักจะขอมานอนกับเขาเพราะฝันร้าย แม่นมเถียนจะพานางมาก่อนที่ท่านอ๋องจะบรรทม เขาก็จะอนุญาตให้นางนอนด้วยเพราะเห็นว่านางเป็นน้องสาว แต่ตอนนี้เขาเริ่มรู้ตัวแล้วว่าเขา…ไม่ได้คิดกับนางแค่น้องสาวเหมือนเมื
더 보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status