FAZER LOGINจากตัวประกอบใช้แล้วทิ้งของนักเขียน สู่ตัวเอกที่อัพเกรดด้วยมิติช่องว่าง จะพระเอก พระรอง นางเอก นางรองดาหน้าเข้ามาเลย หลี่เลี่ยงหลิงคนนี้จะฟาดให้หมด แต่จะว่าไป...ตัวร้ายที่จับฉลากได้บทพระเอก ฉันขอนะ!!! หลี่เลี่ยงหลิงตัวประกอบในนิยายที่นิสัยเหลือร้ายถูกแทนที่ด้วยหญิงสาวที่มีความสามารถรอบด้าน และมิติช่องว่างที่มีทุกอย่างครบครันไม่มีวันอดตายในยุคข้าวยากหมากแพง คราวนี้หลี่เลี่ยงหลิงคนใหม่จะเปลี่ยนชะตาชีวิตที่เลวร้ายตายอนาถของตัวประกอบใช้แล้วทิ้งคนนี้ให้ได้ แต่ก่อนอื่น.... “ฉันต้องกินยาคุมฉุกเฉินก่อน ไม่งั้นทายาทท่านนายพลตัวร้ายได้ลืมตาออกมาดูโลกแน่!!!” ‘นายพลหยางจางเหว่ย ภรรยาตัวประกอบจะไม่มีวันยอมตาย!!!’
Ver mais"Engh... yes... di situ... mmh…."
Suara desahan seorang pria terdengar menembus dinding tipis yang membatasi antara kamar Meilissa dan mamanya.
Tubuh Meilissa menegang. Bunyi decit ranjang yang bergerak secara teratur sangat mengganggu akal sehatnya.
"Aaah, Ron. Di sana... enak sekali… oh...." Desahan seorang wanita menyusul. Itu suara mamanya.
Selanjutnya, desahan dan erangan terdengar bersahutan. Semakin lama semakin kencang dan intens.
Meilissa lekas menyambar headset bluetooth dari atas meja dan menyumpal telinganya dengan benda itu.
“Dasar tidak tahu malu!” gerutunya jijik. Jemarinya bergetar saat memilih lagu. Detik berikutnya, musik berirama cepat dan menghentak memenuhi telinga gadis itu, menggantikan suara-suara yang membuatnya ingin muntah.
Ini bukan pertama kalinya Meilissa menyaksikan dan mendengarkan hal tidak senonoh macam ini. Ibunya kerap membawa pacar-pacarnya ke rumah dan bercinta seolah mereka adalah pemilik dunia.
Tapi, tetap saja, Meilissa tidak pernah terbiasa dengan kondisi seperti ini.
“Hhh… kali ini dengan pacarnya yang mana lagi?" lirihnya, campuran marah dan sedih.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman, justru bagaikan neraka baginya.
Gadis itu menengok keluar jendela. ‘Masih sore. Dan mereka melakukannya seakan-akan aku tidak ada,’ batinnya nelangsa.
Meilissa duduk di lantai sambil memeluk dirinya sendiri. Matanya memandangi ponsel yang tergeletak di dekat kakinya, menunggu-nunggu sebuah telepon yang sangat dia harapkan.
Andai saja bisa, dia ingin pergi dari tempat ini.
Penantian itu berakhir saat layar ponselnya menyala. Nama Liora, sahabatnya, tertera di layar.
“Mei! Sopir sudah menuju ke rumah kamu. Okay?” Suara cerita Liora terdengar dari loudspeaker ponsel Meilissa begitu panggilan terhubung.
“Ugh, lamanya. Aku sudah menunggu dari tadi,” keluh Meilissa sambil melihat sekilas petunjuk waktu di layar ponselnya.
Hari ini adalah hari perayaan ulang tahun sahabatnya. Meilissa tentu turut diundang hadir ke pesta. Tadinya, Meilissa ingin berangkat sendiri. Namun Liora bersikeras meminta sopirnya menjemput Meilissa.
“Lima menit lagi, Mei! Sabar ya,” seru Liora lagi. “Sekarang aku mau pakai gaun dulu. Bye.” Telepon ditutup sepihak.
Menghela napas, Meilissa mulai menghitung mundur waktu di mana dia bisa kabur sejenak dari suasana yang tidak nyaman ini.
Tak lama, pesan dari sopir Liora masuk, memberitahu bahwa dirinya sudah sampai di depan rumah.
Meilissa meloncat dari duduknya. Dia menyambar tas kecilnya, lalu keluar kamar. Langkah kakinya bergerak cepat menuju pintu keluar, meninggalkan suara desahan-desahan menjijikkan itu di belakang.
BLAM!
Di depan rumah, sopir sudah menunggu dan langsung membukakan pintu untuknya.
“Terima kasih, Pak.”
Begitu pintu mobil tertutup, Meilissa menghembuskan napas lega.
Perjalanan menuju rumah Liora tidak membutuhkan waktu lama, tapi cukup untuk mengendorkan urat syaraf Meilissa.
Tiba di rumah Liora, suasana kontras menyambutnya. Rumah besar nan mewah. Pelayan yang sopan dan ramah. Lalu, sambutan hangat Liora.
“Hey! Ayo cepat. Aku sudah menyiapkan gaun untukmu di kamarku,” ucap Liora, langsung merangkul sahabatnya.
“Wow, cantiknya! Aku sampai tidak mengenalmu,” puji Meilissa spontan sembari mengikuti langkah Liora menuju kamarnya.
“Dia akan membantumu berdandan,” ujar Liora saat mereka sudah sampai di kamar.
Liora menunjuk seorang wanita muda yang berprofesi sebagai penata rias wajah dan rambut profesional.
Meilissa mengangguk sambil tersenyum canggung.
“Gaunmu ada di ruangan itu.” Liora menunjuk sebuah pintu yang letaknya masih di ruangan yang sama.
“Thanks, Li,” ucap Meilissa terharu. Seharusnya dia datang membawa kado, tapi sebaliknya temannya itu malah menyiapkan segalanya untuknya.
“Eh, Mei! Sebentar. Apa kamu tahu?” Liora mengangkat ponselnya tepat di depan hidung Meilissa.
“Apa?” Meilissa memundurkan kepalanya, ingin melihat apa yang ditunjukkan oleh temannya. Ada sebuah pesan dari cowok yang ditaksir oleh Liora.
“Dia… sebentar lagi datang!” bisik Liora, menutup mulut sambil tertawa pelan.
“Cie… cepat sambut dia. Sampaikan peluk dan cium dariku,” canda Meilissa spontan.
“Hey, dia milikku!” Liora pura-pura marah, “Kamu itu cocoknya sama Om-Om,” celetuknya asal.
Meilissa terkekeh. Tangannya melambai seperti gerakan mengusir. “Pergilah! Ingat! Jangan bermesraan dengannya di hadapanku.”
“Kalau iri, cari jodohmu malam ini.” Liora menjulurkan lidah, lalu pergi sambil tertawa keras.
Meilissa menggelengkan kepala, ikut tertawa. Candaan semacam itu sudah biasa terlontar di antara dua gadis yang bersahabat itu.
“Silahkan, Nona,” ucap penata rias, mulai mengarahkan Meilissa untuk bersiap.
Sentuhan demi sentuhan disapukan ke wajah polos Meilissa. Rambut digulung supaya bergelombang di ujung. Terakhir, gaun dan sepatu dipakai satu per satu oleh Meilissa.
“Anda cantik sekali, Nona,” puji penata rias, menatap bayangan Meilissa di cermin.
“Terima kasih,” ucap Meilissa, ikut mengagumi dirinya sendiri. Gaun mahal yang menyapu lantai, heels yang nyaman dan tas cantik melekat sempurna di tubuhnya yang langsing.
Setelah penata rias berpamitan, Meilissa kembali mematut diri di depan cermin, kemudian asyik selfie dengan berbagai pose.
Sedang asyik-asyiknya bergaya, suara laki-laki terdengar dari luar kamar.
“Liora? Sayang? Papa udah pulang!”
Deg!
Jantung Meilissa seakan berhenti berdetak mendengar suara bariton yang familiar itu.
“Astaga, Om Lionel!” pekiknya panik, bergegas mengambil tas tangan dan bersiap keluar.
Tidak ingin bertemu berdua saja dengan Lionel di kamar, Meilissa tergopoh-gopoh berlari keluar, bermaksud kabur karena pasti akan canggung bertemu dengan pria itu tanpa Liora.
Tapi….
“Aah!”
Ujung gaunnya terinjak oleh kakinya sendiri. Pintu terbuka bersamaan dengan tubuhnya yang hilang keseimbangan. Meilissa terhuyung ke depan.
Bruk!
“Aduuh!” lirihnya, saat merasakan tubuh bagian depannya mendarat di atas sesuatu yang keras dan padat.
“Ugh! Kamu ternyata berat juga.”
Meilissa membeku saat mendengar erangan seorang pria di dekat telinganya. Detik itu juga dia menoleh. Matanya membulat, wajahnya tidak sampai sejengkal dari wajah Lionel.
“Oh, ya ampun! Maaf, Om!” seru Meilissa setelah berhasil menguasai diri. Pipinya terasa panas.
Dia berusaha bangun, Lionel juga ikut bangun. Tapi, entah bagaimana, gaunnya lagi-lagi tersangkut ujung heels.
Meilissa kembali terhuyung
“Hati-hati….” Lionel meringis pelan, satu tangan refleks menahan pinggang Meilissa.
Napas Meilissa tersentak saat merasakan lengan kokoh melingkar di pinggangnya, menjaganya supaya tidak terjatuh.
“Om… Lionel…” bisiknya pelan, nyaris tanpa suara. Jantungnya berdebar kencang tak terkendali.
Mereka sudah pernah bertemu beberapa kali saat beliau mengantar Liora ke kampus.
Tapi… mengapa Meilissa baru menyadari pria di hadapannya ini tampan sekali?
ตอนพิเศษ7(ขอต่ออีกนิด) มณฑลเจ้อเจียง เมืองหูโจว ร่างสูงกำลังเดินทอดน่องมองธรรมชาติของแม่น้ำแยงซี มองจุดกำเนิดของวัฒนธรรมมากมายของประเทศ และสินค้ามากมายที่ส่งขายไปทั่ว ทั้งข้าวปลาอาหารของเจ้อเจียงล้วนแต่ผลิตขึ้นที่นี่ เลขาหวังชุนเทียนแต่งตัวเป็นชายธรรมดาคนหนึ่งปั่นจักรยานมองความเป็นไปของประชาชน ทั้งเด็ก คนแก่ บุรุษสตรีวัยทำงาน รวมถึงหนุ่มสาวที่กำลังเกี้ยวพากัน “เฮ้อ...ที่ไหนมีรัก ที่นั่นมีทุกข์” เลขาหวังชุนเทียนที่กว่าจะได้ลางานมาเดินเรื่อยเปื่อยแบบนี้ก็ใช้เวลานานหลายเดือนในการสะสางงาน และไหนจะต้องร่วมงานของคุณชายรองหยางซ่านเจี๋ย ที่แต่งงานสายฟ้าแล่บกับหญิงสาวตระกูลเหลียงสายรอง ซึ่งเขาไม่ทราบรายละเอียดมากนัก ต่อจากนั้นก็เป็นพลเอกหยางจางเหว่ยที่
ตอนพิเศษ6 งานเลี้ยงเล็กๆในครอบครัวถูกจัดขึ้นโดยมีสองแฝดหัวเราะเอิ้กอ้ากกันใหญ่ที่ได้เล่นน้ำทะเล แม้หยางลู่เหอจะไม่ค่อยชอบใจที่บิดามักจะมาอุ้มเขา แต่ก็รู้สึกดีนิดๆที่ชายคนนั้นโอบอุ้มและสอนเขาว่ายน้ำในทะเล แล้วตอนนี้ยังย่างปลาตัวโตให้เขากินอีกด้วย ‘ก็นับว่าเป็นพ่อที่ดีเหมือนกัน’ คลื่นลมของทะเลปั๋วไห่นับว่าสงบมาก อาจจะด้วยเป็นทะเลสาบจึงไม่ค่อยมีคลื่นสูงนัก เหมาะกับการเล่นน้ำพอสมควร รุ่งเช้าของอีกวันทั้งหมดพากันไปที่ตลาดเมืองท่าที่มีเรือสินค้าเข้ามาจอด แต่กลับมีตรอกหนึ่งที่มีร้านพนันหินซึ่งเป็นสาขาหนึ่งของร้านลู่หลิ่ง ผู้คนมากมายต่างตบเท้าเข้ามา และกลุ่มคนจำนวนมากจากตระกูลหยาง ตระกูลหวงก็ตบเท้าเข้ามาเสี่ยงโชคเช่นกัน ซึ่งทำเอาหลี่เลี่ยงหลิงตาเป็นประกายอย่างชอบใจ
ตอนพิเศษ5 วันรุ่งขึ้นที่เด็กทั้งสองต่างรอคอยจนนอนไม่หลับ กว่าจะหลับลงได้ก็เกือบครึ่งค่อนคืน วันนี้ไม่ได้มีเฉพาะคนจากหยางกวางที่จะเดินทางไปมณฑลเหลียวหนิง มณฑลซึ่งติดทะเลปั๋วไห่ แต่บ้านใหญ่อย่างหยางจง หยางชุน และหยางจิ่วก็ร่วมเดินทางไปครั้งนี้ เรียกได้ว่าครบทั้งครอบครัว โดยเฉพาะคฤหาสน์หยางชุนของคุณชายรองหยางซ่านเจี๋ยที่อยากพาภรรยารักไปเปิดหูเปิดตาสูดอากาศบริสุทธิ์ในระหว่างที่กำลังตั้งครรภ์ลูกคนแรก ทางด้านตระกูลหวงก็ไม่พลาดเช่นกัน โดยเฉพาะนายท่านหวงเซิ่งหง ที่แม้จะดีอกดีใจที่กำลังจะมีทายาทตระกูลหวงรุ่นที่สามเกิดขึ้นในตอนที่ท่านยังมีชีวิตอยู่ แต่ด้วยความรักและเอ็นดูต่อเหลนอย่างลู่เหอ อ้ายลี่ ก็ไม่อยากพลาดภาพที่เหลนทั้งสองได้เห็นทะเลครั้งแรก เครื่องบินลำใหญ่ของตระกูลหยางทะยานขึ้นฟ้าอย่างปลอดภัย โดยภายในมีเรื่องวุ่นวายพอสมควร เมื่อเด็กๆทั้งสองต่างตื่นเต้นจนส่งเสียงหวีดดัง
ตอนพิเศษ4 “งานแต่งของถิงเฟิงกับหลิงฉีก็เพิ่งเสร็จไป ตอนนี้ได้ข่าวว่าลู่ฟางหนิงกำลังตั้งครรภ์แล้ว คุณอย่าลืมเอาของขวัญไปส่งให้ทั้งคู่ด้วยนะคะ” หลี่เลี่ยงหลิงเอ่ยถึงคนสนิทของท่านนายพลหยางที่เพิ่งแต่งงานกันไปไม่ถึงสามเดือนก่อนที่เธอจะคลอดลูก “ได้ครับ...ตามภรรยาว่าเลยครับ” นายพลหยางจางเหว่ยเข้ามาคลอเคลียภรรยารัก ที่เพิ่งให้นมลูกเสร็จใหม่ๆ เขารอเวลาได้กอดภรรยามานานแล้ว แต่หยางลู่เหอกลับไม่ยอมปล่อยเสียที เจ้าลูกคนนี้ตั้งตนเป็นศัตรูกับเขาจริงๆ “นี่งอน...ลู่เหออีกแล้วเหรอคะ” หลี่เลี่ยงหลิงแอนหลังพิงกับอกสามีพลางถามเขาเบาๆ “เจ้าเด็กคนนี้ขี้หวงเสียจริง ไม่เหมือนอ้ายลี่...น่ารักน่าชังขี้อ้อนเสียเหลือเกิน” หยางจางเหว่ยเมื่อนึกถึงบุตรสาวก็ยิ้มกว้างออกมากับความขี้อ้อนนั้น เวลาเขาอุ้มก็คลอเคลียไม่ห่าง ไม่เหมือนเจ้าลูกชาย...ไม่รู้ได้นิสัยใครมา &n
ตอนที่ 55 หลิงจูต้องไม่ตาย2ชายหน้ากากดำผงะเล็กน้อย เมื่อเห็นสายตาคู่นั้นที่ไม่เหมือนสายตาสตรีทั่วไปที่ควรจะตัวสั่นงันงกร้องขอชีวิต“หัวเราะอะไร คนที่จะตายคือพวกแก หากคิดจะถ่วงเวลาเรียกพวกตระกูลหยางมาละก็...คงเสียเวลาเปล่า เพราะกว่าพวกมันจะได้รับ
ตอนที่ 54 ฟาดหูเจียอิง1 คฤหาสน์ตระกูลหูโอ่อ่าสมเป็นตระกูลการค้าที่มีร้านเสื้อผ้าเครื่องประดับมากมาย นายท่านตระกูลหูกับลูกชายที่กำลังนั่งปรึกษาหารือเกี่ยวกับเหมืองอัญมณี ด้วยช่วงนี้สภาพอากาศไม่เอื
ตอนที่ 20 ตัวตนที่น่าสงสัย3 “หานห้าวตง...มีอุดมการณ์เป็นสิ่งที่ดี แต่หากอุดมการณ์นั้นทำให้ผู้อื่นเดือดร้อน มันก็ไม่ใช่อุดมการณ์ที่ดีนักหรอก” “เด
ตอนที่ 20 ตัวตนที่น่าสงสัย2ร่างบางเคลื่อนที่อย่างรวดเร็วในใจหวังว่าจะสามารถไปช่วยนายพลหนุ่มได้ทันท่วงที เธอเร้นกายเข้าไปในสมรภูมิเดือด มองดูทั้งทหารและกบฏเข้าห้ำหั่นกันอย่างดุเดือด ด้วยกำลังพลที่สูสีต่างฝ่ายจึงผลัดกันถือไพ่เหนือกว่า“ตัดกำลังคลั


















avaliações