LOGINหญิงสาวต้องมาสิ้นใจตายพร้อมกับลูกในท้อง ก่อนจะทะลุมิติมาอยู่ในยุค 80 เธอดันมาอยู่ในร่างของหญิงสาวที่ใคร ๆ ต่างก็เกลียดชัง โชคยังดีที่มีสมุดวิเศษติดตัวมาด้วย เธอจะใช้สมุดวิเศษเล่มนี้พลิกชะตาชีวิตให้ได้
View MoreMasuk ke rumah itu.....atau tidak?
Tiga puluh menit berlalu, dan lelaki itu masih berkutat dengan pikirannya tentang pintu kokoh yang terletak di hadapannya. Dia berjalan mondar-mandir tak tentu arah, dengan kakinya yang dihentak-hentakkan ke lantai untuk menyuarakan rasa frustasinya. Untung saja matahari baru muncul malu-malu, kalau tidak, dia pasti akan menjadi topik menarik dari pejalan kaki yang berlalu-lalang di sekitar.
Akhirnya, dia mulai menyingkirkan kegelisahannya setelah beberapa lama bercakap dengan mata batinnya sendiri. Tangannya yang gemetar meraih bel yang sedari tadi ditatapnya penuh minat itu sekali, kemudian kembali menjauhkan sentuhannya dari tombol itu dengan meletakkan tangannya yang berulah tadi di samping tubuhnya.
Pintu itu pun terbuka.
Jantungnya melompat kencang, mengantisipasi sosok yang akan ditemuinya. Namun, seseorang lain muncul sehingga setidaknya beberapa detik ini pria itu bisa bernafas lega.
"Nathaniel...", sebut wanita berusia paruh baya itu dengan ekspresi kaget yang kentara.
Tentu saja wanita berusia lima puluhan yang dikenalnya akrab itu terkejut melihat dirinya kembali hadir di depan rumah megah ini. Pasalnya, setahun terakhir dia tak pernah berani melewati pagar rumah itu untuk sekedar menyapa penghuninya. Hanya berani mengamati figur yang kini akan ditemuinya itu dibalik kaca mobilnya yang hitam, hanya sekedar memastikan gadis itu baik-baik saja.
"Bu Diah, siapa yang datang pagi-pagi begini? Jika dia seorang penguntit gila yang ingin mencari tahu privasi-ku, cepat usir di.....a"
Suara bening Lyra seketika melemah ketika melihat sosok Nathaniel yang berdiri tegap di balik pintu depan rumah. Seketika gadis cantik yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah itu kehilangan fokus dengan membiarkan handuknya terjuntai ke lantai. Sorot matanya itu meredup. Kakinya bahkan hanya bisa berdiri lemas di ujung tangga, tak mampu untuk sekedar berbalik atau malah menghampiri seseorang yang tak pernah muncul sekalipun dihadapannya setelah membuat hatinya melebur tak membekas.
Ibu Diah—asisten rumah tangga kesayangan Lyra yang mengerti akan situasi segera meninggalkan tempat yang semakin mencekam. Hatinya terasa berat mengetahui Nona-nya bertemu kembali dengan lelaki itu. Ibu Diah takut jika gadis yang dianggapnya sebagai anak kandungnya sendiri itu kembali mengingat kepedihan yang telah ditanggungnya sangat lama.
Sementara itu, organ-organ vital kedua insan itu bereaksi semakin parah. Alat penting di tubuh mereka untuk sesaat tak berfungsi sebagaimana mestinya karena luapan perasaan yang masih terpendam rapi itu sekejap muncul begitu saja, sebelum mereka bahkan bisa menemukan penangkalnya.
Dengan langkah kecil, Nathaniel menggerakkan tungkai kakinya melewati batas garis antara ruang luar dengan rumah yang seperti tempat kedua baginya.
Dulu.
Di waktu dimana dia masih berada di samping Lyra-nya, mendengar tawanya, menatap matanya yang jernih dengan cintanya yang berlebih, melindungi gadis itu dari ketakutan-ketakutan yang seringkali menyergapnya, dan membiarkan gadisnya berlindung di balik punggungnya ketika sesuatu menimpa gadis itu.
Dia bahkan masih mengingat bagaimana kebahagiaan yang sempat dirasakan mereka dulu, sebelum dia meninggalkan Lyra-nya tanpa aba-aba.
***
Lyra tetap tak bergeming saat Nathaniel mendekatinya dengan ketukan pelan, seakan membiarkan dirinya untuk pergi, kapanpun gadis itu mau. Sayangnya, harapan Lyra untuk mempertahankan hubungannya dengan lelaki itu masih kuat sekalipun dia tahu hal itu sangat gila mengingat Nathaniel yang telah terikat.
Salah.
Mungkin pikirannya tidak benar jika dia menginginkan lelaki itu kembali padanya. Sudah cukup setahun berlalu dengan semua penderitaan dan penyesalannya karena telah menyerahkan seluruh hatinya kepada Nathaniel.
Dia, membenci pria itu.
Pria itu pernah meninggalkan Lyra tanpa kata. Ironisnya, kabar terakhir Nathaniel yang didengar Lyra adalah melalui surat undangan pernikahan yang dialamatkan ke rumah mungilnya.
Lyra tak pernah tahu hidupnya akan seburuk ini.
Melupakan cintanya pada lelaki itu, walau dirasa Lyra sangat sulit, telah coba dilakukannya. Akan tetapi, Nathaniel dengan kurang ajarnya menampakkan batang hidungnya di depannya lagi dan menata kembali serpihan-serpihan cinta yang coba diretakkannya itu menjadi utuh seperti sedia kala.
Bodoh? Ya. Lyra memang tak punya akal.
Mana ada wanita yang masih mencintai mantan tunangannya yang bahkan meninggalkannya demi wanita lain?
Plak
Tangan Lyra bereaksi lebih cepat dari hatinya yang memintanya untuk merengek kepada Nathaniel untuk kembali padanya. Suatu tamparan keras melayang di permukaan kulit pria tak tahu diri.
Inilah yang harus dilakukan untuk membalas kelakuan tak beradab setiap lelaki brengsek, bukan?
Nathaniel meraba pipinya yang merah. Tamparan keras itu untungnya tak berakibat apapun pada tubuhnya yang mati rasa. Justru, bukan tangan itu yang berhasil merobek hatinya, tapi mata itu. Mata coklat gelap milik gadis itu mengungkapkan segalanya. Bulatan bening favorit Nathaniel yang biasanya memancarkan kesedihan apabila Lyra bercerita tentang neneknya yang telah tiada. Begitu membuat orang lain terhanyut seakan merasakan penderitaan yang dialami gadis itu. Membuat Nathaniel seolah tak bisa melakukan apapun ketika tatapan sendu itu diterimanya.
"Maafkan aku karena pernah menyakitimu. Aku tahu aku tak pantas dimaafkan, karena aku bahkan berniat menyakitimu dengan cara yang berbeda", ungkap Nathaniel dengan nadanya yang terdengar putus asa.
Lyra menoleh cepat mendengar pengakuan lelaki yang masih menempati tempat istimewa di hatinya itu. "Apa maksudmu?", tanyanya buru-buru.
"Istriku. Dia menginginkan seorang anak. Tapi, dia tak bisa mengandungnya sendiri karena kondisinya yang lemah. Sudah berkali-kali dia menolak ajakanku untuk mengadopsi sebuah anak dari panti asuhan. Dia tak mau melakukannya, karena dia ingin anak itu berasal dari darah dagingku".
Setetes air mata lolos dari mata coklat gadis itu. Lyra, yang mati-matian menahan perih yang menyerbu hatinya tanpa ampun dapat goyah hanya karena mendengar sebutan yang ditujukan Nathaniel pada wanita jalang yang merebut lelaki yang dicintainya. Apalagi dengan kalimat-kalimat selanjutnya, yang menggambarkan bahwa Nathaniel sangat mementingkan kebahagiaan istrinya dibanding apapun, yang tak pernah dirasakan Lyra ketika mereka bersama dulu.
Tentu saja, Nathaniel sangat mencintai wanita itu melebihi cintanya pada Lyra sehingga dia lebih memilih menikahi wanita yang baru saja singgah di hatinya, daripada memilih Lyra yang berstatus sebagai tunangannya.
Tanpa diduga, Nathaniel pun melemparkan tubuhnya ke lantai, berpijak di atas lantai marmer itu dengan bertumpu pada kedua lututnya. Mata Lyra terbelalak lebar melihat Nathaniel yang terlihat begitu tak berdaya di matanya.
" Kumohon, menikahlah denganku".
Inikah proses lamaran yang selama ini Lyra idamkan? Lelaki yang dicintainya, berlutut di hadapannya dengan melontarkan kata-kata yang diharapkannya kemudian keduanya terlibat dalam sebuah ciuman hangat karena perasaan senang yang membuncah. Tapi itu hanya khayalannya saja. Lelaki ini melamar Lyra bukan untuk menikahinya karena cinta, tapi menikahinya karena ingin sesuatu darinya.
Senyum sinis tersungging di bibir Lyra, berbanding terbalik dengan matanya yang berkabut karena cairan yang menghalangi pemandangannya. Dia menatap lelaki yang masih dalam posisi sebelumnya itu tajam, mengeluarkan sisi lain yang tak pernah ditunjukkannya pada siapapun kecuali sang pria.
"Jadi, kau kesini hanya untuk memintaku menjadi istri keduamu, yang memberikan seorang anak lalu menendangku keluar setelahnya, begitu? Jika itu maumu, kau bisa mencari wanita lain. Aku terlalu terhormat untuk menjadi wanita yang memberikan rahimku untuk pasangan istri yang picik seperti kalian. Sekarang, kuharap kau segera keluar dari rumah ini, dan jangan kembali karena pintu rumah ini tertutup untuk lelaki bejat sepertimu"
Nathaniel bangkit dari posisinya tadi, dengan bola matanya yang menatap gadis itu penuh harap. Lyra mengalihkan pandangan, tak mau terbujuk rayu lelaki yang bahkan kembali menaruh garam di atas luka terdahulunya yang belum sepenuhnya sembuh.
Setelah pintu tertutup, tubuh Lyra merosot ke lantai. Tangannya memegang erat kaki tangga yang menjadi saut-satunya sandarannya saat ini. Tangisannya mulai muncul. Isak tangisnya terdengar sangat memilukan, menandakan jika kesakitannya itu bahkan terlalu parah untuk bisa disembuhkan dalam waktu yang cepat.
Dia memegang dadanya yang berkecamuk sembari melirih tak berdaya.
Teganya kau, Nathaniel.***
…หลายปีต่อมา…ร่างระหงกำลังยุ่งอยู่กับการต้อนรับลูกค้าในร้าน วันนี้เป็นอีกวันที่ เยี่ยนฟางรู้สึกภูมิใจกับตัวเองมาก เธอสู้มานานหลายปีกว่าจะมาเปิดร้านอาหารที่ปักกิ่งได้ เพราะกำลังใจของเธออยู่ที่นี่ เธอกับหลิวเหว่ยถึงต้องพยายามสู้เพื่อมาเปิดร้านอาหารที่นี่ให้ได้“แม่ หนูมาแล้วค่ะ” ลี่หลินวัย 19 ปีวิ่งมาแต่ไกลด้วยสีหน้าเปื้อนยิ้ม ก่อนจะวิ่งเข้ามาสวมกอดผู้เป็นแม่แน่น“ลี่หลินลูก ขีวิตใหม่ในรั้วมหาลัยเป็นอย่างไรบ้าง ?” เยี่ยนฟางดีใจมากที่ลูกสาวโผล่มาหาเธอถึงที่นี่ จะหนึ่งปีแล้วที่เธอไม่ได้เจอหน้าลูกสาว ตั้งแต่วันที่ลูกสาวเธอสอบเข้ามหาลัยได้ ก็ไม่มีโอกาสได้เจอหน้าลูกสาวอีกเลย“ก็ดีค่ะแม่ แต่เรียนหนักไปหน่อย แม่มาเปิดร้านที่นี่ ใกล้กับมหาลัยหนูพอดี หนูขอย้ายมาอยู่ที่นี่ได้ไหมคะ ? หนูไม่อยากพักอยู่ที่หอเลยค่ะ อยู่ที่หออึดอัดจะตาย”ลี่หลินแอบบ่นกับแม่ของตัวเอง เพราะเธอรู้ว่ายังไงแม่ก็ต้องยอมให้เธอย้ายออกจากหอมาอยู่ที่นี่แน่ ๆ“พ่อกับแม่ไม่ได้อยู่ที่นี่ แม่ไม่อุ่นใจหากหนูย้ายออกมาอยู่ที่นี่คนเดียว หนูพักอยู่ที่หอแหละดีแล้ว” ลี่หลินได้ยินแบบนั้นถึงกับทำหน้าเศร้า“พ่อครับ แม่ครับ ยินดีด้วยนะครับ ผ
วันถัดมา…เยี่ยนฟางกับหลิวเหว่ยมาส่งเจ้าลี่หยางที่โรงเรียนเหมือนเฉนเช่นทุกวัน แต่วันนี้จะพิเศษหน่อย เพราะเธอตั้งใจพาเจ้าลี่หยางมาขอโทษเพื่อนคนนั้น โชคดีที่พ่อกับแม่ของเด็กคนนั้นไม่ติดใจอะไร หลังจากที่เด็ก ๆ ขอโทษกันก็กลับมาเล่นด้วยกันปกติ เยี่ยนฟางอยู่คุยกับครูอยู่ครู่หนึ่ง ก่อนจะกลับออกมาจากโรงเรียน“เจ้าลี่หยางนี่เหมือนคุณจริง ๆ เลยว่าไหมคะ ? อารมณ์ร้อน เลือดร้อน ไม่พอใจอะไรก็ใช้แต่กำลัง ฉันพยายามปรับทัศนคติลูแล้วนะคะ ก็ยังเกิดเรื่องขึ้นจนได้”“ลูกยังเล็ก เราค่อย ๆ บอกค่อย ๆ สอน เจ้าลี่หยางเป็นเด็กขี้น้อยใจ เราจะดุไม่ได้ ต้องบอกต้องสอนด้วยเหตุผล”“ฉันรู้ค่ะ ทุกครั้งที่เจ้าลี่หยางมีเรื่องกับเพื่อน ฉันจะพูดกับลูกด้วยเหตุผลเสมอ”“เยี่ยนฟาง” อยู่ ๆ หลิวเหว่ยก็หยุดเดิน ก่อนจะเอ่ยเรียกเธอเบา ๆ“ขอบคุณมากนะที่ดูแลลูก ๆ ของเรา ผมไม่เสียใจที่แต่งงานกับคุณ ผมรู้ว่าที่ผ่านมาคุณต้องเจอกับอะไรบ้าง ผมขอบคุณที่ไม่ทิ้งลูกของเราไปไหน ขอบคุณที่พยายามปรับปรุงตัวเพื่อครอบครัวของเรา”เยี่ยนฟางนิ่งไปครู่หนึ่ง ไม่คิดว่าชายหนุ่มที่อยู่ตรงหน้าเธอในตอนนี้จะมีมุมน่ารักกับเขาด้วย นี่คงจะเป็นโอกาสที่ดีที่จะบอกคว
หลายเดือนผ่านไป…หลังจากที่ร่างกายของเยี่ยนฟางกลับมาเป็นปกติ เธอก็รีบกลับมาเปิดร้านขายอาหาร เมื่อสองวันก่อนหลิวเหว่ยเพิ่งจะไปจัดการเรื่องบ้านให้เธอเสร็จ วันนี้เธอกับเยี่ยนเฟยถึงต้องมาเก็บกวาดทำความสะอาดบ้านหลังใหม่ตอนนี้เจ้าลี่หลินอายุได้หกเดือนแล้ว ตลอดหลายเดือนที่ผ่านมา ถ้าไม่ได้แม่สามีกับเยี่ยนเฟยคอยช่วยดูแลเจ้าลี่หลิน เธอกับหลิวเหว่ยไม่รู้จะต้องทำอย่างไรแล้วจริง ๆ หลิวเหว่ยเองไม่คิดว่าการดูแลลูกคนหนึ่งจะเหนื่อยมากขนาดนี้ เมื่อก่อนเยี่ยนฟางคลอดเจ้าลี่หยาง ก็มีแต่แม่กับซินหยานที่เป็นคนดูแล“เยี่ยนฟาง เจ้าลี่หลินร้องอีกแล้ว ลูกน่าจะหิวนม” หลิวเหว่ยอุ้เจ้าลี่หลินวิ่งมาหาเยี่ยนฟางที่บ้านหลังใหม่ตรงข้าม สีหน้าแลดูเป็นกังวลมากเมื่อเห็นเจ้าลี่หลินร้องไห้ไม่หยุด“ลูกน่าจะไม่สบายตัวนะคะ” เยี่ยนฟางรีบอุ้มเอาเจ้าลี่หลินมา ก่อนจะถอดกางเกงดู“ฮ่าฮ่าฮ่า ลูกอึค่ะ” เยี่ยนฟางเห็นสีหน้าของหลิวเหว่ยไม่ค่อยดีก็ส่งเสียงหัวเราะออกมาอย่างชอบใจ“ผมก็นึกว่าลูกหิว เดี๋ยวผมจัดการเอง คุณเก็บกวาดร้านเถอะ”“ไม่เป็นไรค่ะ ใกล้จะถึงเวลาไปรับเจ้าลี่หยางที่โรงเรียนไม่ใช่เหรอคะ ? คุณรอไปรับลูกเถอะ วันนี้คุณเหนื่อยมาท
คำพูดของเยี่ยนเฟยทำให้เยี่ยนฟางถึงกับนิ่งไป อยู่ ๆ เธอก็รู้สึกเศร้าพูดอะไรไม่ออก ที่ผ่านมาเธอก็นึกว่าน้องสาวของเจ้าของร่างเดิมหายไปจะไปมีชีวิตที่ดีกว่านี้ซะอีก ไม่คิดว่าเยี่ยนเฟยจะกลับมาในสภาพนี้“เยี่ยนเฟย พี่… ” เยี่ยนฟางพูดอะไรไม่ออก เพราะเธอรู้สึกสงสารอีกฝ่ายเหลือเกิน“พี่เยี่ยนฟาง ถ้าพี่รังเกียจฉัน ไม่อยากให้ฉันอยู่ที่นี่ก็ไม่เป็นไรค่ะ ฉันเข้าใจพี่นะ”เยี่ยนเฟยพูดจบก็รีบลุกพรวดจากเก้าอี้ เธอกำลังจะเดินออกจากร้านไป ครู่นั้นเธอก็ได้ยินเสียงของพี่สาวเอ่ยขึ้น“เยี่ยนเฟย ไม่ต้องไปไหนหรอก พี่ไม่ได้รังเกียจเธอ เธออยู่ที่นี่กับพี่ คอยช่วยงานพี่ ที่ร้านกำลังขาดคนช่วยงานพอดี”“พี่เยี่ยนฟาง ฮึก ๆ ” เยี่ยนเฟยรีบคุกเข่าที่พื้น ก่อนจะก้มศีรษะให้กับเยี่ยนฟาง“ขอบคุณพี่มากนะ ขอบคุณพี่มากจริง ๆ ”“อย่าทำแบบนี้เยี่ยนเฟย ลุกขึ้นมาได้แล้ว เราคือพี่น้องกันนะ มีอะไรก็ต้องช่วยเหลือกันสิ”ครู่นั้นหลิวเหว่ยกับเจ้าลี่หยางก็กลับมาที่บ้านพอดี เยี่ยนฟางจึงรีบเดินไปเล่าเรื่องราวทุกอย่างให้เขาฟัง หลิวเหว่ยเองก็ไม่ได้ว่าอะไร พอดีที่ร้านกำลังขาดผู้ช่วยพอดี เยี่ยนฟางกำลังจะคลอด ต้องการคนช่วยงาน ได้คนในครอบครัวมาช
เช้าของอีกวัน…มู่เยี่ยนฟางตื่นตั้งแต่เช้า หลังจากที่เธอเก็บกวาดบ้านส่วนที่เหลือเสร็จ ก็ได้เดินมาดูที่ข้างหลังบ้าน เนื้อที่ข้างหลังบ้านตรงหน้าค่อนข้างกว้าง ถ้าปลูกผักได้แล้วนำไปขายคงได้เงินมาจุนเจือภายในบ้านไม่น้อย แต่…ปัญหาติดตรงที่ตอนนี้เธอกำลังท้องอยู่ ไม่อาจทำงานหนักได้ขณะที่มู่เยี่ยนฟางกำลังขบ
ปู่หลัวหวังมาโดยตลอด หวังว่าสักวันหนึ่งมู่เยี่ยนฟางจะสำนึกได้กับสิ่งที่ตัวเองได้ทำลงไป ตนเองก็ไม่อยากให้ลูกชายต้องมาหย่ากับลูกสะใภ้ เรื่องหย่าเป็นเรื่องใหญ่ ปู่หลัวเป็นหว่งอนาคตของเจ้าลี่หยาง ไม่อยากให้หลานชายเพียงคนเดียวของพวกเขาต้องมาทนกับคำนินทาของชาวบ้าน“เอาละ ๆ เราจะไม่พูดถึงเรื่องนี้อีก หยาง
“เป็นอย่างนี้นี่เอง” มู่เยี่ยนฟางรีบเก็บสมุดวิเศษเล่มนั้นไว้อย่างดี ก่อนจะหยิบเอาที่ตรวจครรภ์มา ส่วนอีกอันเธอจะเก็บไว้ตรวจพรุ่งนี้เช้าร่างระหงหายเข้าไปในห้องน้ำนานครู่หนึ่ง ก่อนจะเดินกลับออกมาด้วยสีหน้าที่ไม่ค่อยจะดีเท่าไหร่นัก ผลออกมาว่าเธอกำลังท้องจริง ๆ ท้องกี่เดือนนั้นเธอเองก็ไม่รู้ สิ่งที่ทำใ
ขณะที่ทานข้าวอยู่นั้น…มู่เยี่ยนฟางแอบมองเจ้าลี่หยางอยู่เป็นระยะ เด็กชายที่อยู่ตรงหน้าเธอในตอนนี้หน้าตาเหมือนจะได้พ่อมาเต็ม ๆ ถ้าเลี้ยงดูให้ดี เจ้าลี่หยางคงดูดีมากกว่านี้ เห็นใบหน้าเล็กซูบผอมแล้ว เธอก็รู้สึกหน่วงในอก ไม่รู้ว่าจิตใจของเจ้าของร่างเดิมทำด้วยอะไร ถึงได้ใจร้ายกับเด็กชายได้ขนาดนี้“แผลที่






reviews