หวนคืนอีกครา ไม่ขอเป็นพระชายาที่โง่เขลา Ver.02

หวนคืนอีกครา ไม่ขอเป็นพระชายาที่โง่เขลา Ver.02

last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-19
Bahasa: Thai
goodnovel12goodnovel
10
6 Peringkat. 6 Ulasan-ulasan
62Bab
17.4KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

หนึ่งชีวิต หนึ่งหัวใจที่สูญเสียไปให้กับคนที่ไร้หัวใจ ชาตินี้ข้าไม่ขอร่วมทางเดินกับเขาอีก... แต่ทำไมมันไม่ง่ายเช่นนั้น เหตุใดเรื่องราวจึงได้แตกต่างไปจากเดิมเช่นนี้ แล้วข้าจะหนีหัวใจตัวเองพ้นได้เช่นไร

Lihat lebih banyak

Bab 1

ตอนที่  1  พระชายาแต่ในนาม

KAKEK TUA itu SUAMIKU

Bab 1

Aku mematut diriku di depan cermin, memperbaiki letak kerudung putihku yang sedikit tidak rapi, tak lupa juga aku rapikan kembali gamis putih yang aku gunakan. Kugunakan bedak bayi untuk wajahku dan kupoles bibirku dengan lipstik berwarna pink hadiah dari sahabatku satu tahun lalu.

"Nak, kalau kamu mau membatalkan nggak  apa-apa, jangan berkorban demi kami," ucap Bapak. Bapak kemudian duduk di ranjang sempit milikku. Kemudian aku mendekati Bapak dan duduk disampingnya.

"Nggak Pak, Seva ikhlas. Seva mau, kita tetap lanjutkan pernikahan ini," jawabku. Jikapun dibatalkan akan banyak sekali resiko yang aku  tanggung. Keputusanku sudah bulat tak ada yang perlu dirubah.

"Pak, itu penghulu dan lainnya sudah siap. Seva ... apa kamu siap, Nak?" tanya  Ibu.

Ibu mengenakan kebaya coklat sederhana, dengan jilbab yang dibelinya di pasar lebaran tahun kemarin.

"Bissmillah, Seva siap, Bu," jawabku pelan.

"Ya udah Bapak sama Ibu keluar dulu, nanti kamu ditemenin Bi Sani ya."

"Iya, Bu."

Sebelum ke luar kamar, bapak memelukku dan mengusap punggungku. Sungguh Pak, Seva ikhlas. Seva ikhlas meninggalkan semua dunia remaja Seva. Demi kalian, iya kalian keluargaku. Bapak, ibu, adikku Seno. Batinku.

***

"Saya terima nikah dan kawinnya Seva Lidya Dewi binti Suparjo dengan mas kawin seperangakat alat sholat, mas seberat 100gram dan uang tunai sebesar dua belas juta seratus dua puluh dua ribu dua puluh satu rupiah dibayar tunai."

"Bagaimana para saksi? Sah?"

"Sah"

"Alhamdulilah"

Acara pernikahan yang aku impikan tapi benar-benar hanya mimpi. Hanya ada segelintir orang yang datang dan mereka hanya saudara dekat saja. Bahkan aku yakin mereka terus berbisik membicarakan pernikahan anehku ini. Aku Seva Lidya Dewi usia dua puluh satu tahun lebih enam bulan menikah dengan Bambang Hendromoyo usia enam puluh tahun.Tidak usah kaget, memang seperti itu keadaannya. Jika ada yang bilang aku matre, aku jawab jujur iya. Aku menikah dengannya karena harta. 

Tidak ada pernikahan mewah, tidak ada pelaminan apa lagi menu makanan internasional, yang ada hanya pernikahan di bawah tangan di gubuk reot ini.

Akupun dituntun ke luar kamar menemui suamiku. Ah, rasanya masih aneh. Satu minggu yang lalu aku masih duduk di bangku kuliah, aku masih  belajar sebagaimana biasanya. Aku masih belajar sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di kotaku. Bukan hal yang mudah bagiku bisa kuliah, aku masuk dengan jalur bidik misi, dengan terseok aku mampu terus melanjutkan kuliahku.

Jika kalian membayangkan seperti di cerita dengan CEO ganteng kalian salah! Postur tubuhnya tinggi, dengan pawakan sedikit berisi dan tidak ada bayangan seperti yang ada di cerita, yang mirip mungkin hanya hartanya. Rasanya aku jadi ingin tertawa, tertawa dengan nasibku.

Tahan Seva, ayo senyum, bukankah kamu yang menyetujui pernikahan konyol ini. Aku bermonolog dengan diriku sendiri.

Aku melihat Bapak mengusap sudut netranya dan Ibu yang berkaca-kaca, adikku hanya menatapku dengan tatapan yang entah seperti apa. Terlihat ada satu orang sahabatku, Riska. Riska tersenyum kepadaku, tapi air mata sudah turun ke pipinya. 

Aku yang menikah, kenapa mereka yang menangis? Dasar aneh!

***

"Ayo Nak, cium tangan suamimu," titah Ibu.

Ada rasa enggan untuk melakukannya tapi jika aku menolaknya secara terang-terangan apa kata mereka. Ah, kuturuti saja toh hanya mencium tangannya. Aku meraih tangan yang terulur, lalu mencium tangan yang mulai keriput. Laki-laki itu kemudian mengusap kepalaku yang tertutup jilbab dan menciumnya. 

"Cie, yang sudah sah jadi suami istri, pipinya juga donk yang di cium."

Sialan! Itu pasti suara dari mulut rombeng Bude Ratmi! Mereka yang hadir pun tertawa cekikikan mendengar ucapan Bude Ratmi.

Awas aja, besok kalau minta cabe sama Ibu akan kulempar sekalian sama sambelnya!

"Permisi, selamat siang," ucap seseorang yang memakai pakaian putih dan topi ala koki dari restoran. "Ini pesanan makanan di letakkan dimana ya?"

Ibu dan Bapak sebagai tuan rumah saling berpandangan. Mereka merasa tidak memesan makanan apapun.

"Bawa masuk dan tata di dalam, sekalian layani mereka yang hadir!" Suara itu datang dari orang yang duduk di depanku. Jadi dia yang kini bergelar suami yang memesan makanan.

Ternyata tidak hanya ada satu orang yang datang membawa makanan tapi ada lima orang dengan membawa menu yang berbeda-beda. Melihat pemandangan itu Bude Ratmi langsung senyum sumringah.

"Akhirnya, bisa makan enak juga, aku kira diundang  ke nikahan cuma disuguhi mendoan doang." Bude Ratmi masih saja nyinyir tanpa pandang tempat.

"Kira-kira isinya apa ya, Rat?" Bu Jum tetangga sebelah rumah terus menatap kotak tertutup yang berisi makanan.

Tak lama berselang makanan sudah siap, dari sate, prasmanan, siomay, bakso, soto, buah-buahan aneka kue bahkan es cendol juga ada.

Terlihat mereka yang hadir, langsung berbaris antri bahkan Bu Jum dan Bude Ratmi sempat meminta kantong kresek pada ibu.

"Makanan segitu banyaknya daripada mubazir lebih baik Bude bawa pulang, iya 'kan?" Aku hanya mengangguk, terserah mereka saja daripada ribut.

"Va, kamu sudah ambilkan makanan buat suamimu belum?" tanya Ibu.

"Hah? Apa Bu? Iya nanti Seva ambilkan buat Bapak," jawabku sambil terus memperhatikan mereka yang terus memasukkan makanan ke dalam kantong plastik. 

Bugh!

"Aduh! Ibu … kenapa aku di pukul?" Aku memegang lengan kananku yang dipukul Ibu.

"Bukan Bapak, tapi suamimu. SUAMI." Ibu memperjelas kalau aku sudah punya suami. 

"Males deh Bu, Ibu aja gimana?" 

Bukan jawaban yang aku dapatkan malah ibu melotot dan mengarahkan tangannya ke atas akan memukulku.

"Hisssshhh, Iya Bu, Iya" Kuhentakkan kakiku sambil melangkah.

Aku menuju meja prasmanan. Kuambil nasi satu centong tapi kemudian kuambil lagi setengah takut nggak habis, kuambil sate lima tusuk, tapi nanti takut giginya nggak kuat kalau harus makan daging atau bisa-bisa gigi palsunya ikut kebawa sate saat menariknya. Aku kembalikan lagi sate ke tempatnya. Aku menuju tempat sayur, duh kok pedes semua nanti malah sakit perut, aki-aki kan perutnya mudah sakit. Nah itu dia, sayur sop! Aku siram saja nasi yang setengah centong dengan dua gayung sayur sop, eh salah maksudnya dua sendok sayur. Lalu atasnya aku taruh deh kerupuk udang, sengaja kerupuknya disuruh berenang dulu di kuah sop biar nggak keras. Kurang cerdas gimana lagi aku coba?

Pelan aku membawanya ke tempat lelaki yang sedang duduk dengan bapak. Kira-kira nanti suamiku memanggil bapak apa ya? Secara, umurnya lebih tua dia daripada bapak. Apakah Dik Mertua? atau Dede Mertua? Lalu bapak panggil suamiku apa ya? Akang Mantu? Kaka Mantu? Abang Mantu? Hahahaha bisa gila aku memikirkannya.

"Kenapa jalan sambil senyum-senyum? Apalagi bawa piring, nanti kalau jatuh gimana?" tanya Bapak.

"Eh, nggak kok, Pak," jawabku.

"Ini, makanlah!" Kusodorkan piring yang berisi makanan pada lelaki itu.

"Seva … yang sopan donk," ucap Bapak tak terima dengan caraku menyerahkan makanan itu.

"Nggak apa-apa, Dinda udah makan belum?" 

Dinda? What? 

Uhuk!

Aku langsung batuk tersedak permen yang ada di mulutku begitu mendengar dia memanggilku 'Dinda'.

"Dinda … dimanakah kau berada ...." Riska justru menyanyi dengan suara sumbangnya. Langsung saja kutimpuk kepalanya. Bukannya sakit malah dia cengengesan. 

***

Akhirnya rangkaian acara sudah selesai.

Aku masuk ke kamarku, lelaki tua itu sudah menungguku. Ah, kenapa aku jadi deg-degan gini? apa jangan-jangan akan seperti yang aku lihat di film-film? 

Lelaki itu menepuk kasur menyuruhku duduk. Akupun menuruti, duduk disampingnya.

"Tidurlah, ini sudah malam," ucapnya.

Kuturuti permintaannya yang lebih mirip perintah ke cucunya. Memang aku lebih pantas jadi cucunya. Aku tidur dengan membelakanginya, pura-pura memejamkan mata, takut jika diam-diam dia berbuat sesuatu. Lalu kurasakkan ada yang membelai rambutku. Aku semakin memejamkan mata, dada ini rasanya sesak, jantungku berdetak lebih cepat. Aku merasakkan nafas hangat yang semakin mendekat. Oh Tuhan, bantu aku.

Cup

Dia mengecup keningku. Apa yang harus aku lakukan?

Haruskah aku pasrah?

***

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

Ulasan-ulasanLebih banyak

Rawee Wan
Rawee Wan
จบจริง สนุกค่ะ
2025-09-10 20:48:56
0
0
Nattery
Nattery
หือ เวอร์ชั่น2 หลัวกลับใจเร้อะ เนื้อเรื่องอ่านได้เรื่อยๆ ขอบคุณที่อัพเดทจนจบ… ชอบเวอร์ชั่น1มากกว่า หลัวที่ดีคือหลัวใหม่
2025-06-25 02:19:05
2
0
KKaew
KKaew
เกิดใหม่ปุ๊บท่านอ๋องคือดูแลดีเว่อร์ /จบจริง
2025-04-28 19:30:04
0
0
MY1536
MY1536
ชอบกว่านี้น่ารักกุ๊กกิ๊ก
2025-02-16 21:18:39
0
0
Angie AuntiePanda Panjanaja
Angie AuntiePanda Panjanaja
อ่านจบแล้วค่า จบจริงไม่เท เอาไป 5ดาว 5 เพชร เรื่องนี้มี2เวอร์ชั่น เราเลือกเล่มนี้พระเอกคนเดิมค่า อีกเวอนึงน่าจะเปลี่ยนพระเอก ไม่รู้เป็นไงเหมือนกันจ้า
2025-01-28 07:04:08
2
1
62 Bab
ตอนที่  1  พระชายาแต่ในนาม
ตำหนักชินหยางอ๋อง / เหลียงโจว “ท่านอ๋อง!! หากพระองค์ไม่เคยรู้สึก…รักหม่อมฉันเลยสักนิด เหตุใดจึงไม่…”“เหตุใดจึงไม่ปฏิเสธเจ้างั้นหรือ!! เจ้าเองก็รู้ดีอยู่แก่ใจ เจ้าใช้ฐานะสตรีสูงศักดิ์และบุตรีเสนาบดีเล่อมาบีบบังคับข้า และหากข้าไม่ยอมแต่งงานนั่นก็เท่ากับว่าขัดพระทัยเสด็จพ่อ เจ้ามันร้ายกาจมากแผนการยิ่งกว่าที่ข้าคิดเอาไว้ มาตอนนี้ยังต้องการสิ่งใดอีก”“หยางอี้เหริน” ชินหยางอ๋องแห่งเหลียงโจวมองมายังพระชายาที่เขาพึ่งจะแต่งตั้งเข้ามาในตำหนักเพียงสามวันด้วยสายตาที่เย็นชาและไร้ความรู้สึก เขากับนางมิได้รักกันแต่เพราะความกดดันในสถานการณ์และการบีบคั้นรอบด้านในราชสำนักทำให้เขาต้องแต่งพระชายาเช่นนางเข้ามาโดยไม่เต็มใจ“ท่านจะเข้าหอกับนางแต่ท่านอ๋องไม่แม้แต่จะ…. คืนที่เราอภิเษกกันท่านไม่เข้าแม้แต่พิธีรับตัวเจ้าสาว!!”“แต่ตอนนี้เจ้าก็เป็นพระชายาแล้วมิใช่หรือ จากนี้ก็จงทำตัวให้ดี ดูแลตำหนักหลังตามหน้าที่ที่เจ้าควรจะทำ เจ้าอยากเข้ามาที่นี่เพื่อสิ่งนี้มิใช่หรืออย่างไรเล่อชุนหลัน”“หากรู้ว่าท่านมิได้มีใจ ข้าคงไม่คิดจะฝืนใจท่าน”ท่านอ๋องหนุ่มกำหมัดแน่น กรามเขาตึงจนขึ้นสันเมื่อได้ยินนางเอ่ยถ้อยคำนี้ออกมา “ห
Baca selengkapnya
ตอนที่ 2 ความเจ็บปวดฝังลึก
หกเดือนผ่านไป ศึกชายแดนยืดเยื้อกว่าที่คิดมากนัก จนในที่สุดในตอนเที่ยงของวันที่ฝนกำลังจะหยุดตก ราชสำนักก็ได้รับข่าวดีว่าท่านอ๋องทรงชนะศึกและกำลังเดินทางกลับเมืองเหลียงโจว“พระชายาเพคะ พระองค์ยังเป็นหวัดอยู่ไม่ต้องออกไปรับเสด็จก็ได้กระมังเพคะ”“ไม่ได้ ท่านอ๋องกลับมาพร้อมชัยชนะ ข้าในฐานะพระชายาหากว่าไม่ไปเจ้าคิดว่าผู้อื่นจะคิดเช่นไรกับสกุลเล่อ เหล่าขุนนางจะคิดเช่นไรกับท่านพ่อของข้า ในตอนนี้มีแต่ผู้ที่ต้องการให้บิดาของลี่จินเซียน…รับตำแหน่ง….”“พระชายาเพคะ”“ช่างเถอะ ไข้หวัดเป็นเรื่องธรรมดาที่ต้องเป็นกันอยู่แล้วรีบแต่งตัวให้ข้าเถอะ วันนี้อากาศดีฝนพึ่งหยุดตกช่างเป็นวันที่ดียิ่งนัก”เล่อชุนหันได้ยินเสียงแตรที่ให้สัญญาณเมื่อกองทัพและเหล่าอาชาศึกค่อย ๆ เคลื่อนพลเข้ามา รอยยิ้มที่ไม่ได้เห็นมาหลายเดือนเริ่มฉายแววมากขึ้นเมื่อกองทัพเริ่มเคลื่อนขบวนพร้อมกับธงที่โบกสะบัดอยู่ในมือขุนศึกผู้กล้า แต่เมื่อกองทัพเคลื่อนเข้ามา รอยยิ้มที่มีก็เริ่มลดลงจนกลายเป็นคิดไม่ถึง“อะไรกัน นางคือผู้ใดกัน!!”สตรีในชุดสีขาวที่มากับท่านอ๋อง นางนั่งม้าตัวเดียวกันกับเขาเคลื่อนเข้ามาจนถึงด้านหน้าและค่อย ๆ เคลื่อนมายังตำหนั
Baca selengkapnya
ตอนที่  3 เลือกจบปัญหาครั้งสุดท้าย
สองวันถัดมา / เรือนรับรองท่านหมอหวัง “นังแพศยาเจ้ากล้าดีเช่นไรใช้มารยาหลอกล่อท่านอ๋องให้ลุ่มหลงวันนี้ข้าจะจัดการเจ้าที่บังอาจ...”“พระชายารองท่านเองก็เป็นเพียงแค่เมียรองเท่านั้น ขนาดเมียเอกยังไม่พูดสิ่งใดท่านจะกล้าพูดอะไรอีกงั้นหรือ แหม ว่าก็ว่าเถอะนะท่านอ๋องเองก็ไม่น่าปล่อยให้ท่านนอนแห้งแล้งรอจนถึงวันนี้ ดูท่าแล้วนอกจากตำหนักของพระชายากับ...เรือนเล็ก ๆ ของข้าแล้ว ท่านอ๋องคงมิได้ใส่ใจไปแวะหาท่านเลยสินะ”“นังคนอับปรีย์ ข้าจะฆ่าเจ้า จะฆ่าเจ้า”“โอ๊ะ อย่าทำอะไรเลยเพคะ หม่อมฉันไม่มีแรงสู้กับพระองค์หรอกนะเพคะ เมื่อคืนอยู่อยู่กับท่านอ๋องทั้งคืนหม่อมฉันแทบจะไม่ได้นอนพักเลย”“กรี๊ด!!! นังคนสารเลว!!”“พระชายาเพคะ!!”“จินถิง!! พาข้ากลับตำหนัก เดี๋ยวนี้”“เพคะพระชายา”เล่อชุนหลันไม่คิดว่าจะได้มาฟังเรื่องเช่นนี้ที่นี่ในวันนี้ คืนก่อนหน้านี้ท่านอ๋องพึ่งจะไปนอนค้างกับนางและเมื่อคืนนี้ เขากับหมอหญิงผู้นี้…“พระชายาเพคะ พระองค์ยังเดินไหวอยู่หรือไม่เพคะ”“ข้าไม่เป็นไร”“ชุนหลัน!! เจ้าเป็นอะไรไป มานี่ข้าจะพานางไปเอง!!”ท่านอ๋องที่พึ่งจะประชุมราชสำนักเสร็จรีบเดินเข้ามาหาพระชายาที่ทำท่าจะหกล้มแต่เมื่อเห
Baca selengkapnya
ตอนที่  4  พบเจออีกครา
“เจ้าพูดราวกับโตขึ้นแล้วสักสองสามปีอย่างนั้นแหละ รีบกินข้าวเถอะจะได้ไปส่งพี่เจ้าเข้ากรมพระคลัง วันแรกอย่าไปสาย”“ท่านแม่ ข้าไปส่งพี่ใหญ่ที่กรมแต่ข้าไม่ไปงานเลี้ยงได้หรือไม่”“ทำไมล่ะหลันเอ๋อร์ เจ้าไม่อยากไปงั้นหรือ”“ข้ารู้สึกว่างานแบบนั้นมันช่างน่าเบื่อที่สำคัญก็มีแต่ขุนนางไม่เกี่ยวอะไรกับข้าดังนั้นก็เลยไม่ค่อยอยากไปเจ้าค่ะ”ทั้งเสนาบดีเล่อและฮูหยินต่างก็มองนางด้วยสีหน้าที่แปลกใจ “เช่นนั้นก็ตามใจเจ้า แต่วันนี้อย่างไรก็ไปส่งพี่เจ้าเข้าไปในวังก่อน”“เจ้าค่ะ”วังหลวงเหลียงโจวเหล่าขุนนางน้อยใหญ่ที่มาส่งบุตรชายของตนเองเข้ากรมที่สอบได้ร่วมแสดงความยินดีกันถ้วนหน้า เล่อฮูหยินกับเล่อชุนหลันที่มาส่งเล่อจางหลง ซึ่งตอนนี้ได้เข้าไปด้านในเพื่อรายงานตัวก็เริ่มรู้สึกเบื่อ “ท่านแม่เจ้าคะข้าขอตัวไปเดินเล่นในสวนหน่อยนะเจ้าคะ อยู่ตรงนี้เบื่อยิ่งนักกว่าพี่ใหญ่จะออกมาคงอีกสักพัก”“อย่าเดินไปไกลนักล่ะที่นี่เป็นเขตในวัง อย่างไรก็…”“ข้าทราบแล้วค่ะ แค่ออกไปเดินแก้ง่วงเท่านั้น”ชุนหลันเดินออกมาจากห้องห้องโถงรับขุนนางใหม่ซึ่งอยู่ด้านใน เมื่อออกมาเดินเล่นที่สวนเช่นนี้นางเริ่มรู้สึกสดชื่นขึ้นมาบ้างแล้วหลังจาก
Baca selengkapnya
ตอนที่  5 “หอจินเซ่อ”
ห้องโถงใหญ่ “ท่านแม่เสร็จแล้วหรือเจ้าคะ”“ใช่เจ้าไปไหนมาพวกเรากำลังจะกลับกันแล้ว คืนนี้จะมีงานเลี้ยง… เหตุใดเจ้าถึงได้หน้าซีดเช่นนั้นเป็นอะไรไป”“นั่นสิน้องรองเจ้าเป็นอะไรไปน่ะ ทำไมหน้าตาตื่นแบบนั้น”“ข้าไม่เป็นไรเจ้าค่ะ เรารีบกลับกันดีกว่า”เล่อชุนหลันใช้เหตุผลนี้ไม่ไปร่วมงานเลี้ยงในตอนเย็น นางรู้ว่าเหตุการณ์ในงานเลี้ยงตอนเย็นจะเกิดอะไรขึ้น “จินถิงข้าอยากออกไปเดินเล่นสักหน่อย ไปเป็นเพื่อนข้าทีสิ”“คุณหนูท่านบอกว่าอยากพักผ่อนนี่เจ้าค่ะ”“เดินเล่นก็ถือว่าพักผ่อนมิใช่หรือ ที่สำคัญตอนเย็นข้าไม่ไปร่วมงานเลี้ยงแล้วก็ไม่จำเป็นต้องเตรียมตัวอะไร”“เจ้าค่ะ” ตลาดเมืองเหลียงโจว เล่อชุนหลันใช้เวลาเดินในตลาดและค่อย ๆ ซึมซับความรู้สึกที่หายใจโล่งมากขึ้นให้เต็มที่ นานแค่ไหนกันแล้วนะที่นางไม่ได้ออกมาเดินเล่นเช่นนี้ ก่อนหน้านั้นทั้งชีวิตนางเฝ้าเพียรแต่ร่ำเรียนจนมีทักษะที่ยอดเยี่ยมในทุก ๆ ด้านเพื่อให้เป็นสตรีที่เหมาะสมกับท่านอ๋องแม่ทัพแห่งดินแดนบูรพา ใครจะคิดว่าหลังจากอภิเษกไปแล้วนางจะกลายเป็นพระชายาที่ไร้ค่าอยู่ในตำหนักหลังที่เยือกเย็นนั่น“ในเมืองยังคึกคักเช่นเดิม”“คุณหนูวันนี้ท่านทำท่าทางแปลก ๆ
Baca selengkapnya
ตอนที่  6 วาสนายังไม่สิ้น
"นางค่อย ๆ พยุงเขามานั่ง มีดสั้นยังปักอยู่ที่หลังแขนด้านขวาอยู่ เขาหันไปและดึงออกมาทันทีและทิ้งมีดนั้นไป มือของเขาค่อย ๆ กุมแผลเอาไว้เลือดเริ่มไหลไม่หยุด ชุนหลันหันมาและใช้ผ้าเช็ดหน้าของนางเดินเข้ามาทันที“เลือดพระองค์ออกไม่หยุด ใช้ผ้านี้พันแผลเอาไว้ก่อนนะเพคะ”“เจ้าไม่บาดเจ็บใช่หรือไม่”“ไม่เพคะหม่อมฉันปลอดภัยดี”“คุณหนู!!”“จินถิงเจ้าไม่เป็นไรนะ”“ข้าไม่เป็นไร ท่านปลอดภัยหรือไม่เจ้าคะคนร้ายถูกจับหมดแล้ว”“ข้าไม่เป็นไรแต่ว่าท่านอ๋อง…”ชุนหลันหันไปมองเขาที่หันมามองอีกครั้ง นางไม่คุ้นเคยกับสายตาเช่นนี้ของเขาเอาเสียเลยสู้ให้เขาทำเย็นชาเช่นเดิมจะดีกว่าเหตุใดต้องเข้ามาเกี่ยวข้องกันอีก “เสร็จแล้วเพคะ”“ขอบใจ เจ้านั่งรอข้าอยู่ตรงนี้ก่อน”“เอ่อ…”เขาลุกขึ้นทันทีแม้ว่าชุดสีขาวยังมีเลือดอยู่ประปรายแต่ตอนนี้เขาเดินเข้าไปสั่งการ คนร้ายที่เหลืออีกสี่คนถูกจับมานั่งรวมกันตรงหน้า“เสิ่นกงเจ้าพามันไปขังในคุกก่อนข้าจะสอบสวนมันด้วยตัวเอง”“พ่ะย่ะค่ะ”“พระองค์ได้รับบาดเจ็บรีบกลับไปทำแผลก่อนเถอะพ่ะย่ะค่ะ”“อืม คุ้มกันให้เข้มงวดก่อนที่ข้าจะไปสอบสวน ห้ามให้พวกมันตายเป็นอันขาด”""พ่ะย่ะค่ะ""เมื่อเขาหันไปก
Baca selengkapnya
ตอนที่  7 ชาตินี้ข้าไม่โง่
“ทูลท่านอ๋อง เมื่อวานนี้ในงานเลี้ยงขุนนางใหม่เห็นว่าท่านอ๋องติดภารกิจและบาดเจ็บดังนั้นวันนี้กระหม่อมกับบุตรสาวลี่จินเซียนนำของบำรุงและยาสมานแผลอย่างดีจากเมืองเหลียงมาถวายพ่ะย่ะค่ะ”“ขอบใจพวกท่านมาก วางไว้เถอะ”ลี่จินเซียนได้โอกาสเดินมาที่หน้าพระพักตร์ ท่านอ๋องหันไปสั่งเสิ่นกงให้เดินออกมาเพื่อรับแทน กันมิให้นางเดินเข้ามาถึงโต๊ะทรงงานของเขา ลี่จินเซียนหุบยิ้มไปเล็กน้อยก่อนจะส่งของไปให้องครักษ์ของท่านอ๋อง“ลี่จินเซียนขอให้ท่านอ๋องทรงแข็งแรงโดยเร็วเพคะ”“ขอบใจแม่นางลี่ พวกท่านมาด้วยธุระเรื่องนี้งั้นหรือ”“มิได้พ่ะย่ะค่ะ เมื่อวานนี้เนื่องจากท่านอ๋องไม่ได้เข้าร่วมในงานเลี้ยง เหล่าขุนนางจึงได้ซุบซิบกันสนุกปากกระหม่อมฟังแล้วไม่ใคร่พอใจนัก พวกเขาพูดถึงเรื่อง…เอ่อ...แต่งตั้งพระชายาที่เหมาะสมและงานอภิเษก ท่านอ๋องทรง...”“อ้อ เรื่องนั้นน่ะหรือข้าเองก็คิดเอาไว้เช่นกันทำไมหรือ ท่านโหวหรือว่าท่านมีคนที่เหมาะสมจะแนะนำงั้นหรือ ในตอนนี้ใคร ๆ ต่างก็ลงความเห็นว่า “เล่อชุนหลัน” บุตรีเสนาบดีเล่อเป็นผู้ที่เหมาะสมทั้งความงาม ความรู้และมารยาท ข้าเองก็คิดว่านางก็ดูจะเหมาะสมดี"“แต่ว่า… เร็ว ๆ นี้พึ่งจะมีข่าวลื
Baca selengkapnya
ตอนที่  8 บทเรียนแรก
วันถัดมา “ทูลท่านอ๋องให้คนตรวจสอบของที่ใต้เท้าลี่นำมาให้แล้วพ่ะย่ะค่ะ”“พบสิ่งใดหรือไม่”“มีเพียงยาที่เอาไว้ใส่แผลที่มีส่วนผสมของหญ้า "ชีอัน" ซึ่งเป็นส่วนประกอบของพิษ…"“หญ้าฝันเลื่อนลอย”“พ่ะย่ะค่ะ”“เก็บหลักฐานเอาไว้ให้ดี จริงสิเสิ่นกงเจ้าสั่งให้คนนำกระถางกำยานนี่ออกไปด้วย ไม่ว่าจะในห้องไหนตำหนักไหนต่อไปเจ้าให้คนของเราทำ ไม่ต้องให้สาวใช้ในตำหนักเข้ามาทำเรื่องพวกนี้”“พ่ะย่ะค่ะ”เสิ่นกงเดินออกไปแล้ว พวกเขาแม้จะสงสัยแต่ก็ไม่เคยปริปากถามว่าเหตุใดท่านอ๋องจึงสั่งคำสั่งที่แปลกเช่นนี้ซึ่งตามปกติพระองค์จะไม่ยุ่งเรื่องจุกจิกในตำหนัก “เริ่มจากตรงนี้สินะ ลี่จางหย่งข้าจะดูสิว่าเจ้าจะแก้ตัวเช่นไร”ประชุมราชสำนัก “ใต้เท้าลี่ ข้ามีเรื่องหนึ่งอยากจะถามท่านสักหน่อย”“พ่ะย่ะค่ะท่านอ๋อง”“ยาที่ท่านให้ข้ามาวันก่อนยอดเยี่ยมยิ่งนัก ท่านนำมาจากผู้ใดงั้นหรือ”ลี่จางหย่งเดินยิ้มออกมาทันทีเมื่อท่านอ๋องทรงตรัสชมเขาต่อหน้าบรรดาขุนนาง“ทูลท่านอ๋อง ยาและขนมทั้งหมดบุตรสาวของกระหม่อมเป็นผู้จัดเตรียมด้วยตัวเองพ่ะย่ะค่ะ นางพิถีพิถันทุกขั้นตอนเพื่อจัดถวายให้กับพระองค์ด้วยหวังว่าบาดแผลของพระองค์จะหายโดยเร็วพ่ะย่ะค่
Baca selengkapnya
ตอนที่  9 บุกถึงจวน
เล่อชุนหลันตกใจเล็กน้อยเมื่อรู้ว่าผู้ใดมาที่นี่ ในชาติก่อนไม่มีเลยสักครั้งที่ท่านอ๋องผู้นี้จะเดินเหยียบมาที่จวนเสนาบดีแห่งนี้ แม้แต่มารับเจ้าสาวก็ไม่มารับด้วยตัวเองแต่วันนี้เขากลับมาที่นี่ด้วยเหตุผลใดกันแน่“เร็ว ๆ เข้าไปรับเสด็จท่านอ๋องก่อน”“ต้องไปทุกคนเลยหรือเจ้าคะท่านพ่อ”“เจ้านี่อย่างไรนะไม่ไปไม่ได้เสียมารยาท เร็ว ๆ เข้า”ทุกคนพากันเดินออกมาเพื่อต้อนรับท่านอ๋องที่วันนี้มาเยือนที่จวนเสนาบดี เมื่อไปถึงห้องโถงก็พบท่านอ๋องที่ยืนกอดอกรออยู่ด้วยท่าทีที่สงบเมื่อเสนาบดีเล่อและคนอื่น ๆ เข้ามาถวายคำนับ""ถวายบังคมท่านอ๋องพ่ะย่ะค่ะ / เพคะ""“พวกท่านตามสบายเถอะข้ามาแบบเร่งด่วนไม่คิดว่าจะมารบกวนต้องขอโทษด้วย”“มิได้พ่ะย่ะค่ะ พวกเจ้าไปจัดเตรียมของว่างและน้ำชามาเร็วเข้า”“ใต้เท้าเล่อไม่ต้องลำบาก วันนี้ที่ข้ามาเพราะมีธุระกับเล่อชุนหลันแวะคุยเพียงไม่นานก็จะรีบกลับ"ทุกคนหันมามองที่เล่อชุนหลันซึ่งตอนนี้ยืนตัวแข็งทื่อไปแล้วและไม่กล้าแม้แต่จะสบตาหยางอี้เหรินที่ยืนอยู่ตรงหน้า นางไม่รู้ว่าเขามาที่นี่ด้วยเหตุผลใดหรือว่าเขาจะมาบอกเรื่องวันก่อนที่พบนางที่หอจินเซ่อ เล่อจื่อหลงใช้แขนกระทุ้งให้นางรู้ตัว“เอ
Baca selengkapnya
ตอนที่  10 เรื่องราวที่เปลี่ยนไป
ท่านอ๋องนิ่งไป เขาเพียงแค่มองมาที่นางเท่านั้นแต่ก็มิได้พูดอะไร ชุนหลันหันไปสบพระเนตรที่มั่นคงตรงหน้า เขาไม่คิดเช่นกันว่าจะได้คำตอบนี้จากนางจึงได้แต่นิ่งไป“ข้าไม่มีสิทธิ์ไปบังคับให้เจ้ามาหมั้นหมายกับข้าหรอก เรื่องนี้เอาไว้เจ้าเก็บไปคิดให้ดีก่อนแล้วเราค่อยคุยกันเถอะ”“แต่ว่าหม่อมฉันไม่อยากบังคับฝืนใจใคร หากพระองค์มิได้ชอบพอหม่อมฉันหรือมีสตรีอื่นในใจแล้วหม่อมฉันก็ยืนยันคำเดิมว่าเรื่องนี้พระองค์ควรจะไตร่ตรองให้ดีเพคะ ราชโองการเพียงฉบับเดียวคิดว่าพระองค์น่าจะ...”“ช่างเถอะเจ้าไม่ยอมรับก็คือไม่ยอมรับ แต่ข้าต้องการคำตอบที่มิใช่คำตอบนี้ เล่อชุนหลันข้ามาที่นี่เพื่อจะบอกเจ้าว่า… ข้าไม่ยอมรับคำตอบนี้ของเจ้าและจะพยายามให้เจ้ายอมรับคำขอหมั้นหมายนี้ให้จงได้”“เพื่ออะไรเพคะ หม่อมฉันไม่เข้าใจในเมื่อพระองค์ก็มีตัวเลือกมากมายเหตุใด…”“ตัวเลือกที่เจ้าว่า รวมถึงผู้ที่กำลังพยายามวางยาเพื่อจะควบคุมข้าอยู่งั้นหรือเล่อชุนหลัน เจ้าอยากให้ข้าเลือกนางจริง ๆ หรือ”เขาหันมามองนางด้วยแววตาที่เจ็บปวดอย่างที่ไม่เคยเห็นมาก่อน นางไม่เคยคิดว่าหยางอี้เหรินจะสามาถทำสีหน้าเช่นนี้ได้ด้วยซ้ำไป“คือว่า…หม่อมฉันอยากจะขอเวลาค
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status