INICIAR SESIÓNนางแอบรักเขามาตั้งแต่เด็ก ทว่าเขากลับมีใจรักพี่สาวของนาง หลันชิงเหอไม่คิดแย่งชิง กระทั่งตื่นขึ้นมาด้วยสภาพเปลือยเปล่า ทั้งยังถูกเขาตราหน้าอย่างเกลียดชัง
Ver más"Jangan sampai gagal!"
Lana menggumamkannya berkali-kali kala kakinya melangkah masuk ke dalam kantor ini, menyamar menjadi seorang office girl. Ini hari pertamanya masuk kerja, dan ini juga terakhir kalinya ia berada di sini. Sebab, kedatangannya hanya untuk menjalankan sebuah misi.Ia sudah menyiapkan secangkir teh. Ditatapnya minuman itu, bayangan wajahnya yang tampak dalam minuman itu memperlihatkan ekspresinya yang penuh tekad."Biarin aja kalau sampai ketahuan dan masuk penjara, aku nggak peduli. Yang penting, aku bisa melihatnya mati di depan mataku!"Derit pintu pantri membuatnya terhenyak dan sontak menoleh. Seorang office girl lain muncul, mengernyit mendapati Lana masih bergeming di sana."Udah kamu antarkan minumannya untuk bapak Mikail?" tanya wanita itu seraya menghampiri rak piring untuk mengambil sebuah cangkir.Lana tersenyum kikuk dan spontan berseru, "Udah kok, Kak. Ini mau saya antar."Gadis itu mengangkat nampan yang berisi secangkir teh buatannya, lalu keluar dari ruangan secepatnya. Saat berada di luar, Lana memperbaiki sikapnya; menegakkan badan, dan tatapannya berubah dingin."Nyawamu ada di dalam cangkir ini, Mikail," gumamnya dalam.Kakinya melangkah tanpa ragu menuju ruangan pria itu berada. Membunuh memang dosa, tapi semua ini demi membalaskan dendamnya pada pria yang telah menghancurkan keluarganya.Ia sudah sampai di depan pintu. Senyum sinis terulas sebelum tangannya mengetuk pintu ruangan itu. "Permisi, Pak. Saya mengantarkan teh untuk Bapak," serunya kemudian."Masuk!" sahut seorang pria dari dalam.Barulah Lana membuka pintu, mulai mengulas senyum, kemudian menghampiri meja seorang pria tampan yang sedang duduk di meja kebesarannya seraya membaca sebuah berkas.Lana meletakkan cangkir teh di meja dengan diam-diam menatap penuh dendam pada Mikail. "Ini tehnya, Pak.""Letakkan saja di sana," perintah Mikail tanpa meliriknya sedikitpun.Misi berhasil, tinggal mendengar kabar kematian pria itu saja. Lana berbalik, tersenyum puas karena sudah menyelesaikan tugasnya."Tunggu!" seru Mikail tiba-tiba, bertepatan saat Lana akan melangkah pergi.Ada apa ini? Lana mengernyit sejenak. Senyuman palsunya kembali dipasang sembari berbalik menghadap Mikail.Pria itu telah meletakkan berkasnya di meja, sehingga tampaklah wajah tampannya yang sering disebut-sebut oleh para perempuan yang memujanya."Apa Bapak membutuhkan hal yang lain?" tanya Lana berbasa-basi.Mikail tak menjawab, pandangannya teralihkan sejenak pada name tag yang terpasang pada seragam Lana. "Sarah," bacanya, kemudian tersenyum mencemooh.Kenapa dia berekspresi begitu? Sarah bukan nama yang aneh, 'kan? Lana memilih nama itu sebagai nama samaran secara acak."Iya, itu nama saya, Pak. Apa ada yang aneh?" Dengan polosnya, Lana bertanya seperti itu.Mikail tak merespons ucapannya, beranjak dari kursinya dan berjalan dengan tatapan geli menuju tempat Lana berdiri. Mata Lana membulat kala pria itu sampai di hadapannya, menatap seraya tersenyum sinis.Mau apa dia? Lana membatin waspada.Tangan Mikail terangkat, meraih dagu Lana dan menggenggamnya. Lana mengernyit, mulai risi. Tidak mungkin kan kalau pria itu mau menggodanya? Lana sudah berpenampilan buruk begini, menutupi mata indahnya dengan kacamata berframe tebal agar tidak dikenali. Tapi, pria itu masih mau merayunya? Apa selera sudah berubah?"A-a apa yang Bapak lakukan?" Lana masih memberanikan diri untuk bertanya.Mikail tidak lagi menjawab pertanyaan Lana. Matanya terlalu terfokus pada bibir ranum Lana seraya tersenyum sensual. Lana semakin gugup, pikirannya melayang ke mana-mana, sehingga menimbulkan kecurigaan yang membuatnya bergidik.Namun, firasatnya itu benar. Tak ayal Mikail tiba-tiba menggendong tubuhnya. Lana terpekik. Mikail membawa tubuhnya dan membantingnya di atas sofa."Aduh!" pekik Lana, merasakan sakit di tubuhnya.Tanpa sempat menghindar, Mikail berlutut di atas tubuhnya. Lana mendelik, senyuman pria itu mengerikan bagai iblis yang hendak melumat tubuhnya bulat-bulat. Jangan bilang, pria itu akan melakukan perbuatan bejadnya di sini?"Sarah? Nama yang menggelikan," gumam Mikail, lalu meraih kacamata Lana, dan melemparkannya ke sembarang tempat.Lana terhenyak. Apa penyamarannya ketahuan?"Kau pikir, aku tidak tahu siapa kau, Nona Lana?"Jadi, selama ini Mikail pura-pura bodoh dan membiarkannya masuk ke dalam perusahaannya? Kenapa dia melakukan itu? Ini terdengar lucu. Meskipun Lana dalam keadaan bahaya, masih sempat ia tersenyum mencemooh pada pria itu."Kalau Anda sudah tahu, kenapa Anda menerima saya bekerja di sini?" tanyanya menantang."Aku hanya ingin tahu niatmu datang ke sini. Ternyata, kau cukup berani juga, walaupun dengan cara kuno," jawab Mikail, menggenggam kuat dagu Lana. "Apa kau pikir, aku akan lengah meminum teh yang telah kau racuni itu?"Lana tak kaget, justru semakin menantangnya. "Oh? Terus, kalau sudah tahu, apa Anda mau membunuh saya seperti yang Anda lakukan pada orangtua saya?!" Kemurkaan Lana membara, sehingga lambat-laun ucapannya disertai bentakan.Rahang Mikail mengeras, menatap kedua mata Lana yang memperlihatkan percikan kebencian. Dalam beberapa saat, keduanya membeku dalam tatapan sengit itu."Dasar wanita lancang!" gumam Mikail dalam, kemudian seulas senyum misterius mengembang di bibirnya.Perlahan, pria itu bergerak maju ke hadapannya. Lana sontak was-was, tangannya spontan hendak mendorong tubuh Mikail. Namun, Mikail dengan cepat menangkap kedua tangannya, lalu menahannya di atas sofa."LEPASKAN!" jerit Lana.Mikail tak mengindahkan, terus mendekatkan wajahnya ke telinga Lana. "Lana, apa kau mau merasakan hukuman dariku?" bisiknya, suara paraunya bernada sensual.Hukuman? Lana bergidik ngeri. Kedua tangan terkekang, Lana tak bisa memberontak. Hal ini menjadi kesempatan bagi Mikail untuk melakukan apa pun pada gadis itu. Sasaran pertama adalah leher Lana. Mikail menyematkan kecupan dan gigitan pelan di sana hingga meninggalkan bekas merah.Lana menggelinjang, perasaannya campur aduk antara menolak dan terangsang. Sejak tadi, Mikail tertarik pada bibir merah jambu milik Lana. Ia mengalihkan wajahnya ke hadapan Lana."Aku ingin tahu, apa bibirmu ini terasa manis?" ucapnya berbisik. "Aku ingin memilikinya.""Jangan coba-cob ... hmmp...."Ucapan Lana tak sempat terucap karena Mikail langsung melumat bibirnya tanpa ampun. Gejolak di dalam dada Lana terusik, tetapi ia tetap berusaha menolak gairah itu. Sekuat tenaga ia meronta, tapi Mikail takkan membiarkannya. Permainan ini baru saja dimulai.Sia-sia perlawanannya, kekuatan Lana tak sebanding. Akhirnya, ia pasrah, membiarkan pria itu mencobai bibirnya. Sepertinya, Mikail pencium yang andal, durasi ciuman mereka begitu lama sampai Lana hampir kehabisan napas.Lana menggerakkan kepalanya seraya mencoba mengatakan sesuatu, dan rupanya Mikail mengerti. Mikail melepaskan ciumannya, Lana bergegas menghirup napas sebanyak-banyaknya.Pria sialan! Apa dia sengaja melakukan ini? Apa ini hukuman yang dimaksud? Huh, dasar bejad! rutuk Lana dalam hati."Sepertinya, tidak seru melakukannya di sini. Bagaimana kalau kita lakukan di tempat lain?"Ucapan nakal Mikail bersamaan dengan tatapan mesum yang membuat Lana mendelik gugup. Apa maksudnya Mikail, permainan ini belum selesai?"Masuklah!" seru Mikail ke arah pintu.Dua pria berbadan besar layaknya preman masuk ke dalam ruangan. Ternyata Mikail sudah menempatkan mereka di luar ruangan untuk membongkar penyamaran Lana.Sial!Kedua pengawal itu menghadap Mikail, bersiap mendengarkan perintah."Bawa gadis ini ke mobil! Kalau melawan, sekap dia di bagasi!" perintah Mikail."Siap, Tuan!" sahut kedua pria itu berbarengan.Mikail melepaskan tangan Lana dan beranjak turun dari tubuhnya. Lana berpikir untuk segera berlari mencapai pintu. Namun, langkah salah satu pengawal Mikail lebih cepat darinya. Tubuh Lana tertangkap sebelum tangannya menggapai pintu. Lantas, pria itu menggendong tubuhnya ke bahunya."LEPASKAN! LEPASKAN!" Lana menjerit seraya memukul-mukul punggung pengawal itu.Pukulan dari tangan kecil Lana mana terasa oleh pengawal itu, tetapi Lana tetap melakukannya sebagai usaha melepaskan diri. Mikail berjalan mendekat seraya terkekeh geli. Lana terdiam, menantang Mikail dengan tatapan benci."Bawa dia!" perintah Mikail pada pengawal itu.Lana panik. Mau dibawa ke mana lagi dirinya? Apa pria itu mau meneruskan perbuatan mesum padanya?[]ยามอาบน้ำหลันชิงเหอต้องพยายามอย่างหนักที่จะขัดทุกสัมผัสและร่องรอยต่างๆ บนร่างออก กระนั้นนางก็ยังรู้สึกได้ว่าภายในส่วนล่างยังหลงเหลือความอบอุ่นของหลี่ว์เยวี่ยหยางอยู่ ยามเสร็จสมเขาไม่แม้แต่จะถอยห่างออกจากกัน ราวกับจงใจปลดปล่อยตัวตนเพื่อฝังลึกเข้าไปในกายของนางหลันชิงเหอจึงได้แต่ภาวนาให้ตนไม่ต้องตั้งท้องบุตรของเขา เพราะขนาดนางยังถูกเกลียดชังราวกับสิ่งอัปมงคล มีหรือจะยอมให้บุตรในไส้ต้องทนทุกข์ร่วมกับบิดาผู้เลวร้ายเช่นนี้ความฝันที่อยากมีครอบครัวอบอุ่นถูกพับลงส่วนลึกของจิตใจ เพราะวาสนาของนางคงสิ้นสุดอย่างแค่นี้ร่างงามถูกแต่งองค์ทรงเครื่องในชุดผ้าไหมชั้นดีสีม่วงอ่อน บนเนื้อผ้าปักลายซิ่งฮวาอย่างบรรจง เข้าคู่กับเครื่องประดับผมรูปทรงเดียวกัน“พระชายา” อยู่ๆ ซ่งกงกงก็โผล่มาพร้อมน้ำแกงประหลาดที่นางคุ้นเคยมันคือน้ำแกงห้ามครรภ์ไม่ผิดแน่ สุดท้ายหลี่ว์เยวี่ยหยางก็ไม่คิดอยากมีเลือดเนื้อเชื้อไขของหลันชิงเหอผสมปนเปอยู่ในบุตรของเขาจริงๆ“องค์รัชทายาทตรัสว่าไม่ต้องการมีบุตรกับพระชายา กระหม่อม…เอ่อ” บุรุษวัยหกสอบกว่าๆ ถอนหายใจอย่างยากลำบาก บ่งบอกถึงความห่วงใยอย่างจริงใจ “กระหม่อม…ขอ”“ข้าเข้าใจแล้ว ซ่ง
อาจเพราะตอนนี้หลันชิงเหออยู่ในตำแหน่งหวงไท่จื่อเฟย หรือก็คือพระชายาเอกของรัชทายาท ความรู้สึกของการสัมผัสเช้าวันแรกจึงไม่เหมือนเดิมอีกต่อไปดวงตาคู่งามค่อยๆ ปรื่อขึ้นช้าๆ ก่อนจะพบว่าภายในห้องหอมีเพียงนางที่นอนเปลือยเปล่าอยู่บนเตียง ข้างกายไร้ซึ่งบุรุษผู้เป็นสามีและการเอาอกเอาใจเยี่ยงพระชายาผู้สูงศักดิ์แว๊บหนึ่งที่หลันชิงเหอเผลอคิดว่ามันคงเป็นความรู้สึกที่วิเศษมากหากนางได้ตื่นขึ้นมาพบหลี่ว์เยวี่ยหยางกำลังนอนหลับอย่างสงบสุขอยู่ข้างกายหญิงสาวสะบัดศีรษะเบาๆ เพื่อไล่ความคิดนั้นไป นางใช้ผ้าห่มเพียงผืนเดียวคลุมกายแล้วเดินเท้าเปล่าออกมาที่สวนดอกไม้ข้างเรือนหอ ยามนี้หิมะแสนบริสุทธิ์กำลังปกคลุมรอบๆ บริเวณ ดูขาวโพลนราวกับกำลังยืนอยู่บนก้อนเมฆปุกปุยนางเคยฝันอยากปั้นตุ๊กตาหิมะ แต่ความฝันนั้นก็ถูกพังทลายโดยผู้เป็นมารดา กระทั่งโตเป็นดรุณีวัย 16 ปี หลันชิงเหอก็ยังไม่มีโอกาสได้ปั้นตุ๊กตาหิมะเลยสักตัวหลี่ว์เยวี่ยหยางไม่ได้สั่งให้ข้ารับใช้จัดเตรียมนางกำนัลของวังหลวงมาดูแลผู้เป็นภรรยา ด้วยเหตุนี้สาวใช้ข้างกายของหลันชิงเหอจึงมีเพียงสองนางเท่านั้น คือหยูหยานและเตี้ยนซา ซึ่งติดตามดูแลหญิงสาวมาตั้งแต่นางย
‘มารยาเหล่านี้คงใช้ได้แค่กับมารดาของข้าเท่านั้นกระมัง เพราะต่อหน้าข้า…เจ้ามันจอมปลอมสิ้นดี’แม้จะถากถางไปเช่นนั้น แต่มือใหญ่ก็ยอมผละออกจากข้อมือเล็ก ปรากฏรอยช้ำแล่นลามไปช้าๆ จนร่างเล็กสั่นสะท้านเบาๆ‘หม่อมฉันอยากดื่มชาเพคะ’หลันชิงเหอพยายามเอาตัวรอดจากการคุกคามรอบที่สามของชายหนุ่ม เคราะห์กรรมนี้นางต้องอยู่ตัวคนเดียวเท่านั้น เพราะหากนางตั้งท้องขึ้นมาหลี่ว์เยวี่ยหยางคงฆ่านางและลูกทิ้งพร้อมๆ กัน‘ทำไม? ได้ข่าวว่าเจ้าตั้งใจเรียนรู้เรื่องนี้เพื่อนอนกับข้าโดยเฉพาะ ไยจึงเพิ่งมาสำนึกผิดเอาป่านนี้’‘หม่อมฉันไม่เคยสนใจเรื่องพวกนี้นะเพคะ’‘เหรอ?’ แม้หลี่ว์เยวี่ยหยางจะรู้ข้อนี้ดี แต่เขาก็อดทำตัวยียวนใส่นางไม่ได้ ‘แต่เรื่องพวกนี้เกิดเพราะเจ้าวางยาปลุกกำหนัดข้า อย่าลืมเสียล่ะ’‘หม่อมฉันไม่มีวันทำเรื่องเช่นนั้น พระองค์ก็รู้’‘เหตุใดข้าต้องรับรู้ความชั่วของเจ้า’หลันชิงเหอคร้านจะอธิบายต่อ ดวงตาหงส์เต็มไปด้วยน้ำใสๆ ที่เออขึ้นมา เมื่อก่อนนางเคยมีเขาเป็นที่พึ่ง พอมาตอนนี้เขากลับทำตัวแปลกไป ซ้ำยังต่อว่านางอย่างรังเกียจ ไม่สู้ฆ่านางตายเสียยังดีกว่า‘หากหม่อมฉันผิดขนาดนั้น…ก็ฆ่าหม่อมฉันเถอะเพคะ’‘ข้าเกลียด
ยามนี้หลันชิงเหอเป็นเพียงองค์หญิงหุ่นเชิดที่ถูกใช้เป็นสะพานชีวิตเพื่อทอดสู่ความสำเร็จของแคว้นตงซานงานแต่งของนางกับองค์รัชทายาทหลี่ว์เยวี่ยหยางถูกจัดขึ้นอย่างรวดเร็วภายในเวลาเพียงไม่กี่วัน ทว่าเนื้องานกลับยิ่งใหญ่ราวกับถูกตระเตรียมไว้นานแล้ว ความจอมปลอมของผู้คนและการละครของผู้เป็นพี่สาวแท้ๆ ทำให้หญิงสาวแทบอ้วกความขายหน้าออกมาในเมื่อตนไม่อยากแต่งกับองค์รัชทายาท ใยต้องสร้างเรื่องราวน่ารำคาญ เพื่อทำให้หลันชิงเหอต้องตกเป็นเป้าของความร้ายกาจ?ผู้คนที่มาร่วมงานมงคลมีน้อยนักที่จะยินดีกับหลันชิงเหออย่างจริงใจ พวกเขาเพียงทำตามหน้าที่ของตน บ้างก็เย้ยหยันนางเพราะคิดว่าเด็กสาวใช้แผนสกปรกเพื่อแย่งชิงตำแหน่งพระชายาจากพี่สาว ในสายตาของคนเหล่านั้นหลันชิงเหอคือสตรีมากเล่ห์ที่อยากเป็นฮองเฮาจนตัวสั่นส่วนฝ่ายสวามีแทบไม่อยากจะมองหน้านางสักวินาที หลายต่อหลายครั้งที่เขาเผลอแสดงความไม่พอใจออกมาผ่านการกระทำ แน่นนอนว่าหลันชิงเหอตอบกลับทุกการกระทำนั้นด้วยความเงียบงันและความหมางเมินไม่แพ้กันนางเข้าใจหลี่ว์เยวี่ยหยางและไม่คิดถือสาเขาในคืนเข้าหอหลันชิงเหอคิดว่าชายหนุ่มจะไม่อยู่ในห้อง แต่เขากลับยอมทำหน้าที่ของต
“สตรีอย่างเจ้าไม่มีวันได้ตำแหน่งพระชายา ต่อให้เจ้าต้องวางแผนนอนกับข้าอีกพันคืนเจ้าก็ไม่มีวันได้”“......”“ข้าจะไม่มีวันรับผิดชอบต่อสิ่งที่เจ้าก่อ หากฉลาดพอเจ้าก็คงรู้ว่าต่อจากนี้ควรเลือกหนทางอย่างไร”หลี่ว์เยวี่ยหยางจ้องลึกเข้าไปในดวงตาคู่งาม เขาเคยเอ็นดูนางในฐานะน้องสาว ทว่าตอนนี้กลับรู้สึกรังเกี
“ข้าไม่เคยอยากแต่งกับสตรีร้ายกาจเช่นเจ้า”เสียงทุ้มเอ่ยอย่างเย็นเยียบในขณะที่ฝ่ามือใหญ่ออกแรงบีบอยู่บนข้อมือเรียวเล็กของสตรีตรงหน้า“หม่อมฉัน เจ็บ...เพคะ"หลันชิงเหอน้ำตาคลอเบ้า พยายามเก็บกักความหวาดกลัวของตนไว้ภายในจิตใจ ดวงตากลมสวยจ้องมองบุรุษที่ตนรักด้วยความผิดหวังเกินคณานับ ไม่เคยคิดเลยว่าชาติน












reseñas