ใต้เท้าเจ้าขออย่ากลั่นแกล้งข้านักเลย

ใต้เท้าเจ้าขออย่ากลั่นแกล้งข้านักเลย

last updateTerakhir Diperbarui : 2024-11-28
Oleh:  Luffy.gTamat
Bahasa: Thai
goodnovel4goodnovel
Belum ada penilaian
68Bab
6.4KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

จางหมินเย่ว บุตรสาวเสนาบดีกรมคลัง แต่กลับตกหลุมรักซ่งฟู่หลง ขุนนางขั้นเจ็ด แต่เพราะความคลั่งรักที่มี ทำให้นางยอมทำทุกวิถีทางเพื่อให้ได้แต่งงานกับเขา แต่ใครจะคิดว่าซ่งฟู่หลงกลับไม่แม้แต่จะแยแสตนเลยแม้แต่น้อย ครั้นพอคิดจะตัดใจหนีห่าง เขากลับเอาแต่คอยวนเวียนอยู่ข้างกาย แล้วเป็นเช่นนี้นางจะตัดใจลงได้อย่างไรกันเล่า "ใต้เท้า...ข้ารักท่าน แต่มิใช่เหตุให้ท่านเอาแต่กลั่นแกล้งข้าเช่นนี้"

Lihat lebih banyak

Bab 1

บทที่ 1 ข้าต้องการแต่งงาน

BAB 1 DATANG KE TEMPAT YANG SALAH

Lampu diskotik berputar di tengah ruangan remang dengan suara guncangan musik keras. Seorang penari striptis meliuk di atas meja, bergelayut, berputar pada tiang untuk dihujani lembaran dolar.

Anelies merinding dengan segala pemandangan di tempat itu. Tapi dia harus nekat datang untuk menemui Madam Lexis. Dia butuh pinjaman uang.

 

"Hutangnya yang kemarin saja belum bisa dia bayar, sekarang wanita itu kembali datang untuk berhutang lagi!"

Pablo melapor pada Madam Lexsis.

"Bawa dia menemuiku!"

Madam Lexsis mengetukkan abu rokok di tangannya tanpa peduli serpihannya bakal melubangi karpet mahal di bawah tumit heels nya.

"Wanita tetap punya sesuatu yang berharga untuk membayar meskipun dia tidak punya uang."

Pablo langsung kembali keluar dari ruangan bosnya untuk memanggil Anelies. Pria Meksiko berbadan tinggi besar, dan berkepala plontos jelek itu mendesis kan giginya yang keropos akibat heroin.

"Ayo cepat masuk."

Punggung Anelies di dorong kasar. Tapi dia tidak berani mengeluh. Anelies sedang sangat butuh pinjaman uang untuk membebaskan kawannya dari penjara.

Anelies kembali di dorong kasar.

"Ayo sana maju!"

Di dalam ruangan itu, Madam Lexis terlihat duduk menyilangkan kaki di singgasana kebesarannya. Tatapannya tajam penuh penilaian. Meski wanita itu sedang berpura-pura tersenyum manis, matanya tak luput dari tubuh Anelies.

Muda.

Berlekuk feminim.

Bakal sangat bernilai dalam penjualan.

Anelies juga terlihat masih sangat polos dan kikuk untuk sekedar bicara di hadapan Madam Lexis.

"Tolong beri aku pinjaman lima puluh ribu lagi."

Nafasnya gugup, tapi sungguh dia sudah tidak punya pilihan kecuali datang kemari.

"Bagaimana kau akan membayar hutangmu?"

Sura Madam Lexis masih sangat tenang.

"Aku bisa bekerja sebagai kurir."

Selain memiliki bar dan klub dewasa, Madam Lexis juga penjual obat-obatan terlarang.

"Pekerjaan kurir sangat berbahaya untuk gadis muda sepertimu. Kau bisa ikut masuk jeruji besi seperti kawanmu."

Madam Lexsis menyalakan batang rokok baru sambil pura-pura meneliti penampilan Anelies.

"Wanita muda sepertimu akan lebih cepat mendapatkan banyak uang jika bekerja di klub."

"Aku tidak bisa bekerja di klub, Madam."

Anelies berusaha untuk tetap bersikap sopan untuk menolaknya.

"Kau cantik, kau pasti akan menghasilkan banyak uang agar bisa hidup lebih mudah."

Kali ini Madam Lexsis mengetukkan abu rokoknya ke tepi meja.

"Kau akan mendapat banyak tips dari pekerjaanmu hanya dengan sesekali merentangkan kaki jika ada yang minta."

Tangan Anelies diam-diam mengepal. "Lebih baik aku bekerja sebagai kurir."

"Semua gadis-gadisku di klub awalnya juga sepertimu. Tapi lihatlah mereka sekarang!"

Madam Lexsis berdiri dari tempat duduknya, menghembuskan asap rokok sambil berjalan menghampiri Anelies.

"Mereka justru ketagihan dan nyaman dengan pekerjaannya."

Madam Lexsis menyentuh dagu Anelies untuk dia angkat lebih jelas.

"Jika beruntung kau juga bisa menjadi peliharaan pria kaya yang akan menjamin hidupmu."

"Aku tidak akan menjual diri." Anelies tetap tegas menolak.

"Aku akan menawarkanmu pada pelanggan kelas atas, kau benar-benar bisa beruntung."

Madam Lexsis terus meneliti tubuh Anelies.

"Kau memiliki tubuh yang bagus. Hargamu bisa sangat mahal. Kita akan berbagi lima puluh persen dari penghasilanmu."

"Aku benar-benar tidak bisa Madam. Aku bahkan belum pernah ..."

Untuk mengucapkannya saja Anelies tidak sanggup.

"Aku belum pernah bersama pria."

"Apa?!"

Madam Lexsis cukup terkejut.

"Kau belum pernah berhubungan intim dengan teman laki-laki?"

Dengan polosnya Anelies langsung mengangguk. Pablo pun juga terkejut.

"Kau masih virgin?" Madam Lexsis memastikan keterkejutannya.

Anelies mengangguk lagi tanpa menaruh curiga sama sekali. Anelies tidak sadar jika di tempat seperti ini siapapun akan langsung tergiur untuk melelang keperawanannya. Gadis perawan bisa dihargai sangat mahal, Madam Lexsis tidak akan melepaskannya begitu saja.

"Apa kau tahu berapa harga gadis virgin sepertimu?"

Tatapan Madam Lexis seketika berubah, seperti seorang pemburu yang baru mendapatkan mangsa berharga.

Dia melangkah maju.

"Kau pasti akan terkejut dan berlutut di depanku, memohon agar melelangmu!"

Kali ini Anelies mulai was-was. Khawatir telah salah langkah karena telah datang kemari.

"Aku datang bukan untuk menjual diri!" jawab Anelies dengan nada lebih tegas.

"Aku bisa mendapatkan harga yang sangat mahal jika menjualmu pada lelaki kaya!" tegas Madam Lexsis dengan intonasi yang sudah jelas berbeda.

Anelies mulai panik, melangkah mundur.

"Itu tidak akan terjadi!"

Dan cukup sekali saja Madam Lexis mengedipkan mata pada pengawalnya.

"Tidak!!!"

Anelies menjerit. 

Lengan besar Pablo menjerat tubuh Anelies dari belakang. Aromanya busuk seperti campuran tembako dan bir.

"Lepaskan aku!"

Kaki Anelies menendang-nendang lantai untuk melepaskan diri.  Tapi lengan Pablo masih melingkar seperti besi.  Mengangkat tubuhnya dengan sangat enteng.

Kondisinya sangat mengerikan dengan sangat cepat. Anelies terus menjerit sampai suaranya pecah. Dia harus kabur, Anelies tidak mau dijual.

"Lepaskan!"

Teriakan Anelies suda tidak berguna. Karena setelah itu wajahnya langsung dibekap kencang. Suaranya lenyap. Kaki masih berontak menendang-nendang udara kosong.

Dan tidak sampai satu menit, tubuh Anelies lemas tak berdaya.

"Jaga barangku tetap bagus!" Madam Lexsis mengingatkan.

Pablo mengangkat tubuh Anelies untuk dia bawa keluar dari ruangan Madam Lexis.

*******

Entah berapa lama, Anelies dibuat pingsan.

Begitu kembali sadar Anelies sudah terkunci didalam sebuah ruangan kotor menyerupai gudang.

Kepala Anelies masih pening, kepalanya berputar, matana kabur. Tapi gadis itu segera sadar jika dirinya berada dalam bahaya.

Anelies bangkit merangkak untuk menggedor pintu.

"Buka pintunya!"

Brak

Brak

Brak

"Lepaskan aku!"

Brak

Brak

Brak

Anelies terus memukul daun pintu tebal dengan tangannya yang nyeri, kukunya patah, kulitnya merah lebam.

"Kalian tidak bisa menjual ku!"

Anelies terus berteriak hingga habis tenaga.

"Ini tindakan kriminal!"

"Ini ilegal!"

 Di luar pintu, Pablo tidak perduli dengan omelan Anelies karena gadis itu sedang sangat berharga untuk dijual daripada disiksa. Mereka akan mendapatkan pria kaya yang akan membayar berapapun untuk gadis muda yang masih virgin.

Anelies masih berteriak-teriak ketika Pablo memasukkan makanan kaleng dari lubang pintu.

"Simpan energi mu. Mau tidak akan bisa kabur, Manis!" Pablo tersenyum menjijikkan. Bekas jahitan yang melintang di pipinya terkihat berkerut seperti lipan tua.

"Jangan banyak berulah, kami akan segera menemukan pria kaya yang akan membelimu dengan harga mahal!" Pablo terus menyeringaikan senyum jeleknya. "Kau sedang sangat beruntung karena aku tidak jadi menyiksamu pelan-pelan di gudang penyimpanan!"

Anelies terus merinding sekaligus murka karena diperlakukan tidak manusiawi.

"Kalian tidak bisa menjualku!"

Pablo justru langsung menutup lubang pintu. Meninggalkan Anelies yang kembali berteriak.

Brak

Brak

Brak

 "Keluarkan aku brengsek!"

Anelies menggedor daun pintu tebal yang sudah tertutup rapat. Terus berteriak-teriak sampai tenggorokannya serak.

Sungguh nasib Anelies sangat menyedihkan. Tubuhnya merosot ke lantai karena lelah. Dia menangis sampai menggigil karena ketakutan dan merasa bodoh.

Anelies benar-benar sendirian, Antonio masih di dalam penjara, dia tidak akan bisa menolong dan kekuatan Anelies juga sedang tidak berguna.

"Tolong aku..."

Jari Anelies menggenggam cincin tua yang tergantung di liontinnya.

Satu-satunya peninggalan wanita yang melahirkannya.

Satu-satunya petunjuk yang tersisa sejak dirinya diculik saat bayi.

"Tolong aku..."

Ucap Anelies dengan penuh keyakinan.

"Tolong aku dengan kekuatan apapun."

Tiba-tiba sebuah kilasan masa depa melintas cepat di kepala Anelies.

Terlalu banyak kematian mengerikan...

"Tidak mungkin!"

Anelies menggeleng, dan tiba-tiba hidungnya berdarah. Darah hitam yang sangat kental.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
68 Bab
บทที่ 1 ข้าต้องการแต่งงาน
บทที่ 1 ข้าต้องการแต่งงาน“ท่านพ่อ ข้าพบคนที่ข้าพึงใจแล้ว ข้าต้องการแต่งงาน” เสียงออดอ้อนดังขึ้นในจวนสกุลจาง จางหมินเย่วคุกเข่าลงตรงหน้าบิดาของตน จางเหวิ่นชิงเสนาบดีกรมคลัง สองมือบางกอบกุมฝ่ามือใหญ่ที่เริ่มเหี่ยวย่นไปตามกาลเวลาของเขา สายตาจ้องมองหน้าบิดาด้วยความเว้าวอนบัดนี้จางหมินเย่วผ่านพ้นพิธีปักปิ่นมาร่วมหนึ่งปีแล้ว ภาพของซ่งฟู่หลงฉายชัดเข้ามาในหัวของนาง ภาพในช่วงเทศกาลโคมลอยที่จัดขึ้นอย่างคึกคักยิ่งใหญ่ ช่วงเวลานั้นชายหนุ่มและหญิงสาวในเมืองต่างพากันนั่งเรือลำใหญ่สองลำซึ่งแยกบุรุษและสตรีออกจากกัน เรือทั้งสองลอยขนาบด้านข้างกันไปเพื่อชมโคมลอยที่ถูกปล่อยจนเต็มไปทั่วท้องฟ้า แต่วัตถุประสงค์ที่แท้จริงก็ไม่ต่างจากการนัดพบของบรรดาเหล่าคุณชายและคุณหนูของจวนต่างๆ เพื่อผูกสมัครรักใคร่กันในอนาคต จางหมินเย่วก็เป็นหนึ่งในบรรดาคุณหนูเหล่านั้น นับเป็นครั้งแรกที่จางหมินเย่วได้มีโอกาสออกมาเที่ยวชมเทศกาลโคมลอยพร้อมกับพี่สาวของนาง จางหมินเย่วทั้งตื่นเต้นและตื่นตากับบรรยากาศอันน่าครึกครื้นเช่นนี้จางหมินเย่วเป็นบุตรสาวคนรองของเสนาบดีจางเหวิ่นชิง พี่สาวของนางคือจางเซี่ยโยว คุณหนูให
Baca selengkapnya
บทที่ 2 เกลี้ยกล่อม
จางเหวิ่นชิงที่โกรธจัดจนเนื้อตาสั่นเทิ้ม ดวงตาแดงก่ำบ่งบอกถึงความอดทนที่ถึงขีดสุด เขาเงื้อมมือขึ้นอีกหนอย่างไม่อาจระงับอารมณ์ได้อีก“ท่านพี่...มีเรื่องอันใดก็ค่อยๆ คุยกันก่อนเถิด เหตุใดต้องลงโทษลูกเช่นนี้กัน” เซี่ยเหมยที่เพิ่งก้าวเข้ามาภายในห้อง นางเร่งฝีเท้าเข้ามารั้งแขนจางเหวิ่นชิงไว้ ก่อนจะรีบปรี่เข้าไปประคองร่างของจางหมินเย่วในทันที“เย่วเอ๋อร์เจ้าเจ็บหรือไม่ เจ้าอย่าถือสาพ่อของเจ้าเลยนะ พ่อของเจ้าเพียงเป็นห่วงเจ้ามากเกินไปเท่านั้น” เซี่ยเหมยพูดพลางลูบหลังจางหมินเย่วไปมา พร้อมหันไปหาจางเหวิ่นชิงสามีของตน “ท่านพี่ก็ใจเย็นก่อนเถิด เย่วเอ๋อร์ยังเด็กนักจึงได้คิดทำตามอำเภอใจมากไปหน่อย ไว้ข้าจะพูดกับนางเอง” เซี่ยเหมยรีบหว่านล้อมจางเหวิ่นชิงในทันที ก่อนจะหันไปส่งสายตาปลอบใจจางหมินเย่วและพยักหน้าส่งสัญญาณให้จางหมินเย่วกลับห้องตนเองไปก่อน“ข้าไม่กลับ วันนี้ข้าต้องคุยกับท่านพ่อให้รู้เรื่อง” จางหมินเย่วยังคงยืนกรานด้วยท่าทางที่หนักแน่นจริงจัง“เจ้าดู...เจ้าดูลูกบังเกิดเกล้าของเจ้าสิ” จางเหวิ่นชิงถึงกับกระทืบเท้า นิ้วมือชี้ไปตรงหน้าจางหมินเย่ว พร้อมหันไปตะคอกใส่เซี่ยเหมย “เป็นเพราะฮูหยิน...เพ
Baca selengkapnya
บทที่ 3 ท่านแม่ดีกับข้าที่สุด
จางหมินเย่วเดินกระแทกเท้ากลับมายังเรือนของตนด้วยความรู้สึกขัดเคืองใจ ความร้อนรนทำให้นางเอาแต่เดินไปเดินมาอยู่ภายในห้องอย่างวิตกกังวล “คุณหนูรอง ท่านสงบใจลงก่อนเถิดเจ้าค่ะ” เล่อจิ้นสาวใช้คนสนิทพูดปลอบประโลมจางหมินเย่ว หลังเห็นนางท่าทางหงุดหงิดและอารมณ์เสีย “เล่อจิ้น...เจ้าไปคอยดูท่านแม่ที่หน้าเรือน หากเห็นท่านแม่รีบมาแจ้งข้าเร็ว” “เจ้าค่ะ” เล่อจิ้นรีบรับคำ ผ่านไปร่วมชั่วยามร่างบางระหงของเซี่ยเหมยก็ปรากฏตัวที่หน้าเรือน หญิงวัยกลางคนที่ยังดูงดงาม ยามเดินย่างกรายกลับดูสุขุมและอ่อนโยน “คุณหนูรอง ฮูหยินมาแล้วเจ้าค่ะ” จางหมินเย่วได้ยินเช่นนั้นก็รีบวิ่งออกไปด้านนอกในทันที “ท่านแม่...ท่านพ่อว่าอันใดบ้าง ท่านแม่พูดให้ข้าแล้วใช่หรือไม่” จางหมินเย่วถามคำถามรัวออกไปอย่างร้อนใจ “เย่วเอ๋อร์ เจ้าใจเย็นก่อน ให้แม่ได้พักหายใจสักหน่อย” เซี่ยเหมยหยอกเย้าใส่นางเมื่อเห็นท่าทางตื่นเต้นอย่างออกนอกหน้า “ท่านแม่...ก็ข้าร้อนใจนี่เจ้าคะ” จางหมินเย่วก้มหน้างุดลงไป ก่อนจะประคองเซี่ยเหมยเข้ามาภายในเรือน จางหมินเย่วรีบพานางนั่ง
Baca selengkapnya
บทที่ 4 ขอพบ
จางหมินเย่วตื่นแต่เช้าตรู่จนเล่อจิ้นอดประหลาดใจไม่ได้แต่เมื่อได้เห็นนายหญิงของตนรีบตรงเข้าเข้าครัวเพื่อทำเซาปิ่ง นางก็อดนึกขบขันในความคลั่งรักของจางหมินเย่วเสียมิได้จางหมินเย่วใช้เวลาในการทำเซาปิ่งกว่าสี่ชั่วยามกว่าที่ขนมจะสำเร็จเป็นรูปเป็นร่าง เมื่อจางหมินเย่วตระเตรียมทุกอย่างจนเสร็จสิ้นด้วยมือของตนเอง นางยกยิ้มขึ้นมาด้วยความภาคภูมิใจใบหน้าของซ่งฟู่หลงปรากฏเด่นชัดขึ้นในความคิดของจางหมินเย่ว สายตาละเมอเพ้อพก นัยน์ตาชวนฝันดั่งคนที่ตกอยู่ในภวังค์ความรัก ทำเอาเล่อจิ้นอดที่จะหยอกเย้านางอย่างเสียมิได้ “คุณหนู ใต้เท้าซ่งต้องปลาบปลื้มเป็นแน่เจ้าค่ะ”จางหมินเย่วยิ้มกริ่มรับโดยทันที “ขนมเสร็จแล้ว พวกเรารีบกลับไปแต่งตัวกันเถิด”จางหมินเย่วอาบน้ำแต่งตัวอย่างพิถีพิถัน โดยมีเล่อจิ้นคอยดูแลอยู่ไม่ห่าง “คุณหนูช่างงดงามยิ่งนัก หากใต้เท้าซ่งได้พบคุณหนูจะต้องตกหลุมรักคุณหนูเป็นแน่” เล่อจิ้นกล่าวออกมาตามที่นางเห็น จางหมินเย่วนับวันยิ่งงดงามขึ้นอย่างมาก ใบหน้าที่จิ้มลิ้มรับกับดวงตากลมโตอันหวานซึ้งชวนให้หลงใหล ผิวขาวเนียนราวกับหยวกกล้วย ทั้งหน้าอกกลมมนที่ใหญ่โตกว่าหญิงสาวรุ่นราวคราวเดียวกันจางหมินเย่วค
Baca selengkapnya
บทที่ 5 ดักพบ
หลังจากซ่งฟู่หลงฝึกกระบี่เรียบร้อย เขาหย่อนกายนั่งพักตรงโต๊ะด้านข้างลานภายในสวน เขาหยิบผ้าขาวขึ้นซับเหงื่อที่ไหลชโลมกายไปทั่ว พ่อบ้านเดินนำขนมที่จัดใส่จานมาวางตรงหน้าซ่งฟู่หลงซ่งฟู่หลงหยิบขนมเข้าปากในทันทีด้วยความหิว เขาเลิกคิ้วขึ้นอย่างรู้สึกชอบใจในรสชาติดังกล่าว“เรียนนายท่าน นี่เป็นขนมเซาปิ่งที่คุณหนูรองสกุลจางนำมามอบให้ท่านขอรับ” ซ่งฟู่หลงชะงักมือค้างไปชั่วขณะ คิ้วหนาเลิกขึ้นก่อนจะขมวดกันจนเป็นปม สีหน้าของเขาเคร่งขรึมลงไปในทันที ขนมครึ่งชิ้นที่ยังจดจ่ออยู่ตรงปากถูกเขาวางลงบนจานอย่างหมดความสนใจ“นางมีธุระอันใด”“คุณหนูรองเพียงนำขนมมาฝากให้นายท่านขอรับ”“ต่อไปเจ้าอย่าได้รับของจากคนแปลกหน้าอีก” ซ่งฟู่หลงกล่าวตำหนิออกมา “แล้วก็..อย่าได้รายงานเรื่องนี้กับผู้ใดด้วย” ซ่งฟู่หลงพูดทิ้งท้ายพร้อมปรายตามองอย่างรู้ทัน เขารีบดักคอพ่อบ้านก่อนจะลุกขึ้นเดินกลับเรือนอย่างไม่พอใจนักพ่อบ้านหน้าเสียลงไปในทันที เขาได้แต่ถอนหายใจออกมาอย่างหนักใจในวันต่อมาจางหมินเย่วยังคงมุ่งมั่นออกไปพบซ่งฟู่หลงอีกครั้ง นางยังคงลุกขึ้นแต่เช้าเพื่อลงมือทำขนมเซาปิ่งให้กับชายหนุ่มอีกหนเมื่อจางหมินเย่วเดินทางไปถึงที่ห
Baca selengkapnya
บทที่ 6 ตบหน้าฉาดใหญ่
หลังจากวันนั้นจางหมินเย่วก็ยังคงไม่ลดละความพยายาม ในเมื่อนางได้ปักใจกับซ่งฟู่หลงแล้ว นางย่อมไม่มีวันเปลี่ยนใจง่ายๆ เป็นแน่ ความมุ่งมั่นที่มีกับความรู้สึกที่ลึกซึ้งเบ่งบานในใจทำให้นางสลัดความเศร้าที่มีในหนก่อน และเดินหน้าเพื่อความรักของนางต่อไปอย่างไม่ยอมแพ้จางหมินเย่วจัดเตรียมตะกร้าอีกครั้งโดยนางเปลี่ยนจากขนมหวานเป็นอาหารคาวแบบง่ายๆ ด้วยตนเองแต่เมื่อไปถึงหน้าจวน พ่อบ้านคนเดิมได้แต่ทำสีหน้าเหน็ดเหนื่อยใจ เขาปฏิเสธจางหมินเย่วออกไปอย่างไม่ไว้หน้า“คุณหนู โปรดอย่าทำให้ข้าน้อยลำบากใจเลย นายท่านไม่ประสงค์ให้คุณหนูเข้าพบ หวังว่าคุณหนูจะตัดใจโดยเร็ว”จางหมินเย่วยิ้มหน้าเจื่อนไม่เสียทุกรอบ แต่นางก็ยังคงหวังว่าสักวันซ่งฟู่หลงจะใจอ่อนให้นางอยู่บ้าง ผิดกับเล่อจิ้นที่เอาแต่หงุดหงิดฉุนเฉียวไปเสียทุกครั้งไป ใต้เท้าซ่งผู้นั้นมีตาหามีแววไม่ นายหญิงลดตัวลงมาหาเขาเช่นนี้ แต่เขากลับแสดงความหยาบคายอย่างไม่ไว้หน้าทีเดียวหลังจากจางหมินเย่วถูกปฏิเสธอยู่หลายหน นางก็ได้แต่ทอดถอนหายใจ ท่าทางร่าเริงแปรเปลี่ยนเป็นเซื่องซึมและดูเหม่อลอย แม้เล่อจิ้นจะพยายามปลอบขวัญนางเช่นใดก็มิอาจทำให้จางหมินเย่วกลับมาสดใสได้อีก
Baca selengkapnya
บทที่ 7 ข้าจะจัดการให้เอง
จางเหวิ่นชิงกลับจวนด้วยโทสะที่อัดแน่น เสนาบดีเช่นเขากลับถูกขุนนางขั้นเจ็ดหักหน้าจนไม่เหลือชิ้นดี จางเหวิ่นชิงกระแทกเท้าเดินเข้ามาภายในห้องโถงพร้อมตะโกนเสียงดังลั่น “เย่วเอ๋อร์...ไปตามเย่วเอ๋อร์มาเดี๋ยวนี้”สาวใช้ต่างพากันลนลาน พ่อบ้านถึงกับเหงื่อตก เขารีบเดินกึ่งวิ่งออกไปตามคำสั่งอย่างรวดเร็วเล่อจิ้นวิ่งหน้าตื่นเข้ามาหาจางหมินเย่วที่กำลังนั่งเหม่อลอยอยู่ภายในศาลากลางน้ำ กลิ่นหอมของดอกบัวที่บานสะพรั่งที่ทั่วผืนน้ำมิอาจข่มความว้าวุ่นภายในใจที่มีลงไปได้ ภาพซ่งฟู่หลงที่แลดูเฉยชาและไม่แยแสนางแม้แต่น้อย ยิ่งทำให้ใบหน้าหวานแลดูเศร้าสร้อยไปถนัดตา“คุณหนู...แย่แล้วเจ้าค่ะ...คุณหนู”เสียงร้องเรียกของเล่อจิ้นทำให้จางหมินเย่วหลุดออกจากภวังค์ นางหันกลับไปมองสาวใช้ที่หน้าตาที่ตระหนกราวกับเห็นผี“เล่อจิ้น...มีเรื่องอันใดกันหรือ”“นายท่านเจ้าค่ะ...” เล่อจิ้นพูดไปพลางหอบเหนื่อยไปในที “นายท่านเรียกหาคุณหนูเจ้าค่ะ พ่อบ้านบอกว่านายท่านมีท่าทางโกรธมาก”จางหมินเย่วเลิกคิ้วขึ้นก่อนจะพยักหน้ารับ ช่วงนี้เรื่องที่ท่านพ่อโกรธนางก็คงมีแต่เรื่องของซ่งฟู่หลงเป็นแน่ หรือท่านพ่อของนางรู้เรื่องที่นางตามตอแยใต้เท้าซ่
Baca selengkapnya
บทที่ 8 ขอประทานสมรส
ตกหัวค่ำจางเหวิ่นชิงยังคงเดินวนไปวนมาอยู่ภายในห้องนอนด้วยท่าทางที่กลัดกลุ้มอย่างหนัก เขาได้แต่นึกเสียใจและอยากกัดลิ้นตัวเองให้ตายไปเสีย เมื่อเขาเผลอรับปากจางหมินเย่วออกไปในช่วงกลางวันที่ผ่านมาโดยไม่ได้ตั้งใจ แต่เมื่อนึกถึงแววตาที่เปล่งประกายอย่างมีความหวังกับท่าทางตื่นเต้นดีใจขึ้นมาอย่างกะทันหันของบุตรสาวก็ทำให้จางเหวิ่นชิงไม่อาจถอนคำพูดที่ตนเองลั่นออกมาได้ “ท่านพี่ยังไม่นอนอีกหรือ” เซี่ยเหมยเอ่ยทักพร้อมยกมือขึ้นลูบลำแขนหนาของเขาอย่างห่วงใย จางเหวิ่นชิงถอนหายใจหนักออกมาอีกครั้ง “ข้ายังมิอาจทำใจยอมรับเจ้าคนหยิ่งผยองผู้นั้นได้” จางเหวิ่นชิงตัดพ้อออกมาให้ฮูหยินของตนรับฟัง สีหน้าฉายความขุ่นเคืองออกมาอย่างเห็นได้ชัด “ท่านพี่...เรื่องความรักมิอาจบีบบังคับได้...ท่านก็ทำใจยอมรับเสียเถอะ” “แต่ว่า...เย่วเอ๋อร์ควรได้คู่ครองที่ดีกว่าเจ้าคนผู้นั้น ไม่ว่าข้าจะคิดเช่นใดคนผู้นั้นก็หาใช่คนที่เหมาะสมกับนาง” จางเหวิ่นชิงคำรามออกมา เซี่ยเหมยสะบัดแขนออกจากการเกาะกุมอย่างแง่งอน “เช่นนั้นท่านพี่ก็ไปบอกเย่วเอ๋อร์เสียเองเลยว่าท่านจะมิช่วยนางแล้ว...แต่ว่า...ห
Baca selengkapnya
บทที่ 9 ตำแหน่งเดียวที่มีให้
“ฟู่หลง...เจ้าแต่งงานแล้วอย่างนั้นหรือ...” หนิงเว่ยเจี้ยนอุทานออกมาด้วยน้ำเสียงอันดัง ท่าทางทั้งตกใจและแปลกใจในคราวเดียวกัน สายตาจ้องมองไปยังซ่งฟู่หลงอย่างเอาผิด หากแต่ซ่งฟู่หลงกลับยืนนิ่งเฉยอย่างไม่หวั่นเกรงหนิงเว่ยเจี้ยนหันไปหาขันทีข้างกายในทันที สายตาตำหนิส่งไปยังขันทีอย่างต้องการเอาเรื่อง ขันทีได้แต่หน้าเจื่อนพลางส่ายหน้าให้เป็นสัญญาณว่าอย่าได้ทรงกังวลใจไปนัก หนิงเว่ยเจี้ยนเห็นเช่นนั้นจึงได้ผ่อนอารมณ์ลง ความคิดแปรเปลี่ยนไปอีกครั้งพร้อมมองภาพเบื้องหน้าของคนทั้งสองอย่างนึกสนุกขึ้นมาจางเหวิ่นชิงเองก็ตกตะลึงกับคำกล่าวของซ่งฟู่หลงไม่ต่างกันมากนัก แต่เขาก็อดนึกแปลกใจในปฏิกิริยาของหนิงเว่ยเจี้ยนที่ดูจะร้อนรนใจมากกว่าเขาเสียด้วยซ้ำอย่างช่วยไม่ได้ แต่เพราะตอนนี้จิตใจของจางเหวิ่นชิงเอาแต่จดจ่ออยู่เพียงกับบุตรสาวเท่านั้น ทำให้จางเหวิ่นชิงละความสนใจในท่าทีดังกล่าวไปเสียสิ้น “ใต้เท้าซ่ง...เหตุใดข้าไม่เคยรู้ว่าท่านแต่งงานแล้ว” จางเหวิ่นชิงหันความสนใจกลับมายังซ่งฟู่หลง ตอนนี้ในใจเขาได้แต่กังวลใจเกี่ยวกับจางหมินเย่ว จางเหวิ่นชิงไม่อยากจะจินตนาการว่าหากบุตรสาวของตนรู้เรื่องนี้ นางจะเป็
Baca selengkapnya
บทที่ 10 ข้ายอมทั้งนั้น
จางเหวิ่นชิงเดินทางกลับจวนสกุลจางด้วยความโมโหและหงุดหงิด ในขณะที่เซี่ยเหมยและจางหมินเย่วกำลังนั่งรอเขาด้วยความตื่นเต้นและกระวนกระวายใจ จางหมินเย่วยืนชะเง้อมองไปที่ประตูอยู่ไม่เว้นว่าง สองมือจิกเกร็งไปมาด้วยความกระสับกระส่าย ทันทีที่จางเหวิ่นชิงก้าวเข้ามาภายในห้องโถง จางหมินเย่วก็ปรี่เข้าไปหาบิดาของตนในทันที “ท่านพ่อ...” จางเหวิ่นชิงที่ยังคงอารมณ์ขุ่นมัว เมื่อเขาได้เห็นบุตรสาวตรงหน้าก็พาลมีอารมณ์โมโหมากขึ้นไปอีก “เย่วเอ๋อร์...ข้าขอสั่งเจ้าเลิกยุ่งกับซ่งฟู่หลงอีกเป็นอันขาด” คำสั่งเฉียบขาดที่ดังขึ้นมา พร้อมใบหน้าถมึงทึง ทำเอาจางหมินเย่วถึงกับเบิกตากว้างด้วยความตระหนก “ท่านพ่อเกิดเรื่องอันใดขึ้น เหตุใดท่านจึงพูดเช่นนั้น” “เจ้านี่ช่างไม่รู้ความเสียจริง เจ้ารู้หรือไม่ซ่งฟู่หลงแต่งงานแล้ว” จางเหวิ่นชิงตวาดใส่จางหมินเย่วด้วยน้ำเสียงอันดัง จางหมินเย่วถึงกับอ้าปากค้าง “ใต้เท้าซ่งแต่งงานแล้วหรือเจ้าคะ” “เจ้าหนุ่มผู้นั้นเอ่ยปากต่อหน้าพระพักตร์ ทั้งท่าทางจองหองนั่น ข้าคิดแล้วก็แค้นยิ่งนัก” จางเหวิ่นชิงกล่าวออกมาพร้อมตวัดสายตาตำห
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status