Masukจางหมินเย่ว บุตรสาวเสนาบดีกรมคลัง แต่กลับตกหลุมรักซ่งฟู่หลง ขุนนางขั้นเจ็ด แต่เพราะความคลั่งรักที่มี ทำให้นางยอมทำทุกวิถีทางเพื่อให้ได้แต่งงานกับเขา แต่ใครจะคิดว่าซ่งฟู่หลงกลับไม่แม้แต่จะแยแสตนเลยแม้แต่น้อย ครั้นพอคิดจะตัดใจหนีห่าง เขากลับเอาแต่คอยวนเวียนอยู่ข้างกาย แล้วเป็นเช่นนี้นางจะตัดใจลงได้อย่างไรกันเล่า "ใต้เท้า...ข้ารักท่าน แต่มิใช่เหตุให้ท่านเอาแต่กลั่นแกล้งข้าเช่นนี้"
Lihat lebih banyakBAB 1 DATANG KE TEMPAT YANG SALAH
Lampu diskotik berputar di tengah ruangan remang dengan suara guncangan musik keras. Seorang penari striptis meliuk di atas meja, bergelayut, berputar pada tiang untuk dihujani lembaran dolar. Anelies merinding dengan segala pemandangan di tempat itu. Tapi dia harus nekat datang untuk menemui Madam Lexis. Dia butuh pinjaman uang. "Hutangnya yang kemarin saja belum bisa dia bayar, sekarang wanita itu kembali datang untuk berhutang lagi!" Pablo melapor pada Madam Lexsis. "Bawa dia menemuiku!" Madam Lexsis mengetukkan abu rokok di tangannya tanpa peduli serpihannya bakal melubangi karpet mahal di bawah tumit heels nya. "Wanita tetap punya sesuatu yang berharga untuk membayar meskipun dia tidak punya uang." Pablo langsung kembali keluar dari ruangan bosnya untuk memanggil Anelies. Pria Meksiko berbadan tinggi besar, dan berkepala plontos jelek itu mendesis kan giginya yang keropos akibat heroin. "Ayo cepat masuk." Punggung Anelies di dorong kasar. Tapi dia tidak berani mengeluh. Anelies sedang sangat butuh pinjaman uang untuk membebaskan kawannya dari penjara. Anelies kembali di dorong kasar. "Ayo sana maju!" Di dalam ruangan itu, Madam Lexis terlihat duduk menyilangkan kaki di singgasana kebesarannya. Tatapannya tajam penuh penilaian. Meski wanita itu sedang berpura-pura tersenyum manis, matanya tak luput dari tubuh Anelies. Muda. Berlekuk feminim. Bakal sangat bernilai dalam penjualan. Anelies juga terlihat masih sangat polos dan kikuk untuk sekedar bicara di hadapan Madam Lexis. "Tolong beri aku pinjaman lima puluh ribu lagi." Nafasnya gugup, tapi sungguh dia sudah tidak punya pilihan kecuali datang kemari. "Bagaimana kau akan membayar hutangmu?" Sura Madam Lexis masih sangat tenang. "Aku bisa bekerja sebagai kurir." Selain memiliki bar dan klub dewasa, Madam Lexis juga penjual obat-obatan terlarang. "Pekerjaan kurir sangat berbahaya untuk gadis muda sepertimu. Kau bisa ikut masuk jeruji besi seperti kawanmu." Madam Lexsis menyalakan batang rokok baru sambil pura-pura meneliti penampilan Anelies. "Wanita muda sepertimu akan lebih cepat mendapatkan banyak uang jika bekerja di klub." "Aku tidak bisa bekerja di klub, Madam." Anelies berusaha untuk tetap bersikap sopan untuk menolaknya. "Kau cantik, kau pasti akan menghasilkan banyak uang agar bisa hidup lebih mudah." Kali ini Madam Lexsis mengetukkan abu rokoknya ke tepi meja. "Kau akan mendapat banyak tips dari pekerjaanmu hanya dengan sesekali merentangkan kaki jika ada yang minta." Tangan Anelies diam-diam mengepal. "Lebih baik aku bekerja sebagai kurir." "Semua gadis-gadisku di klub awalnya juga sepertimu. Tapi lihatlah mereka sekarang!" Madam Lexsis berdiri dari tempat duduknya, menghembuskan asap rokok sambil berjalan menghampiri Anelies. "Mereka justru ketagihan dan nyaman dengan pekerjaannya." Madam Lexsis menyentuh dagu Anelies untuk dia angkat lebih jelas. "Jika beruntung kau juga bisa menjadi peliharaan pria kaya yang akan menjamin hidupmu." "Aku tidak akan menjual diri." Anelies tetap tegas menolak. "Aku akan menawarkanmu pada pelanggan kelas atas, kau benar-benar bisa beruntung." Madam Lexsis terus meneliti tubuh Anelies. "Kau memiliki tubuh yang bagus. Hargamu bisa sangat mahal. Kita akan berbagi lima puluh persen dari penghasilanmu." "Aku benar-benar tidak bisa Madam. Aku bahkan belum pernah ..." Untuk mengucapkannya saja Anelies tidak sanggup. "Aku belum pernah bersama pria." "Apa?!" Madam Lexsis cukup terkejut. "Kau belum pernah berhubungan intim dengan teman laki-laki?" Dengan polosnya Anelies langsung mengangguk. Pablo pun juga terkejut. "Kau masih virgin?" Madam Lexsis memastikan keterkejutannya. Anelies mengangguk lagi tanpa menaruh curiga sama sekali. Anelies tidak sadar jika di tempat seperti ini siapapun akan langsung tergiur untuk melelang keperawanannya. Gadis perawan bisa dihargai sangat mahal, Madam Lexsis tidak akan melepaskannya begitu saja. "Apa kau tahu berapa harga gadis virgin sepertimu?" Tatapan Madam Lexis seketika berubah, seperti seorang pemburu yang baru mendapatkan mangsa berharga. Dia melangkah maju. "Kau pasti akan terkejut dan berlutut di depanku, memohon agar melelangmu!" Kali ini Anelies mulai was-was. Khawatir telah salah langkah karena telah datang kemari. "Aku datang bukan untuk menjual diri!" jawab Anelies dengan nada lebih tegas. "Aku bisa mendapatkan harga yang sangat mahal jika menjualmu pada lelaki kaya!" tegas Madam Lexsis dengan intonasi yang sudah jelas berbeda. Anelies mulai panik, melangkah mundur. "Itu tidak akan terjadi!" Dan cukup sekali saja Madam Lexis mengedipkan mata pada pengawalnya. "Tidak!!!" Anelies menjerit. Lengan besar Pablo menjerat tubuh Anelies dari belakang. Aromanya busuk seperti campuran tembako dan bir. "Lepaskan aku!" Kaki Anelies menendang-nendang lantai untuk melepaskan diri. Tapi lengan Pablo masih melingkar seperti besi. Mengangkat tubuhnya dengan sangat enteng. Kondisinya sangat mengerikan dengan sangat cepat. Anelies terus menjerit sampai suaranya pecah. Dia harus kabur, Anelies tidak mau dijual. "Lepaskan!" Teriakan Anelies suda tidak berguna. Karena setelah itu wajahnya langsung dibekap kencang. Suaranya lenyap. Kaki masih berontak menendang-nendang udara kosong. Dan tidak sampai satu menit, tubuh Anelies lemas tak berdaya. "Jaga barangku tetap bagus!" Madam Lexsis mengingatkan. Pablo mengangkat tubuh Anelies untuk dia bawa keluar dari ruangan Madam Lexis. ******* Entah berapa lama, Anelies dibuat pingsan. Begitu kembali sadar Anelies sudah terkunci didalam sebuah ruangan kotor menyerupai gudang. Kepala Anelies masih pening, kepalanya berputar, matana kabur. Tapi gadis itu segera sadar jika dirinya berada dalam bahaya. Anelies bangkit merangkak untuk menggedor pintu. "Buka pintunya!" Brak Brak Brak "Lepaskan aku!" Brak Brak Brak Anelies terus memukul daun pintu tebal dengan tangannya yang nyeri, kukunya patah, kulitnya merah lebam. "Kalian tidak bisa menjual ku!" Anelies terus berteriak hingga habis tenaga. "Ini tindakan kriminal!" "Ini ilegal!" Di luar pintu, Pablo tidak perduli dengan omelan Anelies karena gadis itu sedang sangat berharga untuk dijual daripada disiksa. Mereka akan mendapatkan pria kaya yang akan membayar berapapun untuk gadis muda yang masih virgin. Anelies masih berteriak-teriak ketika Pablo memasukkan makanan kaleng dari lubang pintu. "Simpan energi mu. Mau tidak akan bisa kabur, Manis!" Pablo tersenyum menjijikkan. Bekas jahitan yang melintang di pipinya terkihat berkerut seperti lipan tua. "Jangan banyak berulah, kami akan segera menemukan pria kaya yang akan membelimu dengan harga mahal!" Pablo terus menyeringaikan senyum jeleknya. "Kau sedang sangat beruntung karena aku tidak jadi menyiksamu pelan-pelan di gudang penyimpanan!" Anelies terus merinding sekaligus murka karena diperlakukan tidak manusiawi. "Kalian tidak bisa menjualku!" Pablo justru langsung menutup lubang pintu. Meninggalkan Anelies yang kembali berteriak. Brak Brak Brak "Keluarkan aku brengsek!" Anelies menggedor daun pintu tebal yang sudah tertutup rapat. Terus berteriak-teriak sampai tenggorokannya serak. Sungguh nasib Anelies sangat menyedihkan. Tubuhnya merosot ke lantai karena lelah. Dia menangis sampai menggigil karena ketakutan dan merasa bodoh. Anelies benar-benar sendirian, Antonio masih di dalam penjara, dia tidak akan bisa menolong dan kekuatan Anelies juga sedang tidak berguna. "Tolong aku..." Jari Anelies menggenggam cincin tua yang tergantung di liontinnya. Satu-satunya peninggalan wanita yang melahirkannya. Satu-satunya petunjuk yang tersisa sejak dirinya diculik saat bayi. "Tolong aku..." Ucap Anelies dengan penuh keyakinan. "Tolong aku dengan kekuatan apapun." Tiba-tiba sebuah kilasan masa depa melintas cepat di kepala Anelies. Terlalu banyak kematian mengerikan... "Tidak mungkin!" Anelies menggeleng, dan tiba-tiba hidungnya berdarah. Darah hitam yang sangat kental.บทที่ 68 ฟ้าหลังฝน“โยวเอ๋อร์....โยวเอ๋อร์...ข้าขอโทษ...ข้าขอโทษ” เสียงร้องตะโกนเรียกบุตรสาวของเซี่ยเหมยดังก้องไปทั่วห้องขัง นางทรุดตัวลงกับพื้นด้วยน้ำตาที่ไหลอาบสองแก้มพร้อมหันหลังให้กับจางหมินเย่วอย่างหมดอาลัยตายอยาก นางอ่อนล้าและอ่อนแรงจนไม่ต้องการยุ่งเกี่ยวอันใดกับจางหมินเย่วให้ตนเองต้องเจ็บปวดอีกต่อไปแล้ว“ท่านแม่...ตลอดเวลาที่ผ่านมาข้าได้แต่นึกขอบคุณท่านที่รักและเอาใจใส่ข้ามาโดยตลอดแม้ว่าท่านจะเกลียดชังข้ามากเพียงใด...แต่ว่า...ท่านแม่...จะมีสักครั้งหรือไม่ที่ท่านจริงใจต่อข้าแม้เสียงสักเสี้ยวนาที”เซี่ยเหมยกัดฟันแน่นข่มความอาดูรเอาไว้ในใจ ภาพแต่หนหลังผุดขึ้นมาในความนึกคิดของนางอีกครั้ง แม้นางจะนึกเกลียดชังสองแม่ลูกมากสักเพียงใดแต่ความผูกพันที่มีมาเนิ่นนานก็เป็นสิ่งที่นางมิอาจปฏิเสธได้ “นับแต่นี้ต่อไป...เจ้าอย่ามาให้ข้าเห็นหน้าเจ้าอีก” เซี่ยเหมยกล่าวออกไปด้วยน้ำเสียงที่สงบและจริงจัง ก่อนจะลุกขึ้นเดินไปนั่งหันหลังที่มุมห้องขังอย่างไม่ต้องการเสวนากับจางหมินเย่วอีกต่อไปจางหมินเย่วสะอื้นไห้ในลำคอ ก่อนจะยกยิ้มบางขึ้นมาอีกหน “ขอท่านแม่โปรดรักษาตัวด้วย” นางคุกเข่าลงพร้อมโขกศีรษะกับพื้นเ
บทที่ 67 ท่านยอมรับความจริงเถิดข่าวคราวเรื่องของหนิงอันอวี้ที่มีสภาพไม่ต่างจากตุ๊กตามีชีวิตแพร่สะพัดไปทั่วแคว้น “ไม่จริง...อันอวี้ต้องไม่เป็นอันใด...ไม่จริง...” หยางกุยฮวาที่ได้ยินเช่นนั้นก็ถึงกับคลุ้มคลั่งอาละวาด ก่อนจะเป็นลมจนสิ้นสติไปในทันทีในขณะที่ซ่งฟู่หลงและจางหมินเย่วได้ยินเรื่องดังกล่าวก็ได้แต่ถอนหายใจออกมาอย่างนึกสังเวชใจ “เวรกรรมจริงๆ”จางหมินเย่วหันไปมองซ่งฟู่หลงก่อนจะเอ่ยออกมาด้วยความประหม่า “ใต้เท้า...ข้ามีเรื่องอยากขอร้อง”ซ่งฟู่หลงหรี่ตามองจางหมินเย่ว “เจ้าว่ามาสิ”“ข้าอยากไปเยี่ยมท่านแม่สักครั้ง...ท่านให้ข้าไปได้หรือไม่” จางหมินเย่วกล่าวออกมาในที่สุดแววตาที่อ้อนวอนทอดมองมาที่ซ่งฟู่หลง เขาได้แต่พยักหน้ารับพร้อมกำชับให้องครักษ์คอยคุ้มกันนางเอาไว้อย่างใกล้ชิดจางหมินเย่วพร้อมเล่อจิ้นและองครักษ์อีกสองนายขึ้นรถม้าพร้อมมุ่งหน้าตรงไปยังคุกอาญาในทันทีเซี่ยเหมยถูกกักขังอยู่ในห้องขังตามลำพัง ใบหน้าเหม่อลอย ผมเผ้ากระเซอะกระเซิงอย่างทอดอาลัยตายอยาก นางรู้สึกอับจนและสิ้นหวังเป็นอย่างยิ่งในทันทีที่เซี่ยเหมยเห็นจางหมินเย่วตรงหน้า นางก็ปรี่เข้ามาพร้อมยื่นแขน ออกมาด้านนอกกรงขังหวั
บทที่ 66 ข้ามิอาจให้ท่านทำร้ายได้อีกจางเซี่ยโยวประคองหนิงอันอวี้เข้ามาภายในห้องนอนด้วยท่าทางที่เป็นปกติ แม้ว่าภายในใจนั้นกลับตื่นเต้นระคนหวาดหวั่นไปพร้อมกัน สุราและอาหารถูกจัดเรียงไว้อย่างพร้อมสรรพหนิงอันอวี้เข้ามาภายในห้องนอน เขามิได้ใส่ใจกับสิ่งใดตรงหน้า หนิงอันอวี้กระชากร่างของจางเซี่ยโยวเข้าหาตัวพร้อมบดขย้ำนางด้วยความอัดอั้นในอารมณ์ ริมฝีปากหนาบดขยี้ริมฝีปากบางอย่างดุนดันและตะกละตะกลามจางเซี่ยโยวร้องอู้อี้ออกมา นางพยายามดิ้นรนขัดขืนก่อนจะสะบัดตัวออกจากการเกาะกุมได้ในที่สุด การกระทำดังกล่าวส่งผลให้หนิงอันอวี้มีท่าทางฉุนเฉียวและหงุดหงิดใจขึ้นมาในทันทีจางเซี่ยโยวรีบปรับอารมณ์ให้เป็นปกติอีกครั้ง ก่อนจะยิ้มกว้างอย่างหวานเยิ้มออกมาพร้อมเดินเข้าไปคล้องลำแขนของเขาอย่างประจบเอาใจ “องค์ชาย...ข้าตระเตรียมสุราชั้นดีเอาไว้สำหรับดื่มด่ำในค่ำคืนนี้ หากท่านใจร้อนเช่นนี้จะมิทำให้เสียบรรยากาศหรอกหรือเจ้าคะ”จางเซี่ยโยวกล่าวพลางดึงรั้งหนิงอันอวี้ลงนั่งที่โต๊ะ ก่อนจะหย่อนกายลงนั่งบนตักเขา มือข้างหนึ่งวาดแขนโอบรอบลำคอ ในขณะที่อีกมือหนึ่งก็ยกสุรารินลงในจอกด้วยท่าทางที่เชื่องช้าแต่เย้ายวนในที จางเซี
บทที่ 65 น้อยเนื้อต่ำใจจางเซี่ยโยวโขกศีรษะขอบคุณหนิงเว่ยเจี้ยนอีกครั้ง เมื่อนางได้รับอนุญาตตามที่หนิงเว่ยเจี้ยนได้ให้คำมั่นไว้ นางก็ขอตัวลากลับไปในทันที นางหันหลังเดินออกไปโดยมิได้มองจางหมินเย่วที่อยู่ด้านข้างเลยแม้แต่น้อย“เช่นนั้นลูกก็ขอตัวเช่นกัน” ซ่งฟู่หลงโค้งตัวลาหนิงเว่ยเจี้ยนในทันที พร้อมกระชับร่างของจางหมินเย่วที่ยังคงยืนนิ่งราวกับกำลังอยู่ในความฝัน เหตุการณ์ตรงหน้าซับซ้อนเกินกว่าที่จางหมินเย่วจะสามารถคาดเดาอันใดได้“ฟู่หลง...ต่อไปเจ้าก็ดูแลเย่วเอ๋อร์ให้ดีเล่า” หนิงเว่ยเจี้ยนกล่าวกำชับซ่งฟู่หลงอีกครั้งอย่างนึกเป็นห่วงและเอ็นดู“ขอบพระทัยเสด็จพ่อ...ชายาของข้านั้นดื้อรั้นและโง่เขลา...ต่อไปข้าคงมิอาจให้นางคลาดสายตาไปได้อีก” ซ่งฟู่หลงกล่าวตอบพร้อมปรายตามองจางหมินเย่วอย่างหยอกเย้าจางหมินเย่วได้แต่ยิ้มเจื่อนออกมา พร้อมใบหน้าที่สลดลงไป นางมิได้กล่าวสิ่งใดออกมาอีก นางได้แต่นึกเสียใจในความโง่เขลาของตนเองขณะที่อยู่ลำพังภายในเรือนนอน จางหมินเย่วได้แต่นั่งคอตกหวนคิดถึงความผิดพลาดที่ตนเองได้ก่อขึ้น นางได้แต่รู้สึกหมดอาลัยตายอยาก ทั้งความผิดหวัง ความท้อแท้ ความรันทดใจซ่งฟู่หลงเข้ามานั่ง
บทที่ 50 ทวงภรรยาคืนคำพูดประกาศก้องของซ่งฟู่หลงที่เข้ามาภายในงานแต่งงานเพื่อทวงภรรยาคืน ทำเอาแม่สื่อถึงกับมีท่าทีเลิ่กลั่กขึ้นมา นางกำลังมารับตัวเจ้าสาวแต่กลับพบสามีของนางมาตามตัวถึงที่จวนในขณะที่จางเหวิ่นชิงถึงกับใบหน้าซีดเผือดขึ้นมาเมื่อได้ยินคำกล่าวที่ไร้สาระเช่นนี้ ก่อนจะหันมามองแม่สื่ออย่างพยาย
บทที่ 41 ท่านรักข้าดั่งเช่นที่ข้ารักท่านหรือไม่ซ่งฟู่หลงเดินเข้ามาภายในห้องนอนก่อนจะยอมปล่อยร่างบางลงกับพื้นจางหมินเย่วที่ทรงตัวได้แล้ว นางก็หันหน้ามาโวยวายให้เขาในทันที “ใต้เท้า...ท่านทำเช่นนี้เพื่อสิ่งใดกัน”“เป็นเจ้า” ซ่งฟู่หลงตอบกลับมาอย่างหน้าตาเฉย สายตาคมกริบจับจ้องร่างบางตรงหน้าอย่างไม่วางตาจา
บทที่ 36 เกลี้ยกล่อม“โยวเอ๋อร์...ข้ารักเจ้าด้วยใจจริง...หากเจ้ายอมรับปาก ข้าจะให้เสด็จแม่รีบสู่ขอเจ้าในทันที” หนิงอันอวี้คาดคั้นจางเซี่ยโยวอย่างหนักจางเซี่ยโยวได้ฟังก็ได้แต่นึกลังเลใจ หากบิดาของตนรู้เรื่องเข้าจะต้องโกรธเกรี้ยวและไม่ยอมรับเป็นแน่ เรื่องของจางหมินเย่วยังไม่ทันจางหาย ซ้ำนางยังจะเดินรอย
บทที่ 35 ตำแหน่งชายารองหลังจากกลับมาถึงจวนสกุลจาง จางเซี่ยโยวก็อาละวาดโวยวายเสียงดังลั่นเรือน นางร้องห่มร้องไห้ออกมาด้วยความเสียใจอย่างสุดซึ้ง เซี่ยเหมยเองก็ร้อนใจไม่แพ้กัน นางได้แต่คอยปลอบขวัญบุตรสาวให้คลายความเศร้าใจ“ท่านแม่เหตุใดจึงเป็นเช่นนี้...เหตุใดจึงมิเป็นข้า” จางเซี่ยโยวคร่ำครวญออกมาดั่งใจจ





