Sri_Eahyuni
“Longgar banget, Bun. Enggak kerasa apa-apa,” ujar Mas Ogi, suamiku.
Kalimat sederhana itu seketika menghancurkan hatiku. Bukan hanya karena aku merasa gagal menjadi seorang istri, tetapi juga karena pria yang selama ini kucintai tega membuatku merasa tak berharga di matanya sendiri.
Aku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Menjaga rumah tangga, melayani suami, dan mengubur egoku demi kebahagiaannya. Namun, ternyata semua itu belum cukup untuk membuat Mas Ogi merasa bahagia bersamaku.
Lalu, apa yang salah denganku?
Apakah aku memang sebegitu mengecewakannya, atau justru Mas Ogi yang sudah tak lagi menginginkanku?
Malam itu, air mataku menjadi saksi atas hancurnya harga diriku sebagai seorang istri. Aku lelah terus bertahan dalam hubungan yang membuatku merasa tak berarti.
Hingga akhirnya, aku mengambil keputusan nekat yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.
Keputusan yang bisa menghancurkan rumah tanggaku sendiri, tetapi juga menjadi satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa aku bukan perempuan yang bisa diperlakukan sesuka hati.
Lantas, apa yang sebenarnya kulakukan hingga membuat kehidupan Mas Ogi berubah drastis?
Dan ketika penyesalan datang, akankah semuanya masih bisa diperbaiki?
153