Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
Kejam×
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Penyesalan×
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Kejam Penyesalan Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Kejam Penyesalan short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Aku Tak Punya Siapapun Lagi - undefined novels & stories
Skytree
Dokter berkata, aku hanya sisa tiga hari. Gagal hati akut. Satu-satunya harapan adalah uji klinis yang sangat berisiko, peluang terakhir dan paling tipis bagiku untuk bertahan hidup. Namun, suamiku, David, malah memberikan kuota yang tersisa kepada adik perempuan angkatku, Emma, yang juga merupakan ibu baptis putriku. Kondisi penyakitnya masih dalam tahap awal. Dia bilang itu adalah “pilihan yang tepat” karena dia “lebih pantas untuk hidup.” Aku pun menandatangani dokumen untuk menghentikan pengobatan dan meminum obat pereda nyeri berdosis tinggi yang diresepkan oleh dokter. Ganjarannya adalah organ dalamku akan gagal berfungsi dan aku akan kehilangan nyawa. Ketika aku menyerahkan perusahaan perhiasan dan rancangan desain yang telah aku kerjakan dengan susah payah kepada Emma, ayah dan ibu memujiku karena menjadi “kakak perempuan yang baik”. Ketika aku setuju untuk bercerai dan membiarkan David menikahi Emma, David mengatakan “akhirnya aku bersikap perhatian”. Ketika aku membiarkan anakku untuk memanggil Emma dengan sebutan ibu, anakku bertepuk tangan dengan gembira dan berkata, “Emma adalah ibu yang lembut dan baik.” Ketika aku memberikan semua hartaku kepada Emma, seluruh keluargaku menganggapnya wajar dan tidak melihat sesuatu yang aneh pada diriku. Aku sangat penasaran, apakah mereka masih bisa tertawa setelah mendengar berita kematianku?
Kontrak dan Kebebasan - undefined novels & stories
Shirley
Setelah kematian kakakku, aku menandatangani pernikahan kontrak lima tahun dengan suaminya, Alexander Valendra yang adalah seorang mafia. Aku menjadi ibu tiri bagi keponakanku yang berusia lima tahun, Adriel Valendra. Di hari ulang tahunku, aku memakai kalung berlian milik kakakku yang sudah meninggal tanpa tahu apa maknanya. Saat acara makan malam keluarga, Adriel berjalan mendekat sambil membawa segelas anggur merah dan menyiramkannya ke wajahku. Anggur merah itu menetes di pipiku, aromanya yang tajam menusuk mataku dan mengotori gaunku yang putih. Dia menatapku, sorot matanya sedingin dan sekejam ayahnya. "Jangan pikir kamu bisa menggantikan ibuku hanya karena kamu sudah jadi bagian dari Keluarga Valendra," katanya sambil menyeringai. "Kamulah penyebab kematiannya." "Aku berharap kamulah yang mati. Jadi aku bisa menghancurkan batu nisanmu, dan bukan merayakan ulang tahun konyol ini." "Aku bersumpah, begitu aku dewasa nanti, hal pertama yang kulakukan adalah menenggelamkan kamu ke Sungai Mandira!" Kenangan itu menusuk setajam anggur tadi, dan yang bisa kurasakan hanyalah putus asa. Aku menatap anak yang sudah kuasuh selama lima tahun seperti anakku sendiri, dan rasa perih menusuk di dadaku. Aku dulu berpikir aku bisa sepenuhnya menyerahkan diriku untuk Keluarga Valendra, dan memenangkan hatinya dengan kasih sayang. Namun sekarang, aku hanya lelah dengan semuanya. Keluarga ini tak punya cinta, dan anak itu memandangku seperti musuh yang harus dihancurkan. Aku berhenti menipu diri sendiri. Sudah waktunya untuk melepaskan semuanya. Namun setelah aku pergi, Alexander dan Adriel kembali padaku, merayap seperti pecundang yang ketakutan, dan memohon ampun padaku.
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku - undefined novels & stories
Gold
Sejak sudah bisa mengingat sesuatu, aku tahu kalau ibuku membenciku. Saat aku berusia tiga tahun, dia memberiku obat tidur. Di usia lima tahun, dia menyuruhku minum racun serangga. Tetapi aku tidak mudah mati. Dan ketika berusia tujuh tahun, aku belajar melawannya tanpa ada yang mengajariku. Kalau dia tidak memberiku makan, aku akan membalikkan meja makan agar semuanya juga tidak bisa makan. Kalau dia memukuliku dengan tongkat hingga terguling di lantai, aku akan memukuli anak laki-laki yang paling dia sayangi hingga wajahnya lebam. Aku sangat keras kepala dan terus melawan hingga usia dua belas tahun. Sampai ketika adik perempuanku yang paling kecil lahir. Dengan gerakan tangan yang canggung, aku mencoba mengganti celana anak kecil yang basah itu. Ibu langsung membantingku ke dinding dengan keras. Dia menatapku dengan jijik dan ketakutan. “Apa yang mau kamu lakukan pada anak perempuanku?” “Dasar anak tukang pemerkosa! Kenapa kamu tidak mati bersamanya saja?!” Saat itu juga, aku akhirnya mengerti mengapa dia tidak pernah mencintaiku. Aku menutup kepalaku yang berdarah dan untuk pertama kalinya tidak melawan saat dipukuli. Dan untuk pertama kalinya juga, aku merasa apa yang dia katakan itu benar. Keberadaanku adalah sebuah kesalahan. Aku seharusnya mati.
Salah Paham yang Terlambat Untuk Diluruskan - undefined novels & stories
Moore
Pada hari ulang tahunku yang ke-12, saat Ayah dan Ibu sedang membawaku ke taman hiburan, terjadi kecelakaan mobil akibat rem blong. Kakakku, yang merupakan pemimpin mafia, menimpakan seluruh kesalahan atas kematian orang tua kami kepadaku. Dia benar-benar membenciku, tetapi memanjakan adikku yang dua tahun lebih muda dariku, Elvara, seolah dia adalah harta paling berharga. Bahkan setelah aku meninggal, jantungku pun diambil dan dipindahkannya ke tubuh Elvara. Aku tidak akan pernah melupakan saat penyakitku kambuh dan aku pergi mencarinya untuk meminta pertolongan. Tatapan mata Kakak saat itu dipenuhi rasa muak dan kebencian. "Kirana, apa ada yang benar-benar jujur dari semua perkataanmu? Memangnya seru ya pura-pura sakit terus setiap hari? Aku sudah muak sama kebohonganmu!" Namun sesaat kemudian, dia berbalik dan berbicara dengan lembut kepada Elvara, "Jangan takut, donor jantung akan segera ditemukan. Kakak nggak akan membiarkanmu mati!" Belakangan, ketika Kakak melihat tubuhku yang telah hancur tak berbentuk, dia pun benar-benar runtuh.
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan - undefined novels & stories
Forest
Menikah selama delapan tahun dengan suamiku, setiap tahun di hari ulang tahun pernikahan kami, dia selalu mengatakan maskapai sudah mengatur penerbangan untuknya dan memberiku sepasang anting-anting mahal untuk membujukku. Namun di hari ulang tahun pernikahan kami tahun ini, aku tidak sengaja mendengar candaannya dengan teman-temannya. “Kak Rio, setiap tahun di hari ulang tahun pernikahan, kamu selalu bersama Nadia, apa Jessica sama sekali tidak menyadarinya?” “Pantas saja dia tidak bisa hamil, bagaimana pun ketika giliran dia, kamu sudah kehabisan tenaga.” Rio Aditya menghembuskan asap rokok dan menjawab, “Nadia meninggalkan segalanya demiku, aku harus memberinya sebuah keluarga.” “Sedangkan Jessica, sejak dia keguguran aku sudah tidak mencintainya lagi. Jika waktunya sudah tiba aku akan mengajukan cerai, meskipun ini tidak adil baginya, tapi aku akan mencari cara untuk menebusnya dengan uang.” Sepertinya Rio tidak akan memiliki kesempatan itu lagi, di hari ulang tahun pernikahan kami, aku didiagnosis kanker ovarium stadium akhir. Jika sudah tidak cinta, aku juga sudah siap meninggalkannya. 'Rio, mulai sekarang kita akan berpisah dengan damai dan tidak akan bertemu lagi.'
Membiarkanku Jadi Pasien Terakhir - undefined novels & stories
Lintang
Dalam perjalanan untuk mendaftarkan pernikahan, kami mengalami kecelakaan mobil. Aku dan adik angkatku, Jemima, yang berada di mobil yang sama, langsung dilarikan ke rumah sakit. Ibuku yang dikenal sebagai salah satu dokter bedah terbaik di rumah sakit itu, hanya melirik sekilas ke arah diriku yang punggungnya sudah berlumuran darah. Kemudian, dia buru-buru memanggil seluruh tenaga medis untuk memeriksa Jemima yang hanya mengalami luka sepanjang lima sentimeter di lengannya. "Luka Mima kelihatan jelas dari luar. Kalau nggak segera ditangani, nanti bisa meninggalkan bekas!" "Kita ini ibu dan anak kandung. Kalau sekarang Ibu mendahulukanmu, orang-orang pasti bakal bilang Ibu pilih kasih!" "Setelah luka Mima selesai ditangani, Ibu akan datang mengurus lukamu!" Aku tidak punya pilihan selain menarik tangan tunanganku yang baru saja selesai mengenakan jas dokter. "Raditya, tolong aku ...." Hanya saja sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku, dia sudah menepis tanganku dengan dingin. "Kamu duduknya di kursi belakang yang paling aman. Mima duduk di kursi penumpang depan. Memangnya lukamu bisa lebih parah daripada dia?" "Claudia Lukman, bisa nggak sekali saja kamu berhenti rebutan sama Jemima?" Tanpa menoleh padaku sedikit pun, Raditya langsung bergegas masuk ke ruang gawat darurat dengan raut wajah penuh kecemasan. Namun, Raditya melupakan satu hal. Saat kecelakaan terjadi, dialah yang membanting setir ke arah berlawanan untuk melindungi Jemima yang duduk di kursi depan. Akibatnya, aku yang duduk di belakang justru menerima sebagian besar benturan. Ibuku juga lupa bahwa gelang merah yang terpasang di pergelangan tanganku mengartikan satu hal, yaitu kondisiku kritis. Kesadaranku mulai mengabur. Aku tahu pecahan kaca yang sudah menancap ke dalam tubuhku itu sebentar lagi akan merenggut nyawaku.
Saat Cinta Menjadi Racun - undefined novels & stories
Tomorrow
Pada tahun kelima pernikahan kami, aku melakukan sesuatu yang sangat bodoh. Aku mengusir simpanan kesayangan Joshua Catra keluar dari negeri ini, berharap ia bisa berubah pikiran dan kembali padaku. Namun setelah ia tahu, ia tidak mengatakan apa pun. Hanya dalam sekejap, ia membuat keluargaku bangkrut. Memaksa ayahku berlutut dan membuat ibuku beruban dalam semalam. Sekarang, ia berdiri di depanku dengan wajah suram, bersiap untuk melayangkan tangannya padaku. "Stella, salahku karena terlalu baik padamu, sampai kau lupa batasmu." "Sekarang giliranmu merasakan seperti apa rasanya hidup lebih buruk dari mati."
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja - undefined novels & stories
Semi
Sehari setelah wanita yang dianggap cinta sejati oleh suami Therina itu memfitnah bahwa Therina telah menabraknya dengan mobil, suami Therina bersama kedua putra mereka menggantung adik laki-laki Therina di atas kuali minyak raksasa yang mendidih, mengancam akan menggorengnya hidup-hidup. Therina berlari ke sana seperti orang gila, tetapi para pengawal menahannya dengan kuat. "Sudah tahu kesalahanmu?" Vandero berdiri di samping dengan setelan rapi. Sorot matanya dingin dan tajam, suaranya pun terdengar dingin, "Setelah ini, masih berani menyakiti Sylva lagi?" "Aku nggak menabraknya!" Therina menangis sambil meronta. "Vandero, lepaskan adikku! Dia baru delapan belas tahun, baru saja diterima di ITB!"
Nyawaku Untuk Obatmu - undefined novels & stories
Flower
Saat suamiku mengancam akan menceraikanku untuk keseratus kalinya, demi memintaku berkorban demi adikku... Aku tidak menangis atau membuat keributan dan menandatangani surat cerai tanpa banyak bicara. Aku menyerahkan pria yang telah kucintai selama sepuluh tahun kepada adikku. Beberapa hari kemudian, adikku membuat pernyataan keterlaluan di sebuah pesta, dan menyinggung keluarga yang berpengaruh. Aku sekali lagi dengan sukarela memikul tanggung jawab itu, menanggung semua konsekuensinya demi adikku. Bahkan ketika mereka kemudian memintaku menjadi subjek uji coba obat untuk penelitian adikku, aku pun menerimanya tanpa ragu. Ayah dan ibu berkata, akhirnya aku menjadi anak yang penurut dan pengertian. Bahkan suamiku yang biasanya dingin pun berdiri di samping ranjang rumah sakit, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, membelai pipiku dengan lembut dan berkata, "Jangan takut, eksperimennya tidak akan membahayakan nyawamu. Setelah kamu keluar, akan kubuatkan makanan enak untukmu." Tapi dia tidak tahu, mau eksperimennya berbahaya atau tidak, dia tidak akan pernah bisa menungguku lagi. Karena aku mengidap penyakit mematikan, dan sebentar lagi aku akan mati.
Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain - undefined novels & stories
Nirmala
Hujan deras datang tanpa henti, banjir mulai menggenangi parkiran bawah tanah, dan aku segera menghubungi pacarku. "Tolong aku … Wibi, aku terjebak di parkiran! Pintu darurat terkunci!” Suara Wibi di telepon terdengar kesal, "Yuni, cukup sudah! Kucing Maya naik ke pohon dan nggak bisa turun. Kami sedang sibuk sekarang!" Dia menutup telepon tanpa peduli permohonanku, membawa tim penyelamat terdekat untuk menyelamatkan seekor kucing, dan meninggalkanku tanpa jalan keluar.
Penyesalan yang Dimulai dari Pemakaman - undefined novels & stories
Sianna
Sepuluh hari setelah longsor salju, suamiku akhirnya teringat padaku. Cinta pertamanya menderita anemia aplastik dan sangat membutuhkan sumsum tulangku. Dia pulang dengan membawa formulir persetujuan donor supaya aku bisa menandatanganinya. Namun, dia malah mendapati rumah yang kosong. Kelly bersandar lemah padanya. "Apa Vanessa begitu membenciku, makanya dia sengaja kabur dari rumah karena nggak mau donorkan sumsum tulangnya? Sudahlah, aku masih bisa bertahan beberapa saat." Kelvin menghibur Kelly dengan lembut, "Aku nggak akan membiarkan apa pun terjadi padamu. Cuma minta dia donorkan sumsum tulang kok. Itu nggak akan membunuhnya." Kelvin mengeluarkan ponsel dan mengirimiku pesan. [ Nggak peduli di mana pun kamu berada, segera kembali untuk tandatangani formulir persetujuan donor. ] [ Kamu nggak boleh begitu egois! Penyakit Kelly sangat parah. Kalau nggak segera jalani transplantasi sumsum tulang, dia akan meninggal. Cuma mau kamu donorkan sumsum tulang kok, bukan mau ambil nyawamu! ] [ Kalau kamu nggak setuju, aku akan putuskan biaya pengobatan ibumu! ] 'Kelvin, aku meninggal setelah kamu bawa Kelly pergi dari resor ski. Aku dan anak dalam kandunganku sudah mati terkubur dalam longsor salju. Demi menolongku, ibuku diterkam serigala dan juga sudah meninggal. Kenapa kamu nggak tahu?'
Sosok Liar Putra Mahkota yang Tersembunyi - undefined novels & stories
Wind
Semua orang tahu bahwa Putra Mahkota Harjuna adalah sosok yang elegan dan berbudi luhur. Di ibu kota, entah berapa banyak putri keluarga bangsawan yang mendambakannya sebagai calon suami. Namun, tak seorang pun tahu betapa liarnya dirinya saat malam tiba, saat dia menindih Keswari di atas ranjang dan mempermainkannya tanpa henti. Pada malam ke-1.001 sejak mereka diam-diam bertemu di lorong rahasia, Keswari terbaring lemas di atas selimut sutra yang berantakan. Sambil menatap Harjuna yang tampak benar-benar puas, dia akhirnya memberanikan diri untuk berbicara. "Pangeran, setengah bulan lagi, Pangeran akan menikahi Kak Manika dan membawanya ke Istana Timur ...." Jari-jari Keswari mencengkeram ujung selimut erat-erat. Suaranya begitu pelan hingga nyaris tak terdengar. "Bisakah ... pada hari yang sama ... Pangeran juga menerimaku sebagai selir?" Gerakan Harjuna yang sedang mengikat sabuk pakaiannya seketika terhenti. "Nggak bisa." Dia berbalik. Wajahnya yang tampan tampak jauh lebih dingin di bawah cahaya lilin. "Aku sudah berjanji pada Manika. Seumur hidup ini, hanya akan ada dia seorang. Aku nggak akan menerima selir." Wajah Keswari seketika memucat. "Kalau begitu ... aku ini dianggap apa?"
Setelah Aku Meninggal, Putriku Meneleponnya - undefined novels & stories
Naditya
Lima tahun setelah aku meninggal, putriku, Elsy menelepon Gavin Geraldy. Elsy bertanya pada Gavin, "Kamu suka ibuku?" Dia melihat kalimat yang tertera di buku harianku. "Gavin, kamu suka aku?" Tak disangka, Gavin malah menjawab dengan nada sinis, "Ibumu yang suruh kamu tanyakan ini? Anak sendiri pun dia tega manfaatkan? Wanita murahan ini. Sudah nikah sama ayahmu, masih mengharapkanku?"
Takdir yang Sulit Ditempuh - undefined novels & stories
Latifa Raihah
Kakak tiriku sangat membenciku. Dia membenci kedatanganku dan ibuku, membenci kami karena merusak keluarganya yang terlihat harmonis. Setiap kali melihatku, dia akan selalu menunjukkan wajah dingin. Dia akan mengatakan bahwa aku menjijikkan, lalu dengan kejam bertanya kapan aku akan mati. Pada akhirnya, aku memenuhi keinginannya. Namun, dia menyesalinya. Dia menangis, memohon agar aku bisa kembali. Dia mengatakan bahwa dia seharusnya tidak putus denganku, tidak seharusnya memperlakukanku dengan kasar. Hanya saja, aku sudah mati. Untuk apa lagi dia menunjukkan sikap penuh kasih seperti ini?
Bunga yang Tumbuh di Kegelapan - undefined novels & stories
Ekasari
Pada hari pernikahan kami, ayahnya Kevin bunuh diri di kamar kami dengan meninggalkan wasiat berisi tuduhan bahwa aku yang telah membunuhnya. Sejak itu, Kevin sangat membenciku. Dia berkata, “Laras Pradipta, kamu seharusnya hidup sengsara untuk menebus semua dosamu.” Sesuai keinginannya, kemudian hari aku menjadi gelandangan tanpa rumah. Aku kehilangan akal sehat sekaligus suaraku. Hidupku bahkan tak lebih baik dari seekor anjing. Namun, dia malah menyesal.
Di Hari Anak, Aku Mati Di Tangan Adik AI - undefined novels & stories
Ben
Ibuku adalah doktor AI terkemuka. Tidak lama setelah aku lahir, ibuku secara khusus menciptakan seorang adik perempuan AI untukku. Ibuku mengatakan, adik AI itu dibekali sistem pendeteksi kebohongan paling akurat di dunia. Kalau aku berbohong, dia pasti bisa tahu. Sejak saat itu, adik AI menjadi hakim yang menentukan nasibku. Setiap kali dia mengeluarkan peringatan, sekalipun aku tidak berbohong, ibuku tetap menampar dan mengurungku di ruangan sempit dan gelap. Aku pernah membela diri, juga pernah melawan. Namun, ibuku tetap yakin bahwa AI ciptaannya tidak mungkin melakukan kesalahan. Sejak itu, ibuku makin yakin bahwa aku memang pembohong. Pada Hari Anak Nasional, untuk pertama kalinya ibu mengajakku dan adik pergi ke taman hiburan. Saat melihat tempat bungee jumping yang setinggi puluhan meter, aku menekan dadaku yang nyeri luar biasa sambil menggelengkan kepala. Adik AI menampilkan laporan data dengan ekspresi dingin, "Detak jantung Kakak yang nggak normal disebabkan karena dia sedang berbohong. Hasil pemindaian seluruh tubuh menunjukkan kondisinya sehat." Wajah ibuku langsung muram, lalu menarik telingaku sambil menyeretku sampai di area bungee jumping. "Masih berani bohong! Kamu harus lompat hari ini!" Ketika tubuhku mulai melayang, jantungku terasa seperti diremas, rasa sakitnya membuatku sulit bernapas. Penglihatanku makin kabur, tetapi ibu masih terus memarahiku karena sifat suka berbohongku tidak berubah. Air mata bercampur darah mengalir dari sudut mataku. 'Ibu, kali ini aku benaran nggak bohong.' 'Aku sudah mati, kelak nggak akan bisa bohong lagi.'
Saat Aku Tak Lagi Meronta - undefined novels & stories
Peppa
Ibu mengantarku untuk melakukan pemeriksaan psikologis. Saat mengisi formulir, baru saja aku mencentang "sering merasa sedih", Ibu langsung mengulurkan tangan dan mencoretnya. "Mana mungkin kamu merasa sedih? Siapa di rumah yang memperlakukanmu dengan buruk?" Saat aku memilih "takut berkomunikasi dengan orang lain", dia kembali mengerutkan kening. "Waktu kecil kamu ceria banget, jangan asal isi." Aku tidak membantah. Ketika dia bilang aku tidak sedih, aku mengubahnya menjadi "tidak pernah". Ketika dia bilang tidurku sangat nyenyak, aku menghapus pilihan "sering insomnia". Setelah satu formulir selesai diisi, hampir setiap jawaban telah kuubah sesuai dengan kemauannya. Ibu mengamatinya dua kali, lalu mengangguk puas. “Nah, begini baru benar, mana boleh isi sembarangan? Nanti kalau hasilnya salah dan orang sehat malah dibilang sakit, bagaimana?" Pada akhirnya, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semuanya normal. Ibu pun akhirnya bisa menghela napas lega. Dalam perjalanan pulang, aku terus meraba bekas luka di balik lengan bajuku. Detak jantungku terdengar sangat jelas, tetapi dunia di depanku pelan-pelan kabur dan menjauh. Hingga akhirnya yang tersisa hanyalah ruang hampa, keheningan dan kesunyian yang mematikan.
Melupakan Pria Berengsek - undefined novels & stories
Bianca Hazel:
Malam sehari sebelum pernikahan, aku mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan pendarahan hebat hingga nyawaku terancam. Kecelakaan tersebut direncanakan oleh teman wanita masa kecil tunanganku. Sahabatku mencoba menelepon tunanganku, tetapi tidak diangkatnya. Dia hanya mengirimkan sebuah pesan. "Gita sedang flu, jadi aku sedang sibuk." Sahabatku kemudian menelepon tunangannya, seorang selebritas papan atas yang memiliki banyak koneksi. Panggilan tersambung, tetapi hanya terdengar pacarnya berkata, "Gita sedang sakit, dia sangat butuh aku menemaninya di saat-saat seperti ini." Tindakan penyelamatan dilakukan semalaman dan aku berhasil melewati masa kritis. Di kamar inap, aku dan sahabatku saling memandang dan berkata serempak. "Aku nggak ingin nikah." Tidak ada yang menyangka apa yang akan terjadi setelah kami mengambil keputusan itu. Masing-masing pasangan kami menjadi gila setelah menerima pemberitahuan pembatalan pertunangan.
Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil - undefined novels & stories
Bisyarah Syifa
"Ma, tolong aku! Ayah mengunciku di dalam mobil." Aku menerima telepon dari putriku pada pukul 2 siang di musim panas saat matahari sangat terik. Aku panik ingin menyelamatkannya dan buru-buru menelepon suamiku. Tapi, begitu telepon diangkat, suaranya terdengar tidak sabar. "Anak Olivia sedang ngambek, aku mau menemaninya berkeliling taman hiburan. Jangan ganggu aku!" Mendengar suara panggilan diputus, hanya satu yang ada dalam benakku. Kalau terjadi apa-apa pada putriku, kalian harus membayarnya!
Rahasia yang Tak Kau Ketahui - undefined novels & stories
Daliah Wahidah
Tahun ketika pacarku mengalami kecelakaan dan kehilangan penglihatannya, aku tiba-tiba hilang. Setelah penglihatannya pulih, dia menggunakan berbagai cara untuk menemukanku dan akhirnya menahanku di sisinya. Semua orang bilang aku adalah cinta sejatinya. Meskipun aku mencampakkannya, dia tetap tidak menyerah. Hingga suatu saat, dia membawa calon istrinya ke hadapanku. "Elena, gimana rasanya dikhianati?" Aku menggeleng dan tersenyum tipis. Bagiku, kesedihan ini akan berlalu dengan cepat. Lagi pula, aku akan segera melupakannya.
PREV
123
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status