Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

26
All
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Show more

Plot & Setting

27
Pernikahan×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Pernikahan Short Stories & Novels

Discover a collection of enchanting Pernikahan short stories that explore the depths of passion. Perfect for readers seeking one-hour short stories to inspire and ignite their imagination about Pernikahan.
Mengubah Kehangatan Menjadi Penyesalan - undefined novels & stories
Nia
Pada hari ketika Marcel Davka kembali ke Hangkang setelah membunyikan lonceng pembukaan perdagangan di Wolstrit, ambang pintu rumah Keluarga Ehren nyaris rusak karena didatangi banyak orang. Semua orang berkata bahwa Kana Ehren, putri sulung Keluarga Ehren yang manja dan angkuh, telah bertaruh pada orang yang tepat. Di kawasan kumuh, dia berhasil menemukan menantu yang luar biasa berbakat. Namun, beberapa hari terakhir ini Kana justru sangat gelisah. Penyebabnya, dia terus dihantui oleh sesosok hantu perempuan. Semua itu bermula sejak Marcel berangkat ke Amriga. Tiba-tiba, di sisinya muncul sosok hantu perempuan gila yang hanya bisa dilihat oleh Kana. Sosok itu mengaku sebagai dirinya di masa depan. Hantu perempuan itu memiliki wajah yang sama persis dengannya, tetapi penuh bekas luka. Suaranya serak, tatapannya kosong. Rambutnya kering dan kusut, dengan ujung-ujung yang tidak rata seolah pernah terbakar. Dia seperti orang gila, bahkan bicara pun tidak jelas, menangis siang dan malam tanpa henti. Sampai hari ini, pada pesta perayaan keberhasilan Marcel. Kana berdandan dengan sangat cantik dan membawa buket mawar di tangannya. Namun, tepat saat hendak mendorong pintu masuk, tangan hantu perempuan yang penuh luka itu menekan tangannya. "Jangan masuk. Kehormatan yang dia raih bukan milikmu, tokoh utama malam ini juga bukan dirimu."
Saat Perang Berakhir, Hidup Baruku Dimulai - undefined novels & stories
Myosotis
Setelah perang berakhir, aku berikan tiga puluh tahun hidupku ke Jordan Handoko. Aku bangun kerajaan bisnisnya dari nol, besarkan anak-anak kita, dan jadi sosok yang diam-diam jaga keutuhan keluarga dari balik layar. Namun ketika dia meninggal, namaku nggak tercantum sedikit pun di dalam surat wasiatnya. Separuh dari seluruh hartanya diwariskan ke anak-anak kita. Sementara separuh lainnya diserahkan kepada Lisa Celindo, putri dari pria yang konon telah selamatkan nyawanya di Notama. Lisa yang sama. Perempuan yang telah curi identitasku. Perempuan yang bangun seluruh kehidupannya di atas puing-puing kehidupanku sendiri. Yang Jordan tinggalkan untuk aku hanyalah selembar catatan singkat, ditulis dengan tulisan tangannya yang begitu aku kenal. [Aku cinta kamu. Kita telah jalani tiga puluh tahun yang indah bersama. Tapi aku utang ke Lisa dan cuma ini yang bisa aku lakukan untuk balas budinya.] Saat itu juga, di ruang kerjanya, aku roboh karena serangan jantung. Jemari tanganku masih genggam erat secarik kertas menyedihkan itu. Ketika buka mataku kembali, aku terlahir lagi di tahun 1945, saat perang baru saja usai. Kali ini, aku nggak akan lagi telan semua kemarahan dan penderitaanku dalam diam. Aku akan lawan dan aku akan rebut kembali setiap hal yang memang sejak awal jadi milikku.
Dekat di Mata, Jauh di Hati - undefined novels & stories
Anl
Akibat sebuah kecelakaan mobil, Evelyn koma selama tiga tahun. Saat terbangun kembali, semua orang berkata bahwa dia telah berubah. Evelyn yang dulu selalu suka menempel pada Juan, kini bahkan bisa beberapa hari tidak mencarinya sama sekali. Ketika mengetahui Juan sakit dan dirawat di rumah sakit, dia hanya menyuruh orang merebus sup ayam lalu mengantarkannya. Dia tidak pernah bertanya saat pria itu pulang larut malam. Bahkan katanya Juan telah memiliki wanita lain di luar sana, dia juga tidak peduli. Hingga pada hari itu, saat sedang menonton para model pria menari di sebuah bar, sahabatnya mengirimkan sebuah foto. Di aula perjamuan yang megah dan mewah, Juan menggandeng tangan seorang wanita, menggendong seorang anak, dan berdiri di pintu menyambut para tamu. Terdapat tulisan di spanduk elektronik di atas kepala mereka. [Selamat kepada Juan atas kelahiran putranya. Semoga seluruh keluarga berbahagia dan selalu diberkahi kesehatan ….] Sahabatnya mendekat dengan penasaran, “Katanya kamu sudah tidak peduli pada Juan. Aku tidak percaya. Dia bahkan sudah punya anak dengan wanita pengganti itu. Apa kamu masih bisa tidak peduli?” Evelyn mengangkat alisnya. Setelah menyelipkan beberapa lembar uang ke dalam celana model pria itu, dia pun bangkit dari sofa. “Kok bisa tidak peduli? Suamiku dikaruniai seorang putra. Sebagai istri sah, tentu aku harus datang menjenguk.”
Kutahan 3 Tembakan Peluru, Pria Itu Malah Menikahi Wanita Lain - undefined novels & stories
April
Naya menahan tiga tembakan demi Dallas, paman kecilnya yang selalu bersikap dingin dan sulit didekati itu. Setelah itu, Nyonya Tua Keluarga Mansyur akhirnya mengangguk dan mengizinkan Naya menikah dengan Dallas. Namun, saat Naya masih terluka dan tak sadarkan diri, Dallas justru mengumumkan bahwa wanita yang akan dinikahinya adalah Elena, mahasiswi kurang mampu yang selama ini dibiayai oleh keluarganya, Keluarga Mansyur. Begitu pengumuman itu keluar, seluruh kota langsung gempar. Bagaimanapun juga, semua orang tahu betapa kerasnya sifat Naya, bunga mawar yang dirawat oleh Dallas sendiri. Sementara Elena hanyalah seorang reporter magang di Harian Garinda. Dia sama sekali tidak cukup pantas untuk dianggap sebagai lawan Naya. Karena itu, saat Naya muncul di pesta pertunangan Dallas dan Elena, hampir semua tamu yang hadir yakin bahwa gadis yang selalu bertindak semaunya dan jatuh cinta pada sahabat beda usia mendiang ayahnya itu, pasti akan kembali membuat keributan besar. Bahkan Dallas pun langsung memasang ekspresi dingin. Tanpa sadar, dia melindungi Elena di belakangnya sambil memperingatkan dengan nada tegas, "Naya, jaga sikapmu." Namun, Naya hanya melengkungkan bibirnya, lalu memperlihatkan senyuman yang begitu cerah kepada mereka berdua. Dengan nada yang sangat manis, dia berkata, "Selamat ya, akhirnya Om menemukan belahan hati Om."
Menyia-nyiakan Ketika Dia Ada, Menyesal Setelah Dia Pergi - undefined novels & stories
Juju
Semua orang mengatakan bahwa Carmel adalah primadona tercantik di Kota Nansa. Kulitnya putih, wajahnya menawan, dan sifatnya bebas serta penuh percaya diri. Pada saat masih bersenang-senang di luar negeri, dia tiba-tiba dipanggil pulang oleh ayahnya melalui sebuah telegram kilat. Di telegram itu hanya ada satu kalimat. [ Segera pulang dan menikah dengan Alfons. ] Alfons adalah perwira termuda sekaligus paling menjanjikan di militer. Sifatnya dingin, tertutup, disiplin, dan sangat menjunjung aturan. Benar-benar bertolak belakang dengan Carmel. Carmel menyukai keramaian, sedangkan Alfons menyukai ketenangan. Carmel bertindak sesuka hati dan sudah tak terhitung berapa banyak ulah nekat yang pernah dilakukannya, sementara Alfons selalu mematuhi aturan dan menjadikan disiplin militer sebagai prinsip yang tak boleh dilanggar.
Cinta Yang Terpenjara Muslihat dan Ancaman - undefined novels & stories
Moura
Pada hari pendaftaran pernikahan dengan kekasihku yang seorang pengusaha muda sukses, asisten wanitanya yang licik justru mendahuluiku dengan menyerahkan kartu identitasnya sendiri ke petugas. Akta pernikahan yang awalnya diniatkan untuk kami, kini menjadi terdaftar atas namanya dan kekasihku. Aku hanya menginterogasi beberapa pertanyaan, tetapi wanita itu mendadak langsung berlutut di lantai dan berkata kepadaku dengan penuh kepedihan. "Kak Novia, ini semua salahku! Kalau bukan karena harus mengurus kartu keluarga agar bisa mendaftarkan anakku ke sekolah, aku tidak akan pernah mengambil tindakan ekstrem seperti ini dan buat pernikahan palsu dengan Kak Julio." Dia bahkan menangis tersedu-sedu dan mengancam akan membenturkan kepalanya ke dinding untuk menebus kesalahannya. Kekasihku yang biasanya selalu bersikap bijaksana, kali ini bukannya membelaku, dia malah menampar wajahku di depan umum. "Diana itu ibu tunggal. Dia melakukan semua ini hanya demi anaknya. Kenapa kau harus perhitungan begitu?" "Ini kan cuma selembar akta nikah. Aku akan menceraikannya saat anak Diana sudah berhasil masuk sekolah. Apa salahnya menunda sebentar? Apa kau mau membuatnya mati hanya gara-gara ini?" "Cepat berlutut dan minta maaf pada Diana sekarang juga. Berikan setengah gajimu untuknya sebagai kompensasi. Kalau kau patuh, aku bisa pinjamkan akta nikah itu agar bisa kau foto dan pamerkan di grup obrolan keluarga. Kalau tidak, jangan harap untuk bisa membuat akta nikah denganku." Aku tersenyum dingin. "Kalau begitu, aku tidak akan membuatnya." Aku bukan hanya tidak menginginkan lagi akta itu, tetapi aku juga sudah tidak menginginkan pria itu.
Janji Ke Delapan Belas Kali - undefined novels & stories
Aman
Saat dia memberitahuku bahwa pendaftaran pernikahan kami akan ditunda lagi, aku sedang mengambil sendok sup. “Lain kali saja, ya.” Toni meletakkan sendok, nada suaranya terdengar santai seolah sedang mengomentari cuaca cerah di hari itu. Aku menyuapkan sesendok bubur, mengunyah perlahan, dan menelannya. “Iya.” Dia melirik ke arahku lalu menundukkan pandangan untuk mengambil lauk, namun saat sendoknya menjangkau piring, dia kembali menatapku. “Apa kau marah?” Aku menyendok bubur lagi, nada suaraku sangat tenang. “Tidak.” Pesta pernikahan kami telah digelar enam bulan lalu, dan pendaftaran pernikahan ini telah ditunda untuk ketujuh belas kalinya. Dia sudah terbiasa. Aku juga sudah terbiasa. Aku makan perlahan, dan menghabiskan bubur di mangkukku. Dia tidak menyentuh sendoknya lagi. Setelah menghabiskan suapan bubur terakhir, aku bangkit berdiri untuk membersihkan meja makan. Saat aku berjalan melewatinya, dia tiba-tiba meraih pergelangan tanganku. "Linda, Senin depan. Aku pasti akan datang." "Lagipula, kita sudah menikah. Jadi, tidak masalah kalau harus menunggu beberapa hari lagi." "Jangan khawatir, aku tidak akan ingkar janji lagi." Aku menunduk, menatap tangannya yang menahanku, lalu beralih menatap wajahnya dan tersenyum. "Oke." Dalam enam bulan, dia telah mengucapkan kata-kata “minggu depan” sebanyak sembilan kali, “pasti” sebanyak tiga belas kali, dan kata “jangan khawatir” sebanyak enam belas kali. Namun, kami masih belum juga mendaftarkan pernikahan ini. Dan untuk minggu depan, kami masih tetap tidak akan mendapatkannya. Karena kali ini, akulah yang akan membatalkan janji.
Cintaku Sirna di Gunung Suci - undefined novels & stories
Olen
Aku adalah Gadis Suci terakhir dari Suku Pegunungan Salju, yang mampu memanjatkan permohonan kepada para dewa atas nama orang lain. Harganya, setiap kali aku mengabulkan satu permohonan, tubuhku akan kembali menjadi lebih muda. Saat bertunangan dengan Charlie, usiaku dua puluh delapan tahun. Pada tahun ketiga pertunangan kami, dia mengalami kecelakaan pesawat dan berada di ambang kematian. Untuk pertama kalinya, aku memanjatkan permohonan kepada para dewa. Dia pun selamat. Sementara usiaku kembali menjadi dua puluh tiga tahun. Pada tahun kelima pertunangan kami, perusahaannya bangkrut dan dia nekat melompat dari gedung. Untuk kedua kalinya, aku memanjatkan permohonan. Dia kembali kaya. Sementara usiaku berubah menjadi delapan belas tahun. Pada tahun ketujuh pertunangan kami, dia membawa pulang seorang wanita yang mengidap penyakit mematikan, lalu berlutut di hadapanku memohon agar aku menyelamatkannya. Aku menggeleng. "Aku nggak bisa nyelamatin dia." "Kalau aku panjatkan permohonan sekali lagi, usiaku akan kembali jadi tiga tahun." "Kalau itu terjadi, aku bukan lagi tunanganmu, dan aku juga nggak akan mengingatmu." Namun Charlie hanya mencibir. "Dua kali kamu nyelamatin aku dan kamu tetap baik-baik saja. Masa menyelamatin dia sekali saja bisa bikin kamu mati? Janice, jangan tutupin sikapmu yang nggak berperasaan dengan alasan yang terdengar begitu mulia." Pada akhirnya, dia berdiri di tepi tebing Gunung Suci dan mempertaruhkan nyawanya sendiri demi memaksaku mengalah. Dan akhirnya aku tetap menyelamatkannya. Keesokan harinya, wanita itu sembuh total. Charlie memeluknya dengan penuh kelembutan. Lalu dia mengangkat wajahnya dan berkata kepadaku, "Setelah kondisinya benar-benar stabil, aku akan datang untuk nikahin kamu." Aku menatap kedua tanganku yang telah mengecil seperti tangan seorang anak kecil, lalu berbalik pergi. Tidak perlu. Tiga hari lagi, aku akan berubah menjadi seorang bayi.
Dua Dunia, Satu Hati yang Hancur - undefined novels & stories
Seth
Memasuki tahun ketujuh pernikahannya dengan Bayu Adiatma, Laras Diwanto akhirnya menjelma menjadi Nyonya Utama paling bijak dan penurut di seantero ibu kota. Dia tak lagi menuntut kesetiaan seumur hidup, malah dengan sukarela mencarikan selir untuk Bayu. Dia tak lagi memonopoli urusan dalam Kediaman Pangeran, bahkan menyerahkan sebagian besar wewenang rumah tangga kepada para selir. Dia pun tak lagi selalu menempel di sisi Bayu. Sebaliknya, dia berulang kali mencari alasan untuk mendorong sang suami ke kamar para selir. Bahkan saat putra kandungnya, Kresna Adiatma, terkena demam tinggi dan meracau memanggil 'Ibunda' semalaman di atas ranjang, Laras hanya duduk tenang di kamarnya, asyik membalik halaman buku cerita, tanpa sekali pun mendongak. Bayu tak bisa lagi menahan diri. Dia mendorong kasar pintu kamar istrinya. "Laras, sampai kapan kamu akan terus membuat ulah?" Laras perlahan mendongak, raut wajahnya tampak polos dan bingung. "Membuat ulah? Apa maksud Pangeran? Aku sama sekali tidak sedang membuat ulah."
Dokter Peter, Aku Tidak Membutuhkanmu Lagi - undefined novels & stories
Muriaz
Peter menyadari aku tidak menceritakan segala hal kepadanya lagi. Saat perusahaan menugaskanku dinas luar kota, aku langsung menandatangani berkasnya. Saat sahabatku mengundang kami berdua ke pernikahannya, aku datang sendiri dan memberikan hadiah yang besar. Bahkan saat sakit, rawat inap, dan harus dioperasi, aku yang mengatur jadwalnya sendiri. Sebagai dokter, Peter mengerutkan kening setelah mengetahuinya. "Kamu sakit kenapa nggak bilang? Berikan rekam medisnya padaku, biar kuatur." Tanpa berpikir panjang, aku menjawab, "Nggak usah, aku bisa sendiri. Jangan sampai merepotkanmu, terima kasih." Begitu kalimat itu terucap, kami berdua sama-sama terdiam. Padahal, setengah bulan yang lalu, aku masih sangat manja dan lengket padanya. Bahkan untuk urusan baju kencan atau menu makan siang saja, aku harus mengirim pesan untuk meminta pendapatnya.
Daun Gugur Tanpa Suara - undefined novels & stories
Muriaz
Sehari sebelum jadwal datang bulan, aku melihat sebuah catatan di ponsel tunanganku. [Kira-kira besok dia datang bulan. Aku harus menyiapkan pembalut dan obat pereda nyeri di tasnya dulu.] Aku tersenyum manis, merasa tersentuh oleh perhatian tunanganku. Namun keesokan harinya, saat perut bagian bawahku mendadak kram hebat, aku meraba-raba isi tasku dengan wajah pucat pasi. Hasilnya nihil, tidak ada apa-apa di dalam sana. Darah merah pekat terlanjur menembus celanaku. Di tengah kepanikan, murid-murid menunjuk ke arah belakangku sambil berbisik dan tertawa. Saat itu, aku mengira dia hanya lupa menyiapkannya. Sampai akhirnya, guru magang yang baru masuk membuat sebuah unggahan di media sosialnya. [Baru mulai kerja langsung ketemu mentor idaman! Dia bahkan menyiapkanku pembalut dan obat pereda nyeri. Haid kali ini sama sekali nggak sakit.] Unggahan itu dilengkapi foto sebutir ibuprofen, pembalut, serta segelas air seduhan gula merah dan kurma. Obat itu adalah obat yang selalu kusediakan di rumah karena nyeri haidku yang parah. Dan pembalut itu adalah satu-satunya merek yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulitku. Aku mematikan ponsel, menatap cincin di jari tengahku cukup lama, lalu bangkit menuju ruang kepala sekolah untuk mengajukan permohonan studi banding ke luar negeri. Tujuh tahun bersama, dia bahkan tidak pernah mengingat tanggal siklus datang bulanku. Mulai sekarang, pria itu tidak perlu mengingatnya lagi.
Melepaskan Semua yang Menyakitiku Dengan Lapang Dada - undefined novels & stories
Sarah Lane
Adik perempuanku, Rosa, merebut sembilan pacarku berturut-turut. Aku begitu trauma hingga tak pernah berani jatuh cinta lagi. Sampai akhirnya, Nikolas melamarku. Dia memanjakanku seolah aku adalah harta paling berharga. Aku sungguh percaya akhirnya telah menemukan belahan jiwaku. Kupikir aku ditakdirkan menjadi istrinya, menjalani hidup yang damai dan penuh rasa aman di sisinya. Pada malam menjelang pernikahan kami, Nikolas mengirim Rosa ke luar negeri. Empat tahun setelah kami menikah, aku bertemu lagi dengan Rosa di sebuah acara makan. Seorang tamu menyeringai. "Selama empat tahun Nikolas membuangmu ke luar negeri, apa kamu nggak membencinya?" Rosa tersenyum penuh godaan. "Dia ayah dari anak-anakku. Untuk apa aku membencinya?" Ruangan itu seketika menjadi sunyi senyap. "Kakakku benar-benar bodoh dan polos, sampai percaya Nikolas benar-benar membenciku!" Dia mencibir dengan tatapan penuh penghinaan. "Padahal kenyataannya, aku yang melahirkan ahli warisnya, tinggal di rumah mewahnya, mengendarai mobil-mobil supernya, dan menghabiskan uangnya." Begitu dia selesai berbicara, semua mata di ruangan itu langsung tertuju kepadaku. Sebagai istri sah Nikolas, aku sama sekali tidak tahu-menahu tentang semua yang baru saja diucapkannya. Namun, aku tidak menangis ataupun membuat keributan. Aku hanya menekan tombol "kirim" pada email yang sudah lama kususun. Balasannya datang dengan sangat cepat. [ Kami dengan senang hati menyambut Anda bergabung dengan tim medis kami. Kami sudah lama menunggu Anda. ] Menatap balasan itu, senyuman tulus perlahan kembali menghiasi bibirku. 'Nikolas, mulai saat ini, kamu nggak perlu lagi berpura-pura mencintaiku.'
Setelah Sepuluh Hari, Semua Tersisa Kenangan - undefined novels & stories
Lidik
Setelah mengetahui keberadaan Larissa, aku tidak bertengkar dengan Nicholas Sena. Aku hanya menyerahkan surat perjanjian cerai kepadanya. Dia duduk tertunduk. Setelah ragu sejenak, dia merobek surat itu. “Sepuluh hari. Sepuluh hari lagi, aku akan mengirim Larissa pergi sejauh mungkin. Dia tak akan muncul lagi dalam kehidupan kita.” Setelah berkata begitu, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah tanpa menunggu jawabanku. Begitulah sepuluh hari itu dimulai. Nicholas mengajaknya arung jeram, mendaki gunung bersalju, lompat bungee, hingga terjun payung. Mereka mencoba segala hal yang memacu adrenalin. Dia juga mengajak wanita itu melihat matahari terbit di pantai, berdoa di Vihara Kalindra, dan melakukan segala hal yang romantis. Hingga malam di hari kesembilan. Setelah membereskan semua barang bawaanku, tanpa sengaja aku menerima panggilan video dari diriku sepuluh tahun yang lalu. “Jadi, kamu benar-benar diriku sepuluh tahun lagi ya?” serunya dengan mata berbinar. “Kalau begitu, aku dan Nico pasti sudah menikah dan punya anak, kan?” Senyumku seketika meredup dan langsung melangkah ke balkon. Aku mengarahkan kamera ke bawah, memperlihatkan Nicholas dan Larissa yang sedang berpelukan erat, seakan tak ingin terpisahkan. “Inilah akhirnya.” Dia terpaku, matanya membelalak tak percaya. “Ini nggak mungkin.” Suaraku terdengar lemah, nyaris tanpa tenaga. “Elena ... kumohon. Jangan menikah dengannya.”
Terjebak dalam Gurun Kebohongan - undefined novels & stories
Sansan
Aku kembali setelah lima tahun bertugas di luar daerah. Begitu keluar dari bandara, aku berharap Henry akan menepati janjinya untuk melamarku. Namun, Henry hanya berdiri di sana dengan ekspresi dingin. "Linda, maafkan aku." Aku masih terhenyak, tetapi Henry berkata lagi, "Mengenai mutasimu … akulah yang mengaturnya." "Aku sengaja memindahkanmu ke proyek di daerah terpencil di Wilayah Saloka, agar aku bisa menghabiskan waktu bersama Sandra. "Sandra waktu itu hamil, nggak ada pilihan lain." Setelah terdiam lama, aku menggigit bibir hingga berdarah. Lima tahun lamanya, aku hidup di padang gurun, diterpa badai pasir dan panas yang menyengat, bekerja 16 jam sehari yang terasa seperti neraka. Ternyata semua ini jebakan yang dibuat oleh Henry. "Kamu terlalu keras kepala dan dominan, aku takut kamu menyakitinya." "Aku mengakui kesalahanku bukan berharap kamu memaafkanku, melainkan ingin kamu bisa menenangkan diri dulu, supaya kamu nggak membuat keributan nanti." Nada suara Henry terdengar pasrah. Aku mundur selangkah, menjauh dari tangannya yang mencoba meraihku, tersenyum dengan berlinang air mata. "Henry, padahal kita bisa berpisah baik-baik, tapi kamu malah merusak semuanya."
Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya - undefined novels & stories
Juwara
Di hari sidang, hakim mengajukan pertanyaan sesuai prosedur yang biasa dilakukan. "Kalian baru menikah tiga tahun. Apa hubungan kalian benar-benar sudah hancur?" Aku mengatupkan bibir sambil tersenyum pahit, lalu melepaskan cincin kawinku dan meletakkannya di atas meja. "Selama tiga tahun menikah, kami juga sudah hidup terpisah selama tiga tahun." "Pak Hakim, apa masih ada perasaan di antara kami?" Selama lima tahun berpacaran, aku adalah kontak yang dia sematkan di bagian paling atas kontak WhatsApp-nya. Nomorku juga jadi kontak daruratnya. Bahkan, penerima manfaat asuransinya juga aku. Aku mengira sudah mencintai orang yang tepat. Namun, di hari pernikahan kami, dia menerima telepon dan wajahnya langsung menjadi pucat pasi. Ketika aku bertanya apa yang terjadi, dia hanya mengatakan bahwa ibunya sakit. Dia meninggalkan segalanya dan langsung membeli tiket pesawat untuk pulang ke kampung halamannya. Selama tiga tahun berikutnya, setiap hari dia mengirimkan foto makanan tiga kali sehari di tiap waktu makan, tetapi ibunya tidak pernah muncul sekalipun dalam foto-foto tersebut. Aku merasa kasihan padanya dan berkata ingin mengundurkan diri dari pekerjaan untuk membantunya merawat ibunya. Namun, dia berkata dengan sedih, "Aku nggak tega." Hingga sebulan yang lalu, aku menemukan akun seorang influencer yang sedang berjuang melawan kanker. Eric Maheswara muncul di vlog influencer itu, dengan keterangan yang begitu hangat. [Ada dia, di setiap terbangun di pagi hari.] [Ada dia, di setiap makan tiga kali sehari.] [Tangan yang saling menggenggam erat ini, juga dirinya.] Lalu, bagaimana dengan aku? Selama 1095 hari dan malam, aku hanya seorang diri. Dia sudah menipuku. Hakim pun mengetuk palu, lalu mengajukan pertanyaan terakhir. "Sudah memikirkannya masak-masak?" Aku mengangguk dengan tegas. Saat putusan cerai dibacakan, aku menatap surat putusan itu dan air mataku tumpah tak terbendung. Eric, aku membebaskanmu. Aku juga membebaskan diriku sendiri.
Dia Bagai Pasir di Pelupuk Mataku - undefined novels & stories
Mohini
Saat istriku dinyatakan hamil, di perjalanan pulang tiba-tiba dia berkata kepadaku, "Ada sesuatu yang mau kukatakan." "Sebenarnya anak yang ada di dalam kandunganku adalah anak kakak ipar. Surat izin kelahirannya juga sudah selesai diurus." Senyum di wajahku langsung membeku. Dia mengeluarkan selembar hasil Tes DNA dari dalam tasnya. Pada kolom ayah benar-benar tertulis nama Felix Gondo. Dia berkata dengan nada yang begitu tenang hingga terasa mengerikan, "Hari itu kau demam tinggi dan tertidur di kursi belakang mobil. Kami melakukannya di kursi depan." "Di tempat aku duduk sekarang ini." Dalam sekejap, seluruh tubuhku seakan terjun ke dalam jurang es. Aku membuka mulut, tetapi tenggorokanku terasa seperti tersumbat sesuatu. Setelah mengatakan itu, Salma Kurniawan menatap perutnya yang mulai membesar. Setiap kata yang keluar dari mulutnya menusuk hatiku. "Kalau kau benar-benar nggak bisa menerimanya, aku bisa gugurkan. Tapi kuota surat izin kelahiran cuma ada satu. Kalau kesempatan ini hilang, kita berdua nggak mungkin punya anak lagi." "Sekarang, aku sudah mengatakan yang sebenarnya padamu. Membiarkan anak ini lahir atau nggak, kau yang putuskan."
Malam Sebelum Pernikahan, Dia Ingin Mengganti Mempelai Wanita - undefined novels & stories
Bella
Pada malam sebelum pernikahan, tunanganku tiba-tiba memintaku menyerahkan upacara pernikahan kami kepada cinta pertamanya, Sofia. Di kehidupan sebelumnya, aku menolaknya dengan tegas. Setelah itu, aku menikah dalam sebuah pernikahan mewah dan menjadi ibu baptis mafia Chicago. Ketika Sofia mendengar kabar itu, hatinya hancur. Dia melompat ke laut dan mengakhiri hidupnya. Vincent menyalahkanku atas kematian Sofia. Selama 30 tahun berikutnya, kalimat yang paling sering dia ucapkan kepadaku adalah, "Elena, kalau hari itu aku menikahi Sofia, dia nggak akan mati." Di ranjang kematiannya, dia bahkan berpesan kepada anak-anak kami, "Jangan makamkan aku bersama Elena." Setahun setelah dia meninggal, aku jatuh sakit parah dan akhirnya meninggal dunia. Namun ketika membuka mata lagi, aku kembali ke malam sebelum pernikahan kami. Dari telepon, suara Vincent kembali terdengar. "Sofia lebih membutuhkan status ini daripada kamu. Semua orang tahu aku mencintaimu, jadi mereka menghormatimu. Tapi Sofia berbeda. Dia hanya gadis yatim piatu yang malang ...." Sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya, aku menjawab dengan tenang, "Baik, aku setuju." Aku berbalik dan menandatangani surat pemutusan hubungan dengan keluarga. Kemudian, aku terbang ke Sisilia, tempat Institut Salk yang sejak dulu selalu aku kagumi berada. Di kehidupan kali ini, aku tidak akan lagi menjadi pelengkap hidupnya.
Akhirnya Menyerah, Derita Tiada Akhir Si Istri Pencemburu - undefined novels & stories
Marla
Jamuan istana baru saja memasuki penghujung acara, kabar bahwa Jenderal Muda Andra yang menghamburkan harta demi membeli seorang kembang rumah bordil sudah menyebar ke seluruh ibu kota. Semua tamu yang hadir serempak menoleh ke arah Wulan, sang Putri. Siapa yang tidak tahu kalau dia terkenal sebagai istri yang sangat pencemburu? Selama lima tahun menikah dengan Andra, yang satu gemar main perempuan, yang satu lagi melabrak ke rumah bordil. Keributan yang mereka buat nyaris menjadi bahan gosip wajib warga ibu kota setiap kali mengobrol. "Tuan Putri ...." Pelayan pribadi Wulan bergegas mendekat sambil merendahkan suara. "Perlukah hamba membawa pengawal untuk menjemput Jenderal pulang sekarang juga?" Suara Wulan tetap tenang. "Nggak perlu. Apa uang dia cukup? Kalau kurang, kirim lagi. Ambil dari simpananku." Pelayan itu terpaku. Seluruh orang di aula pun ikut tercengang, lalu suasana seketika menjadi riuh. "Apa? Malah menyuruh mengirim uang? Bukan menyuruh pengawal menyeret Jenderal Andra pulang?" "Aku dengar waktu Jenderal Andra minum bersama wanita penghibur, Putri langsung mengambil pedang dan menyerbu rumah bordil. Jenderal sampai harus beristirahat berhari-hari untuk memulihkan luka. Kenapa kali ini berubah?" "Betul! Waktu festival malah lebih parah. Tiga perahu hias dibakar sampai habis." "Setiap kali Jenderal Andra berulah, istana pasti menghukumnya. Tapi untuk apa? Besoknya dia tetap lanjut bersenang-senang di tempat hiburan." "Jangan-jangan dia akhirnya sadar kalau bertindak begitu nggak akan bisa mempertahankan hati suaminya, jadi sekarang mau pura-pura jadi istri yang lembut dan baik hati?" Semua bisik-bisik itu terdengar jelas di telinga Wulan.
Ciuman Perpisahan Di Malam Musim Panas - undefined novels & stories
Prazas
Ibu Larsen, sang pewaris keluarga elite ibu kota, akhirnya sadar setelah sepuluh tahun menjadi pasien vegetatif akibat dikira didorong seseorang hingga jatuh dari tangga. Semua tokoh terpandang di ibu kota datang menjenguknya. Mereka berlomba-lomba memuji Larsen di hadapan wanita tua itu karena begitu berbakti dan telah menghukum orang yang mencelakai ibunya selama sepuluh tahun penuh. Meskipun orang yang dianggap bersalah itu adalah pacar Larsen semasa SMA, Larsen tidak pernah sedikit pun berbelaskasihan. Namun, setelah semua orang selesai bicara, wanita tua yang sudah lama terdiam itu malah tampak kebingungan. "Orang yang bersalah? Nggak ada yang dorong aku, kok. Aku jatuh sendiri." Brak! Tangan Larsen bergetar, pisau buah yang dipegangnya jatuh ke lantai. Dia mendongak dengan tercengang. "Bu, apa Ibu bilang?" Jadi, orang yang mencelakai ibunya bukan Alena? Namun, setelah Alena keluar dari penjara, Larsen telah memaksanya menikah dengan seorang pengemis buta dari kawasan kumuh. Sudah tiga tahun ....
Tak Lagi Menjadi Pilihan Kedua - undefined novels & stories
Anna Smith
Sehari sebelum Hari Valentine, aku menyerahkan surat permohonan cuti kepada tunangan sekaligus atasanku, Daniel Handoko. Kami seharusnya akan menikah di KUA pada Hari Valentine. Daniel melirik surat itu sebentar, lalu meletakkannya di atas meja kerja tanpa menandatanganinya. "Megan sudah memesan penerbangan ke Metiza dan biaya hotelnya nggak bisa dikembalikan. Aku mau kamu menggantikannya selama beberapa hari. Selain itu, aku juga memang akan pergi ke Metiza untuk menemui beberapa klien. Jadi, aku akan sekalian mengawasinya selama berada di sana." Daniel mendongak ke arahku dan sedikit melunakkan suaranya, seolah-olah sedang berusaha menenangkanku. "Nikahnya bisa tunggu sampai aku kembali. Beberapa hari tambahan nggak akan ada bedanya kok." Nada suara Daniel terdengar santai, seakan-akan dia sedang mengatur sesuatu yang sudah pasti akan kusetujui. Megan Fayeza berdiri di sampingnya sambil menunduk. "Alisa, maaf banget ya. Aku nggak tahu rencanamu ternyata sepenting itu." Segera setelah itu, Megan menambahkan, "Daniel bilang kamu pasti bisa mengerti. Bagaimanapun, selama ini kamu selalu mendahulukan perusahaan." Megan sedikit mendekat ke arah Daniel. Para rekan kerja yang duduk di meja masing-masing menundukkan pandangan ke layar komputer mereka. Tidak ada seorang pun yang melontarkan komentar. Aku menatap ke arah Daniel. Dia sudah sibuk menggulir layar ponselnya sambil memeriksa detail penerbangan. Dia bahkan tidak menoleh lagi kepadaku. Daniel tidak tahu bahwa Hari Valentine yang sudah kami sepakati untuk menikah adalah batas waktu yang ditetapkan oleh Keluarga Desmana. Kalau masih belum menikah sampai akhir Februari, aku harus kembali dan menerima pernikahan yang sudah mereka atur untukku. Aku tidak membantah. Aku melepas kartu identitas kerjaku dan menandatangani surat pengunduran diri. Kemudian, aku mengambil ponsel dan menelepon kakekku, Evan Desmana. "Kakek, aku menyerah. Aku terima pernikahan itu."
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status