Novel
Cerita Pendek

Genre

Realistis×
Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

27
Semua
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Penyesalan×
Semua
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Tampilkan lebih banyak

Tema

15
Semua
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek & Novel Penyesalan Realistis

Temukan kumpulan cerita pendek Penyesalan Realistis yang menarik dengan alur cerita yang memikat dan penceritaan yang imersif. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam dan bacaan cepat yang imersif secara online.
Setelah Kematianku, Keempat Targetku Menggila - Realistis novel & cerita
Awan
Setelah tiga target penaklukanku gagal, aku memilih bertunangan dengan Nadia Wijaya, putri Keluarga Wijaya yang lumpuh. Aku sampai menukar seluruh poin yang aku miliki demi membuatnya bisa berdiri kembali. Akan tetapi, hal pertama yang dia lakukan setelah pulih adalah membatalkan pertunangannya denganku dan menggelar pernikahan mewah di tepi laut bersama Raka Mahendra. Di tengah pesta pernikahan, empat target penaklukanku menatap Raka dengan penuh kelembutan. Di saat itu juga, aku tiba-tiba ingin pulang. Jadi, aku berbalik dan langsung melompat ke laut. Saat aku jatuh ke dalam lautan, empat sosok justru serentak menerjang ke arahku dengan wajah dipenuhi penyesalan dan ketakutan.
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku - Realistis novel & cerita
Gold
Sejak sudah bisa mengingat sesuatu, aku tahu kalau ibuku membenciku. Saat aku berusia tiga tahun, dia memberiku obat tidur. Di usia lima tahun, dia menyuruhku minum racun serangga. Tetapi aku tidak mudah mati. Dan ketika berusia tujuh tahun, aku belajar melawannya tanpa ada yang mengajariku. Kalau dia tidak memberiku makan, aku akan membalikkan meja makan agar semuanya juga tidak bisa makan. Kalau dia memukuliku dengan tongkat hingga terguling di lantai, aku akan memukuli anak laki-laki yang paling dia sayangi hingga wajahnya lebam. Aku sangat keras kepala dan terus melawan hingga usia dua belas tahun. Sampai ketika adik perempuanku yang paling kecil lahir. Dengan gerakan tangan yang canggung, aku mencoba mengganti celana anak kecil yang basah itu. Ibu langsung membantingku ke dinding dengan keras. Dia menatapku dengan jijik dan ketakutan. “Apa yang mau kamu lakukan pada anak perempuanku?” “Dasar anak tukang pemerkosa! Kenapa kamu tidak mati bersamanya saja?!” Saat itu juga, aku akhirnya mengerti mengapa dia tidak pernah mencintaiku. Aku menutup kepalaku yang berdarah dan untuk pertama kalinya tidak melawan saat dipukuli. Dan untuk pertama kalinya juga, aku merasa apa yang dia katakan itu benar. Keberadaanku adalah sebuah kesalahan. Aku seharusnya mati.
Mantan Yang Sempurna - Realistis novel & cerita
Deanda_D
Di malam sebelum pernikahan, istriku pulang dalam keadaan mabuk berat. Dia diantar pulang oleh mantannya dengan pakaian yang acak-acakan. Sambil setengah sadar, dia memanggil-manggil nama sang mantan, Dylan Wiguna. Dia berujar, "Dylan, aku menikah dengan dia cuma karena kamu suka wanita yang sudah menikah. Aku menikah dengannya cuma demi memenuhi keinginanmu. Hmph! Aku nggak mau pulang. Aku mohon, temani aku sekali lagi, ya?"
Bebas dari Belenggu Suami Parasit - Realistis novel & cerita
little stones
Sahabat wanita suamiku memutuskan untuk tinggal bersama kami saat dia tahu kami akan pindah ke rumah baru. Aku keberatan, namun suamiku langsung menyetujuinya. Tidak hanya itu, dia bahkan memberikan kamar anak peremuan kami kepada wanita itu dan anaknya, lalu menyuruh putriku pindah ke gudang. Aku tidak terima, namun dia bilang, “Jangan salah paham! Dewi hanya sahabat baikku, anaknya sudah kuanggap seperti anak kandungku, wajar ‘kan kalau aku pengen mereka tinggal di kamar yang lebih layak?” Aku tetap tidak setuju, sehingga suamiku dan keluarganya menyalahkanku dan bilang aku egois. Akhirnya, aku memutuskan untuk meninggalkan rumah itu bersama anak perempuanku. Saat itulah mereka panik dan sadar kalau mereka butuh aku.
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku - Realistis novel & cerita
Arizah Karimah
Saat aku disiksa dan dibunuh dengan kejam oleh seorang penjahat, ayahku yang merupakan seorang kapten tim investigasi kriminal dan ibuku yang merupakan seorang ahli forensik, sedang menemani adikku yang berkompetisi dalam sebuah perlombaan. Penjahat yang pernah ditangkap oleh ayahku melakukan pembalasan dendam. Setelah memotong lidahku, dia menggunakan ponselku untuk menelepon Ayah. Namun, Ayah hanya mengucapkan satu kalimat sebelum menutup telepon, "Aku nggak peduli apa yang sedang kamu lakukan, pokoknya perlombaan adikmu paling penting hari ini!" Penjahat itu tertawa sinis. "Sepertinya aku salah orang. Kukira mereka lebih cinta sama putri kandungnya!" Saat Ayah dan Ibu tiba di TKP, mereka terkejut melihat kondisi mayat yang mengenaskan dan mengutuk kekejaman sang pelaku. Namun, mereka tidak menyadari bahwa korban yang begitu mengenaskan itu adalah putri kandung mereka sendiri.
Kehidupan Penuh Kepahitan, Berakhir di Tempat Jauh - Realistis novel & cerita
Yandi
Ketika orang tuaku bercerai, mereka sepakat agar aku dan adik perempuanku masing-masing tinggal bersama mereka dan diasuh secara bergantian setiap tahun. Namun setiap tahun, selama jadwal pergantian asuh anak sebelum tahun ajaran baru dimulai di bulan Juli, mereka selalu berdebat demi adikku. "Louris, ikut Ibu jalan-jalan pas liburan nanti ya?" Ayahku mengerutkan kening. "Aku yang mengasuh Louris tahun ini, jadi kamu nggak boleh ikut campur." Ibuku mendengus dingin. "Tahun lalu aku menitipkannya padamu selama 17 hari karena ada perjalanan bisnis. Aku mau menebusnya kembali!" "Siapa bilang 17 hari penuh? Jelas-jelas hanya 16 hari dan 8 jam." Adikku menghela napas pelan. "Hais, seandainya aku bisa bagi diriku menjadi dua." Setelah berdebat cukup lama, ibu dan ayahku akhirnya saling mengalah. Selama liburan nanti, mereka berdua akan membawa adikku ke Pulau Laputa." "Terus, bagaimana dengan Kakak?" tanya adikku dengan penasaran. Ayahku memalingkan wajahnya. "Toh, tahun ini bukan giliranku mengasuh kakakmu." Ibuku, yang tidak menatapku sejak masuk ke ruangan, akhirnya menatapku. "Aku bakal sibuk dengan pekerjaan tahun ini, dan nggak ingin mengasuh anak. Kamu tinggal di rumah kakek dan nenekmu saja."
Di Hari Anak, Aku Mati Di Tangan Adik AI - Realistis novel & cerita
Ben
Ibuku adalah doktor AI terkemuka. Tidak lama setelah aku lahir, ibuku secara khusus menciptakan seorang adik perempuan AI untukku. Ibuku mengatakan, adik AI itu dibekali sistem pendeteksi kebohongan paling akurat di dunia. Kalau aku berbohong, dia pasti bisa tahu. Sejak saat itu, adik AI menjadi hakim yang menentukan nasibku. Setiap kali dia mengeluarkan peringatan, sekalipun aku tidak berbohong, ibuku tetap menampar dan mengurungku di ruangan sempit dan gelap. Aku pernah membela diri, juga pernah melawan. Namun, ibuku tetap yakin bahwa AI ciptaannya tidak mungkin melakukan kesalahan. Sejak itu, ibuku makin yakin bahwa aku memang pembohong. Pada Hari Anak Nasional, untuk pertama kalinya ibu mengajakku dan adik pergi ke taman hiburan. Saat melihat tempat bungee jumping yang setinggi puluhan meter, aku menekan dadaku yang nyeri luar biasa sambil menggelengkan kepala. Adik AI menampilkan laporan data dengan ekspresi dingin, "Detak jantung Kakak yang nggak normal disebabkan karena dia sedang berbohong. Hasil pemindaian seluruh tubuh menunjukkan kondisinya sehat." Wajah ibuku langsung muram, lalu menarik telingaku sambil menyeretku sampai di area bungee jumping. "Masih berani bohong! Kamu harus lompat hari ini!" Ketika tubuhku mulai melayang, jantungku terasa seperti diremas, rasa sakitnya membuatku sulit bernapas. Penglihatanku makin kabur, tetapi ibu masih terus memarahiku karena sifat suka berbohongku tidak berubah. Air mata bercampur darah mengalir dari sudut mataku. 'Ibu, kali ini aku benaran nggak bohong.' 'Aku sudah mati, kelak nggak akan bisa bohong lagi.'
Ketika Terlahir Kembali, Aku Mengorbankan Lengan Demi Bertahan Hidup - Realistis novel & cerita
Montano
Aku adalah dokter kandungan yang diakui sebagai ahli di seluruh provinsi, dengan catatan sepuluh tahun berturut-turut tanpa satu pun kegagalan dalam menangani persalinan. Sampai hari itu, aku dituduh melakukan kesalahan saat menjalankan operasi hingga menyebabkan seorang ibu dan bayinya meninggal. Saat aku tiba di rumah sakit, ibu itu sudah dalam keadaan meninggal. Dengan adanya saksi, bukti fisik, dan rekaman CCTV yang semuanya lengkap, aku tidak mampu membela diri. Dalam semalam, reputasiku hancur dan aku dijatuhi hukuman mati. Orang tuaku didesak sampai akhirnya bunuh diri dengan melompat dari gedung. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke waktu ketika aku sedang mengemudi menuju rumah sakit. Di persimpangan jalan di depan, polisi lalu lintas sedang mengatur dan mengalihkan arus kendaraan. Aku menggertakkan gigi, lalu sekuat tenaga membenturkan lenganku ke setir. Terdengar bunyi retakan yang nyaring. Aku bisa merasakan dengan jelas bahwa tulang lengan kananku patah. Daripada menunggu kematian datang, lebih baik aku melukai diriku sendiri terlebih dahulu. Menukar satu tangan demi mendapatkan kesempatan untuk tetap hidup ....
Hitungan Mundur Di Atas Kepala - Realistis novel & cerita
Kiah Nyla
Karena bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang-orang terdekat, sejak kecil aku dianggap sebagai pembawa sial oleh keluargaku. Aku pernah menyebutkan waktu kematian kakek, ayah dan ibu. Mereka semua meninggal dalam waktu satu hari karena berbagai kecelakaan. Ketiga kakak laki-lakiku percaya itu adalah kutukanku yang membunuh mereka, sehingga mereka semua sangat membenciku. Sementara adik perempuanku yang lahir melalui proses persalinan yang sulit dan menyebabkan ibu meninggal, justru tumbuh besar dengan penuh kasih sayang. Kakak-kakakku berkata bahwa adikku adalah pembawa keberuntungan. Sejak dia lahir, kehidupan keluarga kami menjadi lancar dan bahagia. Tapi bukankah ibu meninggal karena melahirkan dia? Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, aku melihat hitungan mundur kematianku sendiri melalui cermin. Aku membeli sebuah kotak abu yang kusukai untuk diriku sendiri. Kemudian, aku memasak banyak hidangan yang memenuhi meja makan, berharap bisa makan malam terakhir bersama kakak-kakakku. Namun, hingga hitungan mundur itu berakhir, aku tidak melihat satu pun dari mereka datang ...
Saat Aku Tak Lagi Meronta - Realistis novel & cerita
Peppa
Ibu mengantarku untuk melakukan pemeriksaan psikologis. Saat mengisi formulir, baru saja aku mencentang "sering merasa sedih", Ibu langsung mengulurkan tangan dan mencoretnya. "Mana mungkin kamu merasa sedih? Siapa di rumah yang memperlakukanmu dengan buruk?" Saat aku memilih "takut berkomunikasi dengan orang lain", dia kembali mengerutkan kening. "Waktu kecil kamu ceria banget, jangan asal isi." Aku tidak membantah. Ketika dia bilang aku tidak sedih, aku mengubahnya menjadi "tidak pernah". Ketika dia bilang tidurku sangat nyenyak, aku menghapus pilihan "sering insomnia". Setelah satu formulir selesai diisi, hampir setiap jawaban telah kuubah sesuai dengan kemauannya. Ibu mengamatinya dua kali, lalu mengangguk puas. “Nah, begini baru benar, mana boleh isi sembarangan? Nanti kalau hasilnya salah dan orang sehat malah dibilang sakit, bagaimana?" Pada akhirnya, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semuanya normal. Ibu pun akhirnya bisa menghela napas lega. Dalam perjalanan pulang, aku terus meraba bekas luka di balik lengan bajuku. Detak jantungku terdengar sangat jelas, tetapi dunia di depanku pelan-pelan kabur dan menjauh. Hingga akhirnya yang tersisa hanyalah ruang hampa, keheningan dan kesunyian yang mematikan.
Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku - Realistis novel & cerita
Banana
Saat tubuhku dimutilasi, aku berusaha untuk menelepon kakakku. Ketika aku hampir kehilangan kesadaran, dia menjawab panggilan dengan kesal. "Ada apa lagi?" "Kak, tolong ...." Sebelum aku selesai berbicara, dia sudah menyelaku. "Kenapa kamu begitu suka berulah? Pesta ulang tahun Yeri akan diadakan pada akhir bulan. Kalau kamu nggak datang, aku akan menghabisimu!" Setelah berkata demikian, dia langsung mengakhiri panggilan. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dan memejamkan mata untuk selamanya, air mata masih mengalir dari sudut mataku. Kak, kamu tidak perlu membunuhku, aku sudah mati.
Selamat Tinggal Dunia Terkutuk! - Realistis novel & cerita
Susan
Untuk memberi pelajaran padaku, orang tuaku memalsukan tes DNA dan mengklaim bahwa aku bukanlah anak kandung mereka. Kakakku mengabaikan permohonanku dan bersikeras mengirimku ke rumah sakit jiwa. "Dasar pembawa sial, kenapa kau nggak mati saja?" Dan tunanganku tercinta, bukan hanya mengawasi dengan dingin, tetapi juga memanfaatkan koneksinya agar aku menderita dan menanggung berbagai siksaan di sana. Lima tahun telah berlalu, dan akhirnya aku berubah menjadi penurut. Tapi, mengapa mereka justru ingin aku kembali menjadi tuan muda yang arogan dan angkuh seperti dulu?
Kasih Sayang Yang Datang Terlambat - Realistis novel & cerita
Tarasari Thalia
Karena anak dari wanita yang dia cintai terkurung di dalam mobil hingga dehirasi dan pingsan, dengan penuh amarah, ayah langsung mengikatku dan mengurungku di dalam bagasi mobil. Dengan wajah penuh kebencian, dia menatapku dengan tajam dan berkata, "Aku nggak punya anak sekejam kamu. Renungkan baik-baik kesalahanmu di sini." Aku memohon ampun dan mengakui kesalahan, hanya berharap ayah bisa melepaskanku. Namun, yang kudapatkan hanyalah perintah dinginnya. "Kecuali dia mati, nggak ada seorang pun yang boleh membebaskannya." Mobil itu terparkir di garasi. Tak peduli seberapa keras aku berteriak meminta tolong, tak seorang pun bisa mendengarnya. Tujuh hari kemudian, barulah dia teringat bahwa dirinya masih punya seorang putri. Ayah pun memutuskan untuk membebaskanku. Namun, dia tak tahu bahwa diriku sudah meninggal di dalam bagasi itu dan tak akan pernah bisa sadarkan diri lagi.
Kakak Beradik  - Realistis novel & cerita
Qiandra
Pada hari kematianku, itu juga adalah ulang tahunku bersama kakak kembarku. Dia menangis tersedu-sedu sambil dipeluk erat oleh pacarku. Sementara itu, ibuku yang sangat marah terus meneleponku tanpa henti. Kakakku malah lebih keterlaluan, dia mengirim pesan yang berisi [Orang sepertimu ini memang egois, tidak bisa melihat orang lain bahagia]. Bahkan ayahku yang biasanya pendiam juga marah besar padaku, [Dia sungguh anak yang tidak tahu berterima kasih]. Mendengar kata-kata itu, aku langsung memegang dadaku. Untungnya, hatiku sudah tidak sakit lagi ....
Setelah Aku Menurut, Keluargaku Menjadi Gila - Realistis novel & cerita
Mulafa
Pada tahun keenam setelah diusir dari keluarga kaya karena dianggap sebagai putri palsu, aku bertahan hidup dengan menjual darahku. Baru saja aku menerima sedikit uang dan hendak menghubungi dokter untuk membeli obat, seorang pengawal menendang belakang lututku dengan keras. Saat jatuh berlutut, aku mendengar seorang wanita kaya berteriak tak terkendali. "Dasar anak nggak tahu terima kasih! Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu mau coba celakai Sophia-ku lagi?" Sebuah tamparan keras mendarat di wajahku. Aku baru menyadari bahwa itu adalah ibuku yang sedang mengumpulkan sumber darah untuk putri kesayangannya, Sophia. Melihat ibuku yang putus asa, kakak laki-lakiku, Owen, segera memerintahkan para pengawal untuk mengusirku. Dia menatap uang di tanganku dan mencibir, "Sepertinya, beberapa tahun terakhir masih belum mengubah sifatmu. Demi kemewahan semu, kamu bahkan rela menjual darah untuk dapatkan beberapa ratus ribu." "Sophia akan lulus dan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi dalam setengah bulan. Dia nggak butuh perhatian eksklusif keluarga lagi, sedangkan kamu juga nggak akan bisa menindasnya. Nanti, aku akan jelaskan alasannya kepada Ayah dan Ibu, lalu membawamu pulang. Kamu akan tetap menjadi tuan putri di rumah." "Pulang ... tuan putri?" gumamku. Akhirnya, aku hanya menggeleng dan tertawa terbahak-bahak. Aku mengidap penyakit ALS, penyakit saraf yang bisa menyebabkan tubuh lumpuh secara perlahan. Penyakit ALS-ku berkembang terlalu cepat dan aku bahkan tidak akan mampu bertahan sebulan lagi. Lagi pula, ketika dia menuduhku sebagai putri palsu demi Sophia yang hanyalah seorang anak dari keluarga miskin, aku sudah lama kehilangan rumah.
Pilihan Terakhir: Cerai - Realistis novel & cerita
Sasri Tasmirah
Adik iparku, Gina, bersikeras ingin berlibur ke Pantai Nirwana saat Natal, jadi aku memutuskan untuk mengajak seluruh keluarga pergi berlibur bersama. Namun, saat teman wanita suamiku mengetahui tentang rencana tersebut, dia memaksa untuk ikut dan membawa anaknya juga. Tanpa basa-basi, suamiku langsung membeli tiket pesawat. Namun, dia malah menyuruhku membawa barang-barang dan mengemudi sendiri ke sana. Semula, aku mengira seluruh keluarga akan mendukungku, tetapi ternyata mereka semua mendukung keputusan suamiku. Baiklah. Kalau begitu, kita urus urusan masing-masing saja. Namun, mereka semua menjadi ketakutan.
Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku - Realistis novel & cerita
Sarisha
Ibuku membenciku, karena aku hasil kecelakaan. Dia memperlakukan muridnya bagai anak kandung, tetapi ketika murid kesayangannya menyatakan cinta padaku, dia langsung menamparku dan mengataiku murahan. Bahkan setelah mengidap Alzheimer, dia hanya melupakanku dan masih mengingat muridnya. Sayangnya, tidak ada seorang pun murid yang datang mengunjunginya. Karena semuanya membencinya, sama sepertiku.
Saat Aku Kehilangan Akal di Kolam Hotel - Realistis novel & cerita
Hoki
Aku dan ibu mertuaku pergi liburan, setelah check-in di hotel, kami segera menuju kolam renang hotel. Namun terlihat seorang wanita yang berdandan rapi mengerutkan hidungnya sambil mengejek, "Ini hotel mewah, kok bisa ada orang macam-macam begini, jangan-jangan kalian menyelip masuk cuma untuk menebeng kolam hotel." "Renang sekolam dengan kalian, membuatku takut ketularan penyakit!" Aku dan ibu mertuaku segera kehilangan mood, aku menatap dingin dan berkata, "Kolam hotel itu untuk umum, semua tamu yang menginap boleh memakainya. Kalau kamu nggak suka, bangun sendiri di rumahmu." Wanita itu marah dan mengangkat alis sambil berteriak, "Berani kamu bicara lancang padaku! Tahu nggak, hotel ini milik suamiku, kamar suite terbaik di sini selalu menjadi milikku!" "Aku perintahkan kalian pergi dari sini sekarang juga! Tampang miskin begitu, mengotori air kolam saja, sungguh menjijikkan!" Aku dan ibu mertuaku saling bertatapan. Dari mata ke mata, bisa terlihat emosi dingin kami. Hotel ini memang milik Leonidas, tetapi sejak kapan dia menjadi suami orang lain?
Aku Ditumbalkan Demi Menyelamatkan Nyawa Adikku - Realistis novel & cerita
Anonim
Adikku menderita kanker ginjal stadium akhir, dan ayah serta ibu menuntutku untuk mendonorkan ginjalku padanya. Aku bilang aku hanya punya satu ginjal, kalau diambil aku akan mati. Namun, mereka bukan hanya tidak percaya, mereka malah langsung mengikatku di meja operasi "Cuma ambil satu ginjalmu saja, kenapa kamu egois sekali?" Mereka tidak tahu, aku tidak berbohong. Saat ayah mengalami kecelakaan mobil dulu, aku sudah mendonorkan satu ginjalku.
Aku Mati Karena Sebuah Lelucon April Mop - Realistis novel & cerita
Faisal
Setiap tanggal 1 April, tepat di Hari April Mop, kakakku selalu bersekongkol dengan adik perempuanku untuk mengerjaiku. Tahun lalu, mereka mengunciku di dalam ruang pendingin. Akibatnya, aku mengidap asma yang sangat parah. Tahun ini, kakak tiba-tiba meminta maaf. Katanya, sebagai bentuk permintaan maaf, dia akan mengajakku cave diving. Aku menyelam dengan penuh harapan. Namun ketika mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter, sesak napas yang mematikan tiba-tiba menyerang. Tanpa kusadari, adikku diam-diam telah menutup katup oksigenku. Tawa puasnya langsung terdengar dari alat komunikasi bawah air. “Kak Hans, lihat, ‘kan? Aku bilang apa? Kak Salsa pasti bakal tertipu!” “Memang kamu paling pintar. Bisa-bisanya kepikiran cara seperti ini buat ngerjain kakakmu. Dasar usil!” timpal Hans lembut penuh kasih sayang. Wajahku perlahan berubah ungu kebiruan karena kehabisan napas. Aku mati-matian berusaha membuka katup oksigen cadangan. Namun adikku justru berenang mendekat, lalu menepis tanganku. “Kak, lihat tuh! Kak Salsa jago banget aktingnya. Baru juga beberapa detik sudah pura-pura nggak kuat,” katanya manja melalui alat komunikasi. Suara Hans terdengar dingin. “Tahan sebentar lagi. Kamu memang terlalu dimanja. Baru segitu saja sudah nggak kuat.” “Dasar memalukan! Kamu nggak ada apa-apanya dibanding Fara.” Aku menatap sosok kakakku dengan penuh keputusasaan. Kak... Apa kakak sudah lupa? Karena lelucon kalian tahun lalu… Paru-paruku telah mengalami kerusakan permanen. Napasku semakin berat. Pandanganku perlahan menggelap. Tubuhku akhirnya tenggelam ke dasar laut yang sunyi dan gelap. Kak... Lelucon kali ini... Sama sekali tidak lucu. Karena... Aku benar-benar akan pergi… Untuk selamanya.
Sebelumnya
12
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status