Romances
Histórias curtas

Gêneros

Realistis×
Todos
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Personagens

26
Todos
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Mostrar Mais

Enredo e Ambientação

27
Penyesalan×
Todos
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Mostrar Mais

Tema

15
Todos
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Mostrar Mais

Contos e Romances de Realistis com Penyesalan

Descubra uma coleção de contos envolventes de Realistis com Penyesalan, tramas cativantes e narrativas imersivas. Perfeita para leitores que procuram histórias de uma hora e leituras rápidas e envolventes online.
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku - Realistis romance & romance
Arizah Karimah
Saat aku disiksa dan dibunuh dengan kejam oleh seorang penjahat, ayahku yang merupakan seorang kapten tim investigasi kriminal dan ibuku yang merupakan seorang ahli forensik, sedang menemani adikku yang berkompetisi dalam sebuah perlombaan. Penjahat yang pernah ditangkap oleh ayahku melakukan pembalasan dendam. Setelah memotong lidahku, dia menggunakan ponselku untuk menelepon Ayah. Namun, Ayah hanya mengucapkan satu kalimat sebelum menutup telepon, "Aku nggak peduli apa yang sedang kamu lakukan, pokoknya perlombaan adikmu paling penting hari ini!" Penjahat itu tertawa sinis. "Sepertinya aku salah orang. Kukira mereka lebih cinta sama putri kandungnya!" Saat Ayah dan Ibu tiba di TKP, mereka terkejut melihat kondisi mayat yang mengenaskan dan mengutuk kekejaman sang pelaku. Namun, mereka tidak menyadari bahwa korban yang begitu mengenaskan itu adalah putri kandung mereka sendiri.
Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada - Realistis romance & romance
Kholidah
Pada usia 10 tahun, kakakku meninggal saat kami bolos untuk pergi bermain. Sejak saat itu, ibuku membenciku, mengira aku yang mencelakai kakakku. Dia memperlakukanku seperti pembantu dan mengadopsi anak perempuan yang patuh untuk menggantikan posisi kakakku. Ibuku merebut semuanya dariku, bahkan memintaku mendonorkan ginjal untuk putri adopsinya itu! Oke, Ibu. Karena kamu mau begitu, aku akan memberi nyawaku ini kepadamu! Setelah aku mati, dia baru menyesal.
Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku - Realistis romance & romance
Sarisha
Ibuku membenciku, karena aku hasil kecelakaan. Dia memperlakukan muridnya bagai anak kandung, tetapi ketika murid kesayangannya menyatakan cinta padaku, dia langsung menamparku dan mengataiku murahan. Bahkan setelah mengidap Alzheimer, dia hanya melupakanku dan masih mengingat muridnya. Sayangnya, tidak ada seorang pun murid yang datang mengunjunginya. Karena semuanya membencinya, sama sepertiku.
Kakak Beradik  - Realistis romance & romance
Qiandra
Pada hari kematianku, itu juga adalah ulang tahunku bersama kakak kembarku. Dia menangis tersedu-sedu sambil dipeluk erat oleh pacarku. Sementara itu, ibuku yang sangat marah terus meneleponku tanpa henti. Kakakku malah lebih keterlaluan, dia mengirim pesan yang berisi [Orang sepertimu ini memang egois, tidak bisa melihat orang lain bahagia]. Bahkan ayahku yang biasanya pendiam juga marah besar padaku, [Dia sungguh anak yang tidak tahu berterima kasih]. Mendengar kata-kata itu, aku langsung memegang dadaku. Untungnya, hatiku sudah tidak sakit lagi ....
Kasih Sayang Yang Datang Terlambat - Realistis romance & romance
Tarasari Thalia
Karena anak dari wanita yang dia cintai terkurung di dalam mobil hingga dehirasi dan pingsan, dengan penuh amarah, ayah langsung mengikatku dan mengurungku di dalam bagasi mobil. Dengan wajah penuh kebencian, dia menatapku dengan tajam dan berkata, "Aku nggak punya anak sekejam kamu. Renungkan baik-baik kesalahanmu di sini." Aku memohon ampun dan mengakui kesalahan, hanya berharap ayah bisa melepaskanku. Namun, yang kudapatkan hanyalah perintah dinginnya. "Kecuali dia mati, nggak ada seorang pun yang boleh membebaskannya." Mobil itu terparkir di garasi. Tak peduli seberapa keras aku berteriak meminta tolong, tak seorang pun bisa mendengarnya. Tujuh hari kemudian, barulah dia teringat bahwa dirinya masih punya seorang putri. Ayah pun memutuskan untuk membebaskanku. Namun, dia tak tahu bahwa diriku sudah meninggal di dalam bagasi itu dan tak akan pernah bisa sadarkan diri lagi.
Pilihan Terakhir: Cerai - Realistis romance & romance
Sasri Tasmirah
Adik iparku, Gina, bersikeras ingin berlibur ke Pantai Nirwana saat Natal, jadi aku memutuskan untuk mengajak seluruh keluarga pergi berlibur bersama. Namun, saat teman wanita suamiku mengetahui tentang rencana tersebut, dia memaksa untuk ikut dan membawa anaknya juga. Tanpa basa-basi, suamiku langsung membeli tiket pesawat. Namun, dia malah menyuruhku membawa barang-barang dan mengemudi sendiri ke sana. Semula, aku mengira seluruh keluarga akan mendukungku, tetapi ternyata mereka semua mendukung keputusan suamiku. Baiklah. Kalau begitu, kita urus urusan masing-masing saja. Namun, mereka semua menjadi ketakutan.
Hitungan Mundur Di Atas Kepala - Realistis romance & romance
Kiah Nyla
Karena bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang-orang terdekat, sejak kecil aku dianggap sebagai pembawa sial oleh keluargaku. Aku pernah menyebutkan waktu kematian kakek, ayah dan ibu. Mereka semua meninggal dalam waktu satu hari karena berbagai kecelakaan. Ketiga kakak laki-lakiku percaya itu adalah kutukanku yang membunuh mereka, sehingga mereka semua sangat membenciku. Sementara adik perempuanku yang lahir melalui proses persalinan yang sulit dan menyebabkan ibu meninggal, justru tumbuh besar dengan penuh kasih sayang. Kakak-kakakku berkata bahwa adikku adalah pembawa keberuntungan. Sejak dia lahir, kehidupan keluarga kami menjadi lancar dan bahagia. Tapi bukankah ibu meninggal karena melahirkan dia? Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, aku melihat hitungan mundur kematianku sendiri melalui cermin. Aku membeli sebuah kotak abu yang kusukai untuk diriku sendiri. Kemudian, aku memasak banyak hidangan yang memenuhi meja makan, berharap bisa makan malam terakhir bersama kakak-kakakku. Namun, hingga hitungan mundur itu berakhir, aku tidak melihat satu pun dari mereka datang ...
Mantan Yang Sempurna - Realistis romance & romance
Deanda_D
Di malam sebelum pernikahan, istriku pulang dalam keadaan mabuk berat. Dia diantar pulang oleh mantannya dengan pakaian yang acak-acakan. Sambil setengah sadar, dia memanggil-manggil nama sang mantan, Dylan Wiguna. Dia berujar, "Dylan, aku menikah dengan dia cuma karena kamu suka wanita yang sudah menikah. Aku menikah dengannya cuma demi memenuhi keinginanmu. Hmph! Aku nggak mau pulang. Aku mohon, temani aku sekali lagi, ya?"
Aku Tak Punya Siapapun Lagi - Realistis romance & romance
Skytree
Dokter berkata, aku hanya sisa tiga hari. Gagal hati akut. Satu-satunya harapan adalah uji klinis yang sangat berisiko, peluang terakhir dan paling tipis bagiku untuk bertahan hidup. Namun, suamiku, David, malah memberikan kuota yang tersisa kepada adik perempuan angkatku, Emma, yang juga merupakan ibu baptis putriku. Kondisi penyakitnya masih dalam tahap awal. Dia bilang itu adalah “pilihan yang tepat” karena dia “lebih pantas untuk hidup.” Aku pun menandatangani dokumen untuk menghentikan pengobatan dan meminum obat pereda nyeri berdosis tinggi yang diresepkan oleh dokter. Ganjarannya adalah organ dalamku akan gagal berfungsi dan aku akan kehilangan nyawa. Ketika aku menyerahkan perusahaan perhiasan dan rancangan desain yang telah aku kerjakan dengan susah payah kepada Emma, ayah dan ibu memujiku karena menjadi “kakak perempuan yang baik”. Ketika aku setuju untuk bercerai dan membiarkan David menikahi Emma, David mengatakan “akhirnya aku bersikap perhatian”. Ketika aku membiarkan anakku untuk memanggil Emma dengan sebutan ibu, anakku bertepuk tangan dengan gembira dan berkata, “Emma adalah ibu yang lembut dan baik.” Ketika aku memberikan semua hartaku kepada Emma, seluruh keluargaku menganggapnya wajar dan tidak melihat sesuatu yang aneh pada diriku. Aku sangat penasaran, apakah mereka masih bisa tertawa setelah mendengar berita kematianku?
Penyesalan Setelah Diriku Tiada - Realistis romance & romance
Liora
Aku didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat dan akan meninggal tiga hari lagi. Setelah 188 kali telepon permintaan tolongku ditolak suamiku, aku membawa hasil pemeriksaan dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat. “Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku dan ajukan juga bantuan subsidi dari pemerintah.” Sepuluh menit kemudian, mereka datang. Belum sempat aku bicara, suamiku yang seorang pengacara langsung menamparku tanpa ekspresi. “Demi merebut perhatian dari Penny, kamu pura-pura sakit parah?” Kakakku yang seorang dokter merebut hasil pemeriksaanku, lalu membuka dan menatapku, sambil mencibir, “Lupus? Kalau mau pura-pura sakit, setidaknya yang masuk akal. Penyakit seperti ini hanya diderita satu dari sejuta orang.” Aku menahan rasa sakit di tubuhku, lalu kembali ke meja petugas dan menyerahkan formulir, serta hasil medis lagi. Melihat ruam berbentuk kupu-kupu di pergelangan tanganku, petugas itu tampak iba. “Aku sudah nggak punya keluarga lagi.” “Aku ingin mendaftar layanan kremasi tiga hari lagi, lokasinya bebas. Aku hanya berharap kematianku nggak menjadi beban bagi siapapun.”
Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku - Realistis romance & romance
Banana
Saat tubuhku dimutilasi, aku berusaha untuk menelepon kakakku. Ketika aku hampir kehilangan kesadaran, dia menjawab panggilan dengan kesal. "Ada apa lagi?" "Kak, tolong ...." Sebelum aku selesai berbicara, dia sudah menyelaku. "Kenapa kamu begitu suka berulah? Pesta ulang tahun Yeri akan diadakan pada akhir bulan. Kalau kamu nggak datang, aku akan menghabisimu!" Setelah berkata demikian, dia langsung mengakhiri panggilan. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dan memejamkan mata untuk selamanya, air mata masih mengalir dari sudut mataku. Kak, kamu tidak perlu membunuhku, aku sudah mati.
Bebas dari Belenggu Suami Parasit - Realistis romance & romance
little stones
Sahabat wanita suamiku memutuskan untuk tinggal bersama kami saat dia tahu kami akan pindah ke rumah baru. Aku keberatan, namun suamiku langsung menyetujuinya. Tidak hanya itu, dia bahkan memberikan kamar anak peremuan kami kepada wanita itu dan anaknya, lalu menyuruh putriku pindah ke gudang. Aku tidak terima, namun dia bilang, “Jangan salah paham! Dewi hanya sahabat baikku, anaknya sudah kuanggap seperti anak kandungku, wajar ‘kan kalau aku pengen mereka tinggal di kamar yang lebih layak?” Aku tetap tidak setuju, sehingga suamiku dan keluarganya menyalahkanku dan bilang aku egois. Akhirnya, aku memutuskan untuk meninggalkan rumah itu bersama anak perempuanku. Saat itulah mereka panik dan sadar kalau mereka butuh aku.
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam - Realistis romance & romance
Bagel
Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian - Realistis romance & romance
Seli
Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
99 Kupon Maaf Putriku - Realistis romance & romance
Wano
Johan Kurniawan tidak mencintaiku dan juga tidak mencintai putri kami. Dia hanya mencintai kekasih idamannya yang ada di dalam hatinya. Demi menjaga citranya di hati kekasih idamannya, dia hanya mengizinkan putri kami memanggilnya “Paman.” Sampai ketika kekasih idamannya hamil dan ke luar negeri untuk menikah, dia mabuk-mabukan, memutuskan kembali ke keluarganya. Setelah pulang ke rumah, putri kami memberinya 100 lembar kupon maaf. Aku memberi tahunya setelah 100 kupon habis digunakan, aku akan membawa putri kami meninggalkannya untuk selamanya. Dia memelukku dan putri kami dengan erat dalam pelukannya, bersumpah tidak akan pernah membuat kami bersedih lagi. Dalam lima tahun pernikahan rahasia, dia melakukannya dengan baik, tidak menggunakan satu lembar pun kupon maaf. Sampai kekasih idamannya kembali ke dalam negeri dengan putrinya. Setiap kali dia meninggalkanku dan putri kami demi kekasih idamannya dan putrinya, aku akan merobek satu lembar kupon maaf itu. Sampai kupon maaf itu... hanya sisa tiga lembar terakhir.
Tamparan Sang Kakak - Realistis romance & romance
Hayley
Saat hendak pergi dari restoran milik adikku, tiba-tiba aku dipanggil oleh manajernya, “Permisi kak, kamu belum bayar.” Melihat wajah asing itu, aku pikir dia karyawan baru yang belum mengenalku. Jadi, aku menjelaskan dengan ramah, “Tagihkan ke bos kalian saja, dia tahu.” Manajer itu pun menatapku dengan jijik, “Kak, restoran kami ini michelin bintang tiga. Kami nggak pernah ada sistem utang seperti itu.” Usai bicara, dia menyerahkan selembar tagihan yang sudah dicetak. Aku menunduk dan melirik, sekali makan harganya satu miliar. Biaya perawatan alat makan yang kinclong, enam puluh juta. Biaya pembersihan udara khusus, seratus juta. Biaya layanan penenang suasana hati tamu VIP, dua ratus juta. Dan banyak biaya aneh lainnya lagi. Aku bahkan tidak tahu adikku membuka bisnis gelap seperti ini. Aku sampai tertawa kesal di tempat, “Aku ini kakaknya Pak Oscar. Kalau ada masalah, suruh dia pulang dan bicarakan denganku.” Namun, dia tetap mengeyel, “Makan saja nggak mampu bayar, masih sok kenal dengan Pak Oscar segala.” Aku langsung mengirim pesan ke sekretaris, [Tolong bilang ke adikku, pecat perempuan ini atau aku tarik investasinya.]
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku - Realistis romance & romance
Gold
Sejak sudah bisa mengingat sesuatu, aku tahu kalau ibuku membenciku. Saat aku berusia tiga tahun, dia memberiku obat tidur. Di usia lima tahun, dia menyuruhku minum racun serangga. Tetapi aku tidak mudah mati. Dan ketika berusia tujuh tahun, aku belajar melawannya tanpa ada yang mengajariku. Kalau dia tidak memberiku makan, aku akan membalikkan meja makan agar semuanya juga tidak bisa makan. Kalau dia memukuliku dengan tongkat hingga terguling di lantai, aku akan memukuli anak laki-laki yang paling dia sayangi hingga wajahnya lebam. Aku sangat keras kepala dan terus melawan hingga usia dua belas tahun. Sampai ketika adik perempuanku yang paling kecil lahir. Dengan gerakan tangan yang canggung, aku mencoba mengganti celana anak kecil yang basah itu. Ibu langsung membantingku ke dinding dengan keras. Dia menatapku dengan jijik dan ketakutan. “Apa yang mau kamu lakukan pada anak perempuanku?” “Dasar anak tukang pemerkosa! Kenapa kamu tidak mati bersamanya saja?!” Saat itu juga, aku akhirnya mengerti mengapa dia tidak pernah mencintaiku. Aku menutup kepalaku yang berdarah dan untuk pertama kalinya tidak melawan saat dipukuli. Dan untuk pertama kalinya juga, aku merasa apa yang dia katakan itu benar. Keberadaanku adalah sebuah kesalahan. Aku seharusnya mati.
Aku Ditumbalkan Demi Menyelamatkan Nyawa Adikku - Realistis romance & romance
Anonim
Adikku menderita kanker ginjal stadium akhir, dan ayah serta ibu menuntutku untuk mendonorkan ginjalku padanya. Aku bilang aku hanya punya satu ginjal, kalau diambil aku akan mati. Namun, mereka bukan hanya tidak percaya, mereka malah langsung mengikatku di meja operasi "Cuma ambil satu ginjalmu saja, kenapa kamu egois sekali?" Mereka tidak tahu, aku tidak berbohong. Saat ayah mengalami kecelakaan mobil dulu, aku sudah mendonorkan satu ginjalku.
Kasih Sayang Ibu yang Berat Sebelah - Realistis romance & romance
Anonima
Adik laki-lakiku mendorongku jatuh ke jurang, nyawaku berada di ambang kematian. Namun, ibu yang merupakan kepala tim penyelamat, malah hanya memedulikan pergelangan tangan adikku yang terkilir. Dengan napas tersengal-sengal, aku memohon padanya agar menyelamatkanku. Ibu malah menatapku dengan wajah dingin dan berkata, "Adikmu sudah terluka, kenapa kamu nggak melindunginya? Masih saja berpura-pura lemah di depanku? Kalau begitu, kamu tinggal saja di sini sendirian dan renungkan kesalahanmu!" Dia lalu berbalik dan memerintahkan seluruh petugas penyelamat untuk pergi, melarang siapa pun menolongku. Akhirnya, aku meninggal sendirian di daerah terpencil. Setelah mendengar kabar kematianku, ibu menjadi gila dan memeluk jasadku yang sudah membusuk sambil terus memanggil, "Anakku sayang."
Suamiku Dibutakan Sahabat Masa Kecilnya - Realistis romance & romance
Makjos
Saat suamiku memaksa diriku yang sedang hamil delapan bulan untuk menemani sahabat masa kecilnya main loncat bungee, aku tidak membantah ataupun marah. Sebaliknya, aku malah mengangguk setuju. Aku melakukan ini karena di kehidupan sebelumnya, sahabatnya itu sedang sedih. Demi menghiburnya, suamiku berjanji akan mengabulkan satu permintaannya. Sahabatnya pun bilang pada suamiku kalau keinginan terbesarnya adalah ada orang yang menemaninya main loncat bungee. Suamiku yang takut ketinggian langsung menyuruhku untuk menemaninya, aku pun menolak mentah-mentah dengan alasan sedang hamil. Karena penolakanku, sahabatnya itu sedih dan akhirnya memilih pergi ke bar untuk minum-minum. Sialnya, dia malah dijebak di sana, diracuni dan dilecehkan hingga kehilangan kesuciannya. Setelah kejadian itu, dia yang merasa hancur meninggalkan sebuah surat wasiat sebelum mengakhiri hidupnya, [Kalau saja aku nggak pergi ke bar hari itu, mungkinkah semuanya akan berbeda?] Membaca surat itu, suamiku mencekik leherku. “Kenapa kamu nggak mengikuti ajakan Sisil untuk loncat bungee? Apa susahnya tinggal mengikuti dia saja?” Akhirnya, aku mati dicekik oleh suamiku sendiri dan anak di kandunganku yang belum sempat lahir pun ikut pergi bersamaku. Begitu membuka mata kembali, ternyata aku kembali ke hari di mana suamiku memintaku menemani sahabatnya itu main loncat bungee….
ANTERIOR
12
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status